Monthly Archives: May 2019

Kelainan Itu Bernama “Cantik”

Candu ketik atau yang disingkat dengan “cantik”, ialah suatu kelainan yang diidap oleh seseorang yang merasa rileks atau bersuka cita mendengarkan suara papan ketik ditekan berkali-kali. Kelainan ini makin menjadi-jadi menjelang musim libur panjang begini. Karena penderitanya akan dipaksa berjauhan … Continue reading

Posted in writing | 1 Comment

Tunggulah Sampai ‘Tua’, Baru Menulis

Lee Child bukan penulis favorit saya. Lain dari Haruki Murakami yang karya-karyanya pernah saya baca, karya-karya Child sama sekali tak familiar bagi saya. Bahkan film yang dibuat berdasarkan karakter utama dalam novel-novelnya juga tak bersarang dalam kepala saya. Child juga … Continue reading

Posted in writing | Tagged , , , , , | Leave a comment

Kenangan 90-an

Jika ada lagu soundtrack “Aladin” itu, saya malah lebih teringat dengan lagu “Kalau Sempet” dari Padhyangan Project ini. Grup band ngocol ini digawangi oleh Iszur Muchtar, Denny Chandra, Daan Aria, Joe P Project, Iang Darmawan, Wawan Hanura, dan Denden Hermann. … Continue reading

Posted in writing | Leave a comment

Suka Duka Pekerja Jasa

Kalau naik bus transjakarta, saya kerap ingin bertanya pada sopir atau kondekturnya:”Kalau mau kencing di tengah jalan, atau pas macet, solusinya gimana?” Bagaimana tidak saya ingin bertanya seperti itu. Sopir dan kondektur ini biasanya berjam-jam di jalan. Entah itu duduk … Continue reading

Posted in writing | Leave a comment

Hadiah Pintu yang Sangat Aku

Berpuluh kali event/ acara yang saya ikuti dan menjanjikan pemberian hadiah pintu alias doorprize yang selangit berlalu begitu saja dengan saya pulang gontai dengan tangan hampa. Konon tidak perlu terlalu memperlihatkan ambisi mendapatkan hadiah itu. Cukup duduk, diam dan berdoa … Continue reading

Posted in writing | Leave a comment

Cimon Seafood (Sebuah Ulasan)

Satu restoran yang sering kusambangi akhir-akhir ialah Cimon Seafood yang mengklaim cuma menjual makanan-makanan lezat pilihan. Begitu seringnya datang sampai tiap kali saya masuk, para pelayannya melenguh. Dalam hati tentu saja, sambil bergumam,”Pasti dia mau pesen sayur asem lagi. Nasi … Continue reading

Posted in miscellaneous | Tagged , , | Leave a comment

Yang Biru Bikin Sendu

Tak bermaksud untuk mengumbar aurat keuangan di sini. Karena telah saya tutup dengan coretan yang minimal tapi cukuplah membuat imajinasi berkelana liar. Menaksir berapa digit yang tersisa dan tak seberapa dibanding banyak orang di luar sana. Inilah layar biru yang … Continue reading

Posted in writing | Leave a comment

Sedot Debu, Lepas Stres

Pernah suatu ketika penulis novel “Gone Girl” Gillian Flynn disindir oleh pembawa acara diskusi bukunya. Sebagai wanita yang dikenal begitu feminis, ia menulis karakter-karakter wanitanya sebagai seorang anti-heroine yang tangguh dan juga culas. Sama seperti karakter pria juga. Ia disindir … Continue reading

Posted in miscellaneous | Tagged , | Leave a comment

Kurangi Risiko Serangan Jantung dengan “Tooth Scaling and Polishing”

Hari ini saya pergi ke dokter gigi lagi setelah sekian lama absen. Dan kali ini saya sengaja mencoba sebuah prosedur bernama “scaling and polishing”. Sebelumnya saya memang hanya ke dokter gigi cuma untuk cabut gigi, dan itu sudah lama sekali … Continue reading

Posted in health | Tagged , , | 1 Comment

22 Mei, (Media Sosial) Jakarta Lumpuh!

“Jakarta lumpuh!” Kata seseorang di sebuah gang yang saya lewati tadi. Mendengar itu, saya tertawa dalam hati. Seorang wanita di dekatnya juga mencibir,”Lumpuh apanya?” Media sosialnya? Tadi malam memang diberitakan ada aliran massa ke sekitar gedung Bawaslu di Thamrin yang … Continue reading

Posted in writing | 7 Comments

Google Maps dan Privasi yang Terampas

Turun dari ojek online yang saya tumpangi sore ini, saya terkejut. Bukan karena saya menyaksikan pengemudi saya sedang menabrak sesuatu di depan kami. Ia mengendara dengan baik dan tertib. ia juga mengantarkan saya tepat di depan tempat tinggal saya. Hanya … Continue reading

Posted in technology | Tagged , , , | Leave a comment

Jawa (Semestinya) Tak Lagi ‘Koentji’

Jakarta seharusnya memang sudah tidak layak menjadi ibukota abadi nusantara. Jawa apalagi Jakarta sudah habis-habisan. Penduduk padat, kemacetan yang menghabiskan biaya, masalah kompleks, beban lingkungan tinggi. Wacana perpindahan ibukota sudah ada sejak 8 tahun lalu. Tapi tak juga terwujud. Cuma … Continue reading

Posted in save our nation | Tagged , , | 14 Comments