Kiat Melek Keuangan untuk Para Blogger (Live Blog) @Sunlife_ID

Siapa orang kaya itu? Ia adalah orang yang pengeluarannya tidak lebih besar dari pemasukannya sembari melakukan investasi pada saat yang bersamaan. Ini bukan masalah jenis profesi saja. Misalnya seorang karyawan, profesional dan pengusaha. Kekayaan tidak dilihat dari banyaknya barang konsumtif yang Anda punyai, gawai yang Anda miliki. Tetapi lebih ditentukan oleh INVESTASI. “Investasi yang Anda punya menentukan kaya tidaknya Anda,” kata pakar perencanaan keuangan terkemuka Safir Senduk siang ini (1/8/2015) di acara jumpa blogger bersama perusahaan jasa keuangan tepercaya Sunlife Financial Indonesia. “Investasi apa saja yang sudah kita punya?”tanya sang pakar pada lusinan blogger yang memenuhi kafe XXI Plaza Indonesia.  Dahi kami yang hadir pun menjadi berkerut.

Tips khusus mengelola keuangan bagi blogger di jejaring sosial: Follow @safirsenduk untuk tips keuangan Follow @sunlife_ID untuk informasi jasa keuangan

Karakter pribadi menentukan gaya dalam mengelola keuangan kita. Saat seseorang suka narsis, seseorang akan menghabiskan dananya untuk berdandan. Bagi yang ingin menyenangkan orang lain, akan sering menghabiskan uang untuk mentraktir teman-teman. Ada orang yang tidak mencukupi meski gajinya setinggi langit. Orang dominan otak kiri akan lebih suka menjadi spesialis. Sementara orang yang dominan otak kanan akan lebih cenderung untuk menjadi generalis. Bagi orang yang dominan otak kirinya, jangan terlalu serius. Caranya sedikit nikmati hidup. Bagi orang yang dominan otak kanan, jangan terlalu santai. Caranya lebih banyak membaca.

Safir juga menjelaskan 3 cara mengelola cash flow. Yang pertama ialah orang MISKIN, yaitu orang-orang yang penghasilannya sama saja dengan pengeluaran. Tak peduli berapa pun pemasukan, kalau jumlah pengeluaran tetap sama dengan pemasukan, Anda disebut orang miskin. Yang kedua ialah orang MENENGAH, yaitu mereka yang menghabiskan pemasukan untuk barang-barang kebutuhannya tetapi tidak sampai menyamai jumlah pemasukan. Angsuran atau cicilan barang-barang dan aset juga termasuk ke dalam pengeluaran kaum menengah. Tetapi kelompok ketiga ialah orang KAYA, yang selain memenuhi kebutuhan sekarang, mereka menyisihkan dana untuk berinvestasi.

Elektronik, kendaraan, busana dan aksesoris, adalah beberapa jenis barang yang menurun nilainya dan tidak bisa dijadikan instrumen investasi, kata Safir.

Tiga cara mengelola keuangan:

  1. Miliki investasi sebanyak mungkin
  2. Siapkan dana masa depan
  3. Atur pengeluaran

MILIKI INVESTASI

Tetapi banyak orang beralasan menunda investasi karena merasa dananya cekak. Salah! Mulailah berinvestasi sedini mungkin meski dana yang ada masih kecil.

Di mana pun posisi keuangan kita, perlu disiasati cara dan instrumen berinvestasinya yang perlu dipilih sesuai dengan kondisi kita masing-masing. Mirip dengan memilih tempat duduk di pesawat terbang, kata Safir.

Jenis-jenis instrumen investasi yang disarankan Safir ialah:

  1. Saham: Memiliki saham sama dengan memiliki sebuah bisnis tanpa banyak campur tangan. Pemasukannya berupa dividen dan keuntungan saat menjual jika harga saham itu lebih tinggi (capital gain). Sebanyak 70-80 persen orang di Indonesia berharap untung dari capital gain, yang membuat orang menjadi cemas tiap hari. Safir menyarankan untuk fokus pada dividen agar kita lebih tenang dan bisa mengerjakan pekerjaan yang lain.
  2. Manajer investasi: Dana Anda akan dikelola oleh pihak ketiga dalam investasi. Reksadana dan unit link merupakan dua jenis produk manajer investasi saat ini di Indonesia. UL dikeluarkan oleh perusahaan asuransi. Reksadana dikeluarkan oleh perusahaan manajemen keuangan. Kiat berinvestasi dengan manajer investasi ialah perhatikan reputasi manajer investasi/ perusahaan asuransi (untuk unit link) yaitu berapa lama sudah berdiri dan bertahan melewati krisis, orang-orang yang berada di dalam jajaran manajemennya (apakah pernah terjerat hukum atau tidak?), arah mereka berinvestasi (apakah mereka banyak membeli saham-saham ritel yang tahan krisis?), prestasi selama ini (apakah mereka pernah turun selama ini? Bagaimana mereka pulih?).
  3. Properti: Menurut Safir ini instrumen investasi terbaik meski lebih susah dijual kembali. Kalau Anda tidak pernah berpengalaman jual beli properti, jangan membeli properti untuk investasi karena yakin harganya naik, kata Safir. “Beli properti untuk investasi untuk disewakan saja. Laba penjualan nantinya bisa dianggap bonus,” sarannya.

Tips menyewakan properti ala Safir Senduk:

  1. Menyewakan dengan masa sewa pendek misalnya sebulan sekali, sepekan sekali, atau bahkan harian. Sewa per jam juga bisa kalau kondisi pasar memang memungkinkan.
  2. Sewakan ke banyak penghuni: Bisnis kos adalah contohnya. Satu rumah bisa disewa banyak orang.

Jangan tergiur tawaran investasi yang bodong, Safir mengingatkan. Apa saja ciri-ciri investasi bodong?

  1. Investasi bodong bunganya tinggi sekali.
  2. Menjanjikan uang tunai bulanan.
  3. Dijamin tidak akan rugi.
  4. Bonus jika ada member baru.
  5. Kalau disuruh presentasi, skemanya tidak masuk akal.

SIAPKAN DANA MASA DEPAN

Safir menjelaskan kita harus menyiapkan dana untuk pos-pos berikut ini:

  1. Pernikahan: Ini berlaku terutama bagi yang masih lajang. Meski secara budaya, orang Indonesia menikah dengan menggunakan dana patungan keluarga, mempelai juga harus memikirkan dana pernikahan.
  2. Kendaraan: Ini lebih berkaitan dengan pola kerja dan mobilitas, apalagi jika Anda bekerja dengan mobilitas tinggi.
  3. Rumah: Kredit atau tunai? Safir mengatakan beli rumah secara tunai lebih murah dan mencicil lebih mahal. Tetapi tidak masalah jika mencicil karena biasanya kenaikan nilai properti bisa menebus selisihnya dalam 15-20 tahun lagi. Ini lain dengan kasus pembelian mobil, yang kata Safir lebih baik dibeli tunai. Bahkan Safir  menyarankan tidak usah melunasi kredit lebih cepat dan mengakolasikan dana ke pos lain yang lebih diperlukan atau darurat.
  4. Dana pendidikan anak: Sisihkan dana pendidikan tinggi untuk anak Anda. Jurusan-jurusan tertentu juga menghabiskan dana lebih banyak seperti kedokteran dan teknik. Sementara itu jurusan-jurusan ilmu sosial yang lebih murah.
  5. Pensiun: Memiliki sumber pemasukan saat pensiun itu penting. Investasi surat berharga, properti dan sebagainya diperlukan untuk masa senja ini.

ATUR PENGELUARAN ANDA!

Hidup itu indah, tetapi yang tidak itu tagihan-tagihannya, seloroh Safir.

Safir mengatakan kita perlu mengetahui sumber keborosan itu. Mirip dengan menemukan lubang dalam kapal yang sedang bocor!

Berbeda dari keyakinan umum, pria dan wanita sama-sama boros! Perempuan umumnya boros untuk penampilan. Pria banyak boros untuk hobinya. Perempuan memang lebih piawai menawar barang tetapi lebih sering membeli. Pria memang lebih jarang membeli barang tetapi lebih segan menawar sehingga lebih boros dalam sekali atau beberapa kali pembelian. Safir menyarankan kita untuk menuliskan sumber-sumber kebocoran keuangan tadi dan mencari cara untuk mengendalikannya.

Tiga jenis pengeluaran manusia:

  1. Wajib: Kebutuhan pokok ini memiliki batas.
  2. Butuh: Kebutuhan ini semacam pulsa ponsel. Masih ada batasnya.
  3. Ingin: Segala macam barang mewah dan sekunder. Ini tidak ada batasnya dan harus Anda kendalikan.

Keputusan membeli biasanya didominasi rasio dan emosi, bergantung pada dominasi otak seseorang. Mereka yang berlogika menonjol akan mengutamakan kualitas, fungsi, dll. Sementara mereka yang mengutamakan rasa akan mengutamakan tampilan, rasa dan sebagainya.

4 Prioritas Pengeluaran berdasarkan konsep melek keuangan:

  1. Cicilan utang: Max 30 persen dari pemasukan
  2. Tabungan dan investasi: Max 10 persen
  3. Premi asuransi: Max 10 persen
  4. Biaya hidup: Max 50 persen

Miliki asuransi untuk membayar pengeluaran tidak terduga yang jumlahnya besar sekali, kata Safir.

Safir juga mengatakan tidak semua SALE itu benar-benar memberikan potongan harga. Waspadalah! Hitunglah lagi dengan cermat sebelum membeli barang-barang dalam sale.

Kemeriahan siang itu ditutup dengan sesi tanya jawab dan kuis yang sungguh penuh semangat. Sejumlah smartphone dan hadiah lain pun dihadiahkan bagi para blogger yang mampu menjawab pertanyaan dan mau mengajukan pertanyaan terkait masalah manajemen keuangan pribadinya.

Leave a comment

Filed under miscellaneous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s