18 Hasil Studi tentang Diabetes yang Harus Anda Ketahui

person holding black tube
Diabetes sudah menjadi salah satu penyakit paling lazim di dunia. ( Sumber foto Pexels.com)

Diabetes atau kencing manis telah menjadi momok bagi jutaan orang di dunia saat ini. Di sekitar kita, entah itu keluarga atau tetangga atau teman kerja, pasti ada satu atau dua orang yang sudah divonis menderita kencing manis dan harus menjalani pengobatan selama sisa hidupnya. Kebanyakan karena gaya hidup yang sudah jauh melenceng dari cara hidup sehat.

Berikut ini adalah sejumlah hasil studi ilmiah mengenai diabetes yang mengungkap faktor-faktor yang bisa mempertinggi risiko kita terkena diabetes beserta cara pencegahan dan penanganannya agar tidak terus memburuk dengan cepat. Sebagaimana kita ketahui, begitu seseorang didiagnosis menderita diabetes, kondisi itu tidak bisa dipulihkan sepenuhnya. jadi, yang hanya bisa dilakukan ialah memperbaiki cara hidup agar lebih seimbang dan sehat.

Ortu merokok, anak perempuan berisiko lebih tinggi terkena diabetes

Satu lagi dosa yang harus ditanggung para orang tua yang merokok. Peneliti UC Davis menyimpulkan bahwa para wanita yang ibunya dulu merokok selama kehamilan memiliki risiko menderita kencing manis dua atau tiga kali lebih tinggi saat dewasa. Para ayah juga diduga berkontribusi serupa pada risiko diabetes anak-anak perempuan mereka.

Bekerja malam hari tingkatkan risiko diabetes

Anda bekerja dalam sistem giliran sehingga kadang mesti kerja di malam hari? Saatnya waspada, karena sebuah penelitian menyatakan para perempuan Afro-Amerika dengan sistem kerja bergiliran bahkan hingga harus bekerja di jam-jam tidur memiliki risiko 22 persen lebih tinggi terkena diabetes. Ditambah dengan faktor BMI dan gaya hidup yang kurang sehat, risikonya bertambah lagi 12 persen, menjadi 34 persen totalnya.

Diabetes gestasional bisa ‘menular’ ke suami

Mungkin kata ‘menular’ kurang tepat dalam konteks ini tetapi data penelitian McGill University menunjukkan jika seorang wanita menderita diabetes selama kehamilan, risiko sang suami mengalami diabetes juga naik, bahkan sampai 33 persen lebih tinggi dari para suami yang istrinya tidak menderita diabetes saat hamil.

Kekuatan genggaman tentukan risiko diabetes seseorang

Apa hubungannya kekuatan genggaman tangan Anda dan risiko diabetes yang Anda miliki? Sekilas tidak ada, tapi sebuah penelitian menunjukkan bahwa seberapa kuat genggaman tangan Anda mampu mengidentifikasi orang-orang dengan hipertensi dan diabetes yang tidak terdiagnosis. Hipertensi dan diabetes ‘senyap’ semacam ini ditemui pada mereka yang bertubuh kurus tapi memiliki kadar lemak tinggi dalam tubuhnya. Indeks massa tubuh mereka normal atau di bawah normal bahkan tapi porsi lemaknya lebih tinggi daripada massa otot (lemak pada pria 25 persen lebih, dan wanita 35 persen lebih sudah termasuk tinggi). Nah, di sinilah kekuatan genggaman berperan. Mereka yang bermassa otot kurang dari normal akan sulit menggenggam erat apapun dengan tangan mereka.

Pencegahan diabetes turut menjauhkan diri dari Alzheimer’s

Tak banyak yang tahu ada kaitan antara diabetes dan Alzheimer’s. Studi tim penelitian Washington University menyatakan kadar gula darah yang tinggi juga ikut menggenjot kadar amyloid beta, sebuah unsur plak di otak yang ditemui pada pasien Alzheimer’s.

Persepsi pengaruhi efektivitas upaya pencegahan diabetes

Perbedaan persepsi pada masing-masing orang mengenai diabetes ternyata turut mempengaruhi efektivitas upaya pencegahan diabetes. Fakta yang diperoleh dari studi ilmiah dari New York University ini menegaskan bahwa tidak ada satu pendekatan yang efektif untuk diterapkan pada semua orang. Misalnya mereka yang tidak memiliki anggota keluarga yang menderita diabetes lebih rendah kesadarannya terhadap risiko diabetes dan saat diberi edukasi diabetes, mereka cenderung lebih santai dan tidak begitu emosional karena merasa kecil kemungkinan terkena.

NYU

Menonton TV tingkatkan risiko diabetes

Saatnya menyingkirkan televisi dari rumah Anda. Temuan sebuah studi menyatakan bahwa untuk setiap jam menonton televisi, risiko seseorang terkena diabetes naik hingga 3,4 persen. Makin sedikit waktu menonton televisi per hari menurunkan risiko diabetes.

Risiko autisme pada anak meningkat jika ibu derita diabetes

Sebuah peringatan bagi para perempuan agar tidak mengabaikan kesehatannya sejak dini. Anak-anak yang terlahir dari ibu yang menderita diabetes memiliki risiko 4 kali lipat lebih didiagnosis autisme. Demikian ungkap tim peneliti dari Johns Hopkins University.

Istri cerewet baik bagi kesehatan suami dengan diabetes

Apa pasal? Ternyata menurut hasil sebuah penelitian oleh Michigan State University, saat hubungan pernikahan menjadi tegang karena sang istri lebih cerewet perkara kesehatan, suami penderita diabetes justru menuai manfaatnya. Ini karena istri biasanya secara terus menerus mengatur perilaku kesehatan suami, apalagi jika sang suami sudah divonis terkena diabetes. Sehingga meskipun pada permukaannya istri tampak menjengkelkan suami dan kerap membuatnya berang, sebetulnya hal ini baik bagi pencegahan kondisi suami dari situasi yang lebih buruk lagi. Kecerewetan itu adalah bentuk kepedulian dari para istri yang masih mencintai dan mengharapkan bisa berdampingan dengan para suami yang mereka cintai.

Kadar testoteron tentukan risiko diabetes pada pria

Sejak lama dokter mengetahui bahwa pria dengan kadar testosteron rendah berpeluang lebih tinggi menderita diabetes tipe 2. Namun, sebuah studi terbaru pertama kalinya menunjukkan bagaimana hormon membantu pria mengatur kadar gula darah dengan memicu mekanisme penanda utama dalam sel-sel dalam pankreas yang memproduksi insulin. Mereka sepakat bahwa testosteron berperan sebagai hormon anti diabetes pada pria. Untuk menerapkan temuan ini pada pengobatan diabates, masih diperlukan studi lanjutan agar tidak ada efek samping pada pasien pria.

Optimisme perpanjang harapan hidup penderita diabetes

Kalimat “mind over matter” bisa jadi berlaku juga dalam menyikapi diabetes jika Anda sudah terkena. Sikap optimis dan pantang menyerah serta keyakinan bahwa diabetes tidak bisa menghentikan Anda menikmati kehidupan semaksimal mungkin ternyata berguna memperpanjang harapan hidup. Peneliti membandingkan usia antara mereka yang terkena diabetes tetapi optimis bahwa luka di kaki mereka akan sembuh dan usia mereka yang juga menderita diabetes tetapi memilih bersikap cemas, kewalahan dan putus asa karena yakin luka itu akan membuat mereka meninggal lebih cepat. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok pertama lebih panjang usianya daripada yang kedua.

Depresi meningkatkan risiko diabetes

Digabungkan dengan berbagai faktor pencetus diabetes lainnya, depresi akan mempertinggi risiko seseorang terkena diabetes tipe 2. Demikian hasil studi ilmiah dari McGill University tahun ini. Kehadiran depresi dalam pikiran seseorang ternyata ikut membebani tubuh dan terus menyeretnya ke diabetes. Tidak tanggung-tanggung, depresi menaikkan risiko itu sampai enam kali lipat!

 

Lemak bisa mengobati diabetes

Sel-sel lemak ternyata bisa mengobati mereka yang terkena diabetes. Ilmuwan dari ETH Zurich membuktikan bahwa sel-sel pokok yang diekstrak dari jaringan lemak subjek penelitian bisa dipakai sebagai obat diabetes melalui pemrograman ulang genetis untuk membuat sel-sel itu lebih dewasa menjadi sel-sel beta yang berfungsi normal. Jika nantinya sukses, diramalkan para penderita diabetes bisa mengobati dirinya sendiri dengan prosedur medis tertentu yang menggunakan sel-sel lemak mereka sendiri.

Kecemasan berlebihan berkaitan dengan diabetes

Saya pernah mendengar bahwa diabetes juga bisa disebut sebagai sakit karena pikiran. Artinya, seseorang menderita diabetes karena terlalu banyak memikir hal-hal yang belum terjadi dan tidak pasti. Sebuah penelitian oleh peneliti di Rice University menegaskan hipotesis tersebut. Mereka menemukan kaitan antara stres emosional dan diabetes, yang berakar dari kemampuan otak mengendalikan kecemasan. Hal ini terjadi karena saat stres, tubuh cenderung mudah mengalami inflamasi atau peradangan. Mereka yang mengalami kesulitan mengendalikan diri cenderung lebih mudah tergoda dan tertarik pada hal negatif yang membahayakan kesehatan secara umum. Jika ini terjadi, ornag disarankan untuk mempraktikkan mindfulness dalam kehidupan sehari-hari sehingga lebih terkendali dalam setiap langkahnya.

Ketidakseimbangan populasi bakteri tertentu di perut picu diabetes

Kita tahu banyak faktor pemicu diabetes seperti kegemukan, makan sembarangan, resistensi insulin karena faktor keturunan, tapi belum pernah kita diberitahu bahwa penyakit ini ada kaitannya dengan ketidakseimbangan jumlah bakteri tertentu dalam saluran cerna seseorang. Sebuah studi terbaru di University of Copenhagen menghasilkan temuan bahwa ketimpangan mikrobiota di usus ialah salah satu pencetus utama terjadinya resistensi insulin yang dianggap menjadi biang keladi diabetes tipe 2. Dua bakteri yang menjadi biang keladinya ialah Prevotella copri dan Bacteroides vulagtus. Jadi ternyata diabetes tidak melulu warisan atau gaya hidup yang kurang sehat lho!

Penderita diabetes menjadi panutan dalam keluarga

Temuan studi ilmuwan Penn State University ini menunjukkan bahwa mereka yang hidup dengan diabetes justru bisa menginspirasi anggota keluarganya yang lain untuk memperbaiki cara hidup agar lebih sehat dan seimbang. Bahkan pada kasus para penderita yang sudah cukup parah, anggota-anggota keluarga merasakan perjuangan antara hidup dan mati setiap harinya. Mereka mengatakan bangga dengan ketabahan dan semangat dalam menghadapi penyakit ini.

Diabetes bisa dicegah dengan SMS

Di India, pencegahan diabetes di kelompok usia 30-an dan 40-an dilakukan dengan pengiriman SMS berisi saran kesehatan seperti pengingat berolahraga, menjaga asupan dengan mengurangi lemak dan lebih banyak makan buah dan sayur segar. Selain program pengiriman SMS, muncul juga aplikasi mobile myArogya yang dikembangkan untuk membantu warga India mencegah diri dan orang yang disayanginya terjangkit diabetes dan penyakit kronis lainnya.

Obat diabetes turut berantas kanker payudara

Ilmuwan telah menemukan bahwa pioglitazone, obat yang biasa dikonsumsi pasien diabetes tipe 2,  memberikan alternatif menekan kadar protein NAF-1 yang dalam jumlah banyak bisa menyuburkan pertumbuhan sel-sel tumor. Peneliti menyatakan bahwa ada kemungkinan obat diabetes ini bisa dipakai sebagai senjata melawan tumor, kanker payudara dan sejenisnya. Kadar NAF-1 yang terlampau tinggi dikaitkan dengan berbagai kanker, dari prostat sampai liver.

Published by

akhlis

Akhlis is a novice yogi, translator, social media enthusiast,blogger,currently writing on entrepreneurship,the Corrs HUGE fan,aiming to be a published author.

One thought on “18 Hasil Studi tentang Diabetes yang Harus Anda Ketahui”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.