Cimon Seafood (Sebuah Ulasan)

Satu restoran yang sering kusambangi akhir-akhir ialah Cimon Seafood yang mengklaim cuma menjual makanan-makanan lezat pilihan.

Begitu seringnya datang sampai tiap kali saya masuk, para pelayannya melenguh. Dalam hati tentu saja, sambil bergumam,”Pasti dia mau pesen sayur asem lagi. Nasi liwet lagi. Jus alpuket murni lagi. Dasar freak!!! Alpuket digituin mana enak. Iyuh!!!”

Tapi ia salah.

Saya kerap melebihi ekspektasi pelayan perempuan itu.

Selain item di atas, saya pesan ikan nila tim ala Hongkong. Ditim karena saya menghindari olahan gorengan sebisa mungkin. Semoga lebih sehat.

Lain kali, saya buat ia bingung. Pesan nasi tim ayam lalu gado-gado tanpa lontong. Tanpa terlihat terperangah, pelayan itu mencoba mencatat dan mengulangi pesanan yang ia tulis, berharap saya sadar itu banyak juga.

Di kesempatan lain, saya pesan sapo tahu seafood. Tahu sutra yang gurih dan lembut, saking lembutnya menggelincir begitu saja lewat tenggorokan ke lambung. Tanpa banyak dikunyah. Kombinasinya nasi goreng pete. Klopt en lekker, kata orang Belanda zaman dulu.

Untuk menu mie dan nasi banyak pilihan tapi saya menyukai nasi goreng pete dan nasi goreng ikan asin saja.

Nasi liwet balinya juga lumayan mengenyangkan. Ada yang reguler dan ada yang deluxe. Bedanya jenis nasi dan tambahan cumi yang dicincang. Saya yang tak begitu bernafsu dengan cumi, lumayan bisa menelannya juga.

Cimon ini selalu ramai karena letaknya strategis di pinggir jalan Prof. Dr. Satrio. Tujuan tepat kalau Anda lapar dan kebetulan tinggal atau lewat di kawasan Karet Kuningan, Mega Kuningan, dan Karet Pedurenan di kecamatan Setiabudi, Jaksel.

Cimon ini kerap dijadikan lokasi buka bersama karyawan-karyawan DBS Indonesia atau Tokopedia. Ya, pantas saja karena lokasinya cuma selemparan handphone dari gedung DBS Tower dan Tokopedia Tower di situ.

Lebih dari keenakan masakannya ialah suasananya. Lebih nyaman daripada mall yang di jam buka puasa bisa mirip seperti sarang tawon. Bikin pusing orang introvert.

Di sini ada anak batita yang diajak ibunya bekerja. Dan sering ia lalu lalang bermain. Sampai suatu ketika ia main kolak pisang panas di troli dan membuat geger karena badannya ketumpahan kolak. Alih-alih si ibu yang menangani, malah ini majikan perempuannya yang menggendong dan membersihkan lalu menidurkan si batita. Duh, beratnya jadi ibu pekerja di Jakarta!

Praktisnya kalau mau salat juga bisa memakai ruangan tertutup di dekat meja kasir. Jadi tak usah risau kalau terlewat salat maghrib begitu kelar bukber. (*/)

Author: akhlis

Writer & yogi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: