Survei: Bekerja Lepas Jadi Tren di Negeri Paman Sam

Bekerja untuk korporasi makin tidak digemari di Amerika Serikat. Hasil sebuah studi menunjukkan bahwa 31 persen dari para pekerja AS mempertimbangkan untuk menjadi pekerja lepas atau yang disebut sebagai “free agents”, demikian menurut sebuah survei dari perusahaan riset pasar tenaga kerja dan perekrutan Kelly Services.

Mereka menemukan bahwa jumlah para pekerja lepas, kontraktor independen, pemilik UMKM, pekerja magang atau bahkan buruh serabutan makin banyak di masyarakat. Akan tetapi, mereka tidak termasuk dalam kelompok pekerja tradisional yang mendapatkan sumber pemasukan dari satu pemberi kerja saja.

Mayoritas dari mereka ini mengatakan mereka tidak mau terikat pada satu pemberi kerja. Dan sebagian memasuki dunia ini dengan penuh kesadaran.

Hanya 10 persen mengatakan mereka terpaksa masuk ke sana karena kondisi ekonomi — separuh dari jumlah total di tahun 2011 saat Kelly terakhir melakukan survei tersebut.

Para pekerja yang bebas ini menyatakan tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi daripada pekerja tradisional dalam hal pekerjaan secara keseluruhan, keseimbangan hidup dan keluarga, pengembangan ketrampilan dan peluang lain dalam memajukan karier, ungkap Kelly dalam hasil surveinya.

Saat dikaitkan dengan kemapanan kerja, ada persamaan juga antara mereka yang bekerja secara mandiri dan menjadi karyawan. Mengingat kehidupan pekerja lepas yang lebih kurang menentu, kita juga tidak bisa menutup mata bahwa pekerja tradisional yang berada dalam banyak korporasi besar juga merasakan ketidakmenentuan masa depan itu.

Kelompok pekerja lepas ini tersebar di semua sektor industri, tetapi tampaknya yang paling banyak ditemui adalah di bidang TI, akunting// keuangan, teknik dan pendidikan.

Tidak cuma generasi muda yang masuk ke dalamnya. Survei menemukan bahwa 36 persen generasi Baby Boomers juga rela menjadi pekerja lepas. Sementara itu, hanya ada 26 persen yang berasal dari generasi Millenial (kelahiran tahun 1980 dan selanjutnya).

Perusahaan-perusahaan sering membawa para pekerja senior berpengalaman dan berketrampilan tinggi untuk proyek-proyek mereka terutama jika berkaitan dengan sains, teknologi, teknik dan matematika, ungkap Teresa Carroll, pimpinan senior Kelly Globall Talent Solutions.

Survei ini muncul bersamaan dengan maraknya minat sejumlah pihak seperti pemerintah, peneliti ekonomi dan politisi mengenai skala ekonomi dunia kerja lepas ini, kelebihan dan kelemahannya bagi pekerja yang bersangkutan, dan apakah para pemberi kerja menggolongkan kelompok ini sebagai kontraktor independen untuk memangkas belanja dan kewajiban perusahaan di tengah kondisi ekonomi yang kurang cerah.

Kelompok ini memang lebih murah bagi perusahaan untuk disewa tenaga dan jasanya. Pemberi kerja tak perlu memberi uang lembur, asuransi kesehatan dan cuti berbayar. Mereka juga tak harus membayar ke negara untuk asuransi pengangguran atau dana kompensasi pekerja atas nama si pekerja lepas. Dan pemberi kerja tidak perlu menutup biaya pajak mereka. Pajak harus ditanggung pekerja-pekerja itu sendiri.

Sebagai imbalannya, mereka memiliki kebebasan untuk menentukan kapan, di mana, bagaimana dan untuk siapa mereka akan bekerja. Dan itu akan menjadi sebuah kelebihan apalagi bagi para pemilik ketrampilan yang saat ini sangat dibutuhkan pasar.

(sumber foto: wikimedia commons)

Leave a comment

Filed under miscellaneous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s