Teman-teman, Salah Satu Faktor Penentu Panjang Pendeknya Usia Anda

group of friends hanging out

Seberapa pentingnya pilah pilih teman sampai bisa menentukan umur kita?  (Foto oleh Pexels.com)

PERNAH saya ditanyai seorang pria sepuh. Kakek ini mungkin sudah berusia 70-an. Kepalanya membotak, rambut yang tersisa memutih, kulit keriputnya menggantung dan bulu-bulu mencuat keluar dari lubang hidung dan telinganya. Saya membayangkan apakah saya juga akan seperti itu jika sudah seusianya.

Sekonyong-konyong, ia memanggil saya yang sedang melakukan yoga di taman, dan bertanya,”Jadi, tujuannya latihan yoga itu apa?”

Saya mencoba mencari jawaban yang memuaskan, yang keren, yang tidak memberikan kesan idiot atau naif.

Sejurus kemudian saya belum berhasil menemukan jawaban dan ia sudah menyambar:”Kalian yoga karena takut mati, kan?”

TAKUT MATI?

Kalau tidak takut mati, lalu kenapa serajin ini bersusah payah berkeringat sampai seperti itu? Kakek ini terus menjejalkan persepsinya pada saya.

Saya hanya bisa tertawa. Sebagian karena jawabannya memang mengena. Telak. Siapa sih di antara semua orang yang ikut yoga mau hidupnya pendek? Mereka pasti datang bersusah payah bangun pagi dan membawa diri ke sini untuk bisa menikmati kualitas hidup yang baik dan bisa selama mungkin menikmati apa yang ditawarkan dunia.

Termasuk saya. Saya juga mau panjang umur dan sehat hingga akhir hayat.

Tetapi begitu ia menjawab begitu, saya amati kakek itu juga tidak luput dari perkataannya sendiri sebetulnya. Saya lihat ia berjalan kaki. Sejenak kemudian ia disapa teman sebayanya,”Sudah berapa putaran?”

Ia menjawab sudah banyak dan sekarang saatnya istirahat.

Saya tertawa dalam hati karena kakek itu sendiri juga ketakutan untuk mati lebih cepat. Buktinya, ia sendiri masih meluangkan waktu berolahraga! Meskipun itu seringan jalan kaki, olah tubuh tetaplah olahraga.

Saat kedua kakek itu berjalan kaki menjauh dari tempat saya berdiri, saya ingat dengan sebuah studi ilmiah yang menemukan bahwa teman-teman yang kita miliki terutama di saat kita sudah berusia senja secara signifikan menentukan apakah kita akan bisa menikmati usia yang lebih panjang atau pendek.

Pertemanan, menurut ilmuwan dari Michigan State University dalam laporan studi mereka yang dipublikasikan di jurnal Personal Relationships mengatakan bahwa di antara orang dewasa yang sudah lanjut usia, pertemanan berperan besar dalam menentukan kesehatan dan kebahagiaan. Bahkan jika pertemanan dibandingkan dengan hubungan dengan keluarga kandung, demikian ungkap penelitian tersebut. Dan ini tidak hanya berlaku bagi mereka yang sudah renta tetapi juga bagi manusia di semua rentang usia.

Tidak ada keraguan dalam hasil penelitian ini karena skala penelitiannya tidak kecil. Sebanyak hampir 280 ribu subjek penelitian yang tersebar di hampir 100 negara di dunia dilibatkan. Di studi kedua, peneliti berfokus pada kondisi pertemanan/ hubungan keluarga serta penyakit yang dialami pada 7 ribu lebih subjek di AS.

Pertemanan semakin penting seiring dengan pertambahan usia seseorang tak peduli jenis kelamin, usia, ras, dan sebagainya.

Tetapi bukan sembarang teman yang dimaksud di sini. Teman di media sosial tentu belum tentu bisa dianggap sebagai teman sejati.

Mengapa hubungan pertemanan lebih berpengaruh pada kesehatan jiwa dan fisik seseorang dibandingkan hubungan keluarga? Itu karena manusia bisa memilih teman. Seiring perjalanan waktu, mereka bisa memilih teman-teman yang membawa kebahagiaan pada diri mereka dan pada saat yang sama meninggalkan teman-teman yang lebih sedikit membawa kebahagiaan pada diri mereka. Maka, saat seseorang memiliki masalah pada pertemanannya, kesehatan jiwa dan fisiknya relatif terdampak secara signifikan. Hal ini semakin kentara pada mereka yang telah hidup sendiri tanpa keluarga atau tidak memiliki keluarga sebagai sandaran saat dibutuhkan.

Hubungan keluarga juga memberikan dampak, kata ilmuwan. Hanya saja, terkadang hubungan kekeluargaan membawa nuansa serius, negatif dan membosankan pada interaksi. Hal ini berbeda dengan interaksi pertemanan yang bersifat lebih opsional. Dalam hubungan keluarga, sifat opsional itu tidak ditemukan.

Temuan ilmiah itu membuat saya memandang kedua kakek tadi dengan iri. Bisa jadi bukan jalan kaki rutin setiap pagi saja yang membuat mereka bisa panjang umur tetapi mengobrol, berjalan kaki, lalu makan bersama-lah yang membuat mereka bahagia dan menikmati hidup lebih lama. (*/)

About akhlis

Writer & yogi
This entry was posted in health and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Teman-teman, Salah Satu Faktor Penentu Panjang Pendeknya Usia Anda

  1. laniratulangi says:

    Tepat sekali tema yang Anda pilih, maksudnya TEPAT untuk saya……. Kita khan teman sudah agak lama Bung Akhlis, namun baru sekarang saya tahu bahwa persahabatan yang sejak 40 – 50 bahkan 60 tahun lalu itu sangat awet dalam memotiku apalagi jika kulihat foto2 tua yang masih ada…… Dan jikalau berkesempatan bertemu lagi, maka: It is yesterday once more…….. Salam Blogger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.