Menyoal Penggunaan Bahasa Asing di Lingkungan Kerja

Menjelang Oktober yang dikenal sebagai bulan bahasa, tema satu ini menggelitik untuk dibahas. Memang tidak ada yang menyangka bahwa penggunaan bahasa sehari-hari juga perlu diatur oleh perangkat hukum. Toh ini mulut kita sendiri, jadi apapun bahasa yang kita keluarkan juga bukan urusan orang, apalagi negara.

Namun, lain halnya jika bahasa itu digunakan dalam lingkungan kerja yang formal, tak peduli di kalangan pemerintahan, atau swasta sekalipun. Jika ada di teritori Indonesia, bahasa Indonesia harus menjadi opsi utama. Bahasa mancanegara lainnya, termasuk bahasa Inggris, harus mengalah.

Selama ini, kita memang kerap menemui berbagai pelanggaran
aturan-aturan yang dicantumkan di infografis tersebut. Sebagian kaum ekspatriat, misalnya, masih memiliki kecakapan berbahasa Indonesia yang kurang layak. Padahal mereka bekerja dalam waktu yang cukup lama di sini. Dan meskipun ada yang sudah difasilitasi kantor mereka untuk belajar bahasa Indonesia, keengganan menggunakan bahasa nasional di lingkungan kantor terutama untuk komunikasi pekerjaan masih rendah sepengetahuan saya. Bahasa Inggris masih dipilih dalam berbagai kesempatan untuk menyampaikan gagasan, misalnya dalam rapat-rapat bisnis.

Yang menarik (atau menyedihkan?), bahasa Inggris juga kadang masih mendominasi komunikasi bisnis di antara dua pihak yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu mereka. Sempat seorang teman menyampaikan keheranan seorang warga asing terhadap sesama orang asli Indonesia yang menggunakan bahasa Inggris sebagai alat berkomunikasi. Mungkin saja mereka ingin berlatih bercakap-cakap agar kemampuan berbahasa Inggris mereka makin cemerlang, gumam saya. Meski saya akui, penggunaan bahasa Inggris yang paling tepat memang dengan mereka yang sudah tidak bisa berbahasa Indonesia dengan lancar.

Kalau mau kritis (alias nyinyir), kita sebagai warga negara bisa saja mengeluh:”Kenapa sih negara tidak mengurus hal lain saja? Seperti sudah tidak ada kerjaan saja mengurusi bahasa di kantor”. Itu bisa jadi pernyataan warga negara Indonesia yang masih belum paham mengenai kebanggaan menggunakan bahasa nasionalnya karena sejatinya, bahasa ialah bagian identitas sebuah bangsa atau masyarakat tertentu. Tentu Anda pernah merasa tersisih dan terasing begitu orang-orang di sekitar Anda menggunakan bahasa yang tidak Anda pahami, bukan? Itulah kekuatan bahasa.

Leave a comment

Filed under writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s