Impersonator

Saya punya sebuah keahlian: menemukan pesohor di tempat umum dan tidak menunjukkan fanatisme dalam bentuk apapun dalam mimik muka.

Pernah suatu kali saya menemukan Ivan Lanin sedang mengantre di barisan penumpang yang masuk ke pesawat yang saya juga akan tumpangi.

Anda yang gemar berbahasa Indonesia pastilah paham siapa uda Ivan. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh paling disegani dalam pengajaran bahasa Indonesia yang baik dan benar di era digital. Karena masih muda dan berpenampilan ‘kinclong’, ia sangat populer di jagat maya berkat saran dan komentar santunnya soal banyak kesalahkaprahan berbahasa. Di saat musim lebaran begini, ia pasti menjelaskan lagi bagaimana penulisan nama hari raya yang benar menurut kaidah bahasa. Karena akar katanya menyatu dalam bahasa Arab, ia menyatakan penulisan “Idulfitri” lebih pas daripada “Idul Fitri”. Pernyataannya membuat banyak yang terperangah termasuk saya. Jadi selama ini semua tulisan di kartu lebaran produk Hallmark itu salah??!

Termasuk sekarang saat saya sedang menunggu pesawat di ruang tunggu yang luasnya tak seberapa fi bandara tengah ibukota.

Seorang pria terbatuk-batuk dari tadi. Sekali, dua kali, tiga kali, lalu terus saja sampai orang di sebelahnya jengah mendengar.

Saat saya toleh, saya yakin itu adalah wajah yang familiar. Ya, wajah seorang pembawa berita senior di stasiun televisi swasta. Entah namanya siapa. Saya lupa. Tapi yang jelas ia memiliki rupa yang khas dalam ingatan fotografis saya. Rangka kacamatanya yang paling saya hapal. Hitam, tebal, tegas serta cerdas.

Tapi ada juga yang bukan pesohor. Cuma wajahnya mirip sekali pesohor. Orang-orang dengan tampang begini bukan dengan sengaja ingin menjadi impersonator.

Seperti seorang pria di arah jam 2 dari tempat duduk saya. Wajahnya sekilas mirip Hanung Bramantyo. Kemejanya flanel merah dan hitam dengan motif kotak. Pas dengan kode busana kaum sineas yang santai tapi produktif. Cuma mulutnya agak lebih lebar. Dan kulitnya lebih cokelat terpanggang mentari.

Ada juga wanita yang tampangnya mirip atlet zaman dahulu dan sekarang pastinya menjadi pelatih atlet yang lebih muda. Tas punggungnya besar dan mahal. Kacamata hitamnya bertengger di kepala. Headset di lubang telinganya bagus. Tipe penampilan perempuan yang bergaya hidup aktif, suka berpetualang, tidak bisa diam berpangku tangan di rumah dengan mengisi waktunya untuk memasak dan mencuci dan membesarkan bayi-bayi.

Sebenarnya bukan kita yang ingin menjadi impersonator tetapi semua ini lebih karena derasnya arus budaya kontemporer. Dari iklan produk fesyen, kuliner, kosmetika yang bersifat dangkal sampai yang lebih halus seperti pola pikir konsumerisme dan hedonisme, semuanya menyerang kita manusia modern dari segala arah setiap saat kita terjaga. Akibatnya kita sadar atau tidak menjadi makin seragam. Berperilaku seragam, mengidolakan hal yang sama, selebritas yang sama, mode pakaian yang sama, makanan yang sama. Akhirnya kita menjadi masyarakat yang makin homogen.

Dan saat saya naik pesawat dan menyaksikan ada seorang pria yang dengan kacamata hitam menaiki kabin dengan tubuh terbalut sarung, saya sejenak menghakimi,”Ndeso!” Tapi sejurus kemudian memuji keberaniannya bergaya berbeda daripada mereka yang keren namun hanya menjadi pengekor. Seperti saya misalnya. Haha

Author: akhlis

Writer & yogi

6 thoughts on “Impersonator”

      1. maksudnya orang-orang terkenal itu menyamar menjadi orang lain di tempat umum agar tidak dikejar dan dikerubungi para penggemar mereka? lalu hanya sedikit orang yang teliti yang mampu menyadari dan menyingkap penyamaran itu?

      2. Hmm gimana ya. Lebih tepatnya, kita yg orang biasa ini lebih ingin menyamar menjadi selebritas dengan mengikuti budaya populer. Gitu deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: