Bisakah Genodics Diterapkan untuk Manusia?

several bunch of grapes

(Photo by Pexels.com)

GENODICS terdengar asing di telinga kita karena Indonesia bukanlah budaya anggur. Terminologi ini lebih banyak dikaitkan dengan budaya dan masyarakat Perancis yang sudah sejak ratusan tahun lalu memupuk budaya anggur di tanah air mereka.

Dalam pendekatan ilmiah Genodics, diyakini bahwa tanaman anggur bisa mencapai tingkat kesehatan dan produktivitas puncaknya dengan hanya menggunakan musik. Para petani anggur ini tak boleh menggunakan produk pestisida maupun produk lain yang bersifat kimiawi buatan.

Kebun-kebun anggur yang dimiliki para petani yang setia dengan pendekatan ilmiah Genodics ini memiliki sejumlah pengeras suara yang mengumandangkan musik klasik yang dominan dengan alat musik gesek (biola) seperti karya-karya Mozart atau Chopin. Gelombang suara dari musik klasik yang diputar itu menembus sel-sel tanaman anggur di seluruh penjuru kebun dan diharapkan bisa merangsang pertumbuhan dan ketahanan alamiah mereka terhadap serangan hama. Tujuan lainnya ialah agar mengurangi penyakit pada tanaman anggur.

“Hasilnya adalah gabungan alam dan musik dalam setiap botol anggur kami,” tulis pemilik kebun anggur bernama Château Gaby, yang mengklaim turut menerapkan pendekatan unik itu pada kebunnya.

Para ilmuwan telah mengeksplorasi efek-efek musik terhadap pertumbuhan tanaman selama berpuluh-puluh tahun. Namun, Genodics sendiri mengalami kemajuan dalam hal proses dan hasilnya sejak tahun 2008.

Pendekatan yang dipatenkan oleh seorang dokter asal Perancis bernama Joël Sternheimer ini bisa digambarkan sebagai berikut: memutar musik klasik di kebun anggur.

Durasi pemutaran musik ini bisa bervariasi. Ada yang memutar selama 7-8 jam tanpa henti. Ada juga yang memutar secara terus menerus dalam 24 jam, alias sehari semalam.

Yang sangat menarik ialah kewajiban untuk menggunakan musik klasik dalam pendekatan ini. Anda tidak bisa seenaknya berkata bosan lalu mengganti musik itu dengan musik pop kontemporer semacam lagu-lagu Justin Bieber, the Beatles, dan sebagainya. Efek positif pemutaran musik pop atau musik country seperti itu tercatat tidak banyak, kalaupun tidak bisa dikatakan “tidak ada”.

Cuma musik klasik yang dapat memberikan dampak positif pada pertumbuhan tanaman. Musik jazz dikatakan juga memiliki dampak yang baik tetapi masih sedikit di bawah musik klasik.

Jadi, meskipun saya tahu bahwa mendengarkan musik klasik secara ilmiah tidak bisa meningkatkan kecerdasan secara instan tetapi tetap saja saya ingin tahu bagaimana dampaknya pada kesehatan saya.

Selama ini saya mencoba lebih banyak memutar musik klasik sepanjang saya berolahraga di pagi hari. Alih-alih memutar lagu-lagu New Agey yang biasa diputar di kelas-kelas yoga (saya biasanya beryoga di pagi hari), saya mencoba memutar musik klasik dan merasakan sama bagusnya dengan musik-musik New Agey yang ke-India-India-an itu.

Bagaimana efeknya?

Saya belum bisa klaim hasilnya sekarang. Namun, sejauh ini saya bisa merasakan fokus yang lebih baik saat berlatih karena musik klasik. (*/)

photo of green leaf plants with brown wooden fences on brown soil

(Photo by Pexels.com)

 

About akhlis

Writer & yogi
This entry was posted in health and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.