22 Mei, (Media Sosial) Jakarta Lumpuh!

“Jakarta lumpuh!”

Kata seseorang di sebuah gang yang saya lewati tadi.

Mendengar itu, saya tertawa dalam hati.

Seorang wanita di dekatnya juga mencibir,”Lumpuh apanya?”

Media sosialnya?

Tadi malam memang diberitakan ada aliran massa ke sekitar gedung Bawaslu di Thamrin yang jaraknya 5km dari tempat tinggal saya. Lalu paginya ada kabar kebakaran di markas Brimob Petamburan yang notabene dekat markas FPI.

Sementara itu, di WhatsApp beredar foto-foto dan video yang konon adalah kondisi terkini sekitar Bawaslu. Memanas pokoknya.

Tetapi begitu pagi tadi datang, saya menyingkirkan semua ketakutan itu dan mendatangi Taman Menteng. Bukan untuk menonton kerumunan sebagaimana adat ‘kepo” orang Indonesia tetapi untuk berolahraga seperti biasa.

Puasa begini masih olahraga?

Tentu saja. Kalau berhenti olahraga, justru badan terasa tidak enak padahal kita berbuka dan sahur kan ‘ugal-ugalan’.

Menu hari ini adalah squat 50 kali, l-sit juga agar perut tak membuncit. Hosh hosh!

Letak taman ini dekat sekali dengan gedung KPU di jalan Imam Bonjol dan juga dekat Bundaran HI yang biasa diluberi massa.

Di sini situasi begitu tenang. Hanya ada satu orang berolahraga lebih dulu dari saya bersama pelatih pribadinya. Begitu tiba pukul 7 barulah sekompi TNI berkumpul setelah turun dari truk. Mereka menggerakkan badan, melakukan jumping jacks, push ups, dengan riuh rendah. Sementara itu, saya juga mulai memanaskan badan. Cuaca cerah.

Sejurus kemudian sepasukan polisi berbondong-bondong memasukkan sepeda motor mereka ke taman.

Setelah apel pagi, mereka pun bersantai.

Ada yang duduk di bawah pohon bermain ponsel, ada yang berkerumun menonton video bersama, meminjam terpal di Koramil Menteng untuk berbaring manja di rerumputan taman, lalu ada juga yang berolahraga.

Masalahnya yang berolahraga cuma satu orang saja. Kebanyakan polisi-polisi ini pria paruh baya yang sudah menunjukkan perlambatan metabolisme dan penurunan aktivitas fisik dan penambahan asupan makanan. Badan agak gembur, perut tambun, gerak agak lamban tetapi semua tertutup dengan besarnya badan.

Sementara itu ada juga beberapa polisi militer apel pagi. Hanya sedikit. Tak sebanyak TNI dan Polri.

Entah menunggu tugas atau bersantai saja setelah bertugas, banyak yang beristirahat di taman yang penuh pohon rindang. Damai dan tenang.

Sejumlah TNI bergabung dalam kelompoknya, duduk bersama dan menonton sesuatu di ponsel teman mereka dan ribut memperbincangkan isinya. Mereka ini lebih muda dari polisi-polisi paruh baya tadi sehingga masih enerjik dan suka berkomentar soal apa saja. Yang sudah berkeluarga, memilih asyik sendiri dengan ponselnya untuk terus memberi kabar pada keluarga di rumah. Ya, sebaris dua baris kalimat di WhatsApp untuk menandakan mereka masih hidup, tidak terluka.

Ya, saya tidak meragukannya kok. TNI dan Polri sudah berjuang maksimal mengamankan negeri ini.

Sementara itu, Instagram dan WhatsApp serta Telegram kedapatan lumpuh. Saya sempat mengunggah foto di atas ini ke Instagram sekitar pukul 9 atau 10 lalu setelah itu tak ada lagi pembaruan. Anehnya, saat mengakses di Instagram melalui peramban web di laptop, saya masih bisa memantau feed. Apakah akses ke Instagram mobile saja yang diblokir? Aneh juga.

Sampai petang ini berlangsung. Pesan di WhatsApp menggantung di udara, tak kunjung terkirim dan terbaca. Telegram juga baru bisa digunakan sore tadi. Bahkan saat saya hendak menulis di Kompasiana, upaya log in berbuah kegagalan.

Namun, blog WordPress ini masih tetap bisa digunakan.

Begitu saya pulang, saya tanyai pengemudi ojek daring,”Kok masih kerja, pak? Kemarin ada yang bilang aplikasi dimatikan?”

“Ah nggak mas. Itu mungkin pilihan pribadi drivernya. Yang mau kerja ya kerja aja sih. Mungkin dia males aja karena di mana-mana jalan diblokir. Susah cari rute alternatif,” tuturnya.

Bener ugha…

Hahaha

Alhamdulillah ya.

Singkatnya, ibukota aman kok. Kerusuhan itu memang terjadi namun berhasil dilokalisir karena upaya preventif yang efektif dari Polri dan TNI.

Update:

8.13 pm

Wah ternyata benar. Menkominfo membatasi penggunaan media sosial hari ini. Itu untuk melokalisir hasutan provokatif di grup-grup WhatsApp agar tak makin meluas. Sementara itu, Line, telepon dan pesan singkat (SMS) masih bisa. Yes!!! ( sambil menonton press conference penangkapan 257 tersangka kerusuhan di markas brimob Petamburan)

About akhlis

Writer & yogi
This entry was posted in writing. Bookmark the permalink.

7 Responses to 22 Mei, (Media Sosial) Jakarta Lumpuh!

  1. laniratulangi says:

    Salam Blogger dari ruang 3 X 3m, yang dibatasi 4 dinding , 2 jendela dan satu pintu di Jakarta Selatan yang penuh pesona, kenyamanan dan keamanan. Aku tadi turut nge-like postingan Anda yg diatas. KEEP FIT !

  2. dwimp3 says:

    pagi ini tenang seakan-akan tadi malam nggak ada apa-apa.

    • akhlis says:

      Beruntunglah anda jauh dari jakarta. Haha

      • dwimp3 says:

        akhlis nggak kena apa-apa kan dari kerusuhan itu? aku nggak selalu pakai facebook, instagram dan WA, jadi nggak tahu soal matinya sosmed itu. baru bosku bilang WA semalam error. gitu katanya pada hari kamis/ jumat lalu.

      • akhlis says:

        Nggak apa apa. Aman sentosa kok. Baguslah kalau nggak tahu. Berarti nggak kecanduan medsos.

      • dwimp3 says:

        sudah dari dulu sih ada banyak meme soal itu, soal generasi muda kids jaman now yang memuja sosmed, sinyal, baterai dan paket data. lalu jadi pemburu like, komen, share, subscribe. jadi sekarang kalau pakai android harus dibatasi. paling cuma 1 jam sehari.

      • akhlis says:

        Wow ada batasan waktunya yah. Keren. Disiplin sekali. Kalo aku kayaknya udah ga itung itungan. Haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.