Mengurangi Konsumsi Daging Baik untuk Tubuh… dan Bumi

‎Terlalu banyak makan daging dan produk hewani lain tidak cuma membuat kesehatan menurun, tetapi juga membuat bumi ini makin menderita. Ternyata makin banyak mengkonsumsi makanan hewani, makin tinggi juga jejak karbon pola makan seseorang. Dan sebaliknya, makin sering makan sayur mayur dan buah-buahan, jejak karbon yang dihasilkan seseorang dari asupannya juga menurun.

Data ilmiah mendukung hipotesis ini. Menurut data penelitian epidemiolog Peter Scarborough dari Oxford University, kuantitas rata-rata emisi gas rumah kaca (pemicu perubahan iklim) per 2000 kilokalori makanan dalam asupan tinggi kandungan daging (lebih dari 100 gr daging per hari) mencapai 7,2 kg karbon dioksida ekuivalen (jumlah emisi karbondioksida, metan dan nitrat oksida). Asupan daging dalam kuantitas moderat (50-100 gr) 5,6 kg CO2, asupan daging kuantitas rendah (kurang dari 50 gr) hanya 4,7 kg CO2, pescatarian (makan daging ikan dan sarilaut) 3,9 kg, vegetarian 3,8 kg CO2 dan vegan (100 persen menghindari pangan hewani) 2,9 kg CO2.

Pola makan yang menghindari daging hewan terutama sapi dan kambing juga disebut baik bagi kelestarian lingkungan. ‎
Tak sanggup jadi vegan tetapi ingin menunjukkan kepedulian bagi lingkungan? Bukan masalah, karena hanya dengan mengurangi jumlah konsumsi daging 50 persen dari sebelumnya, siapapun termasuk Anda bisa menekan jumlah emisi gas rumah kaca setara dengan jumlah emisi yang dihasilkan penerbangan pesawat jet dari London ke New York. (natgeo)‎

Leave a comment

Filed under health

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s