Faedah Salat dari Kacamata Sains

SEBAGAI seorang muslim, saya tidak ragu bahwa salat akan mendatangkan kebaikan. Pahala, sebut mereka yang lebih memandang salat sebagai ritual transaksional. Semua berdasarkan untung rugi.

Sejenak lepaskan perspektif itu dan bertanya pada diri kita: apakah kita masih akan tetap salat bila para ulama tak mengatakan akan ada pahala dan dosa yang kemudian akan diakumulasi untuk ditukar dengan ‘tiket’ menuju neraka atau surga?

Saya tak bisa berkata banyak soal besaran pahala atau semacamnya karena itu semua otoritas Allah semata.

Mari kita kaji salat dari segi raga dahulu. Sebuah studi ilmiah menarik perhatian saya karena periset di Binghamton University, State University of New York mengumumkan bahwa gerakan rukuk dalam salat dapat mengurangi keluhan sakit di punggung bawah (lower back pain) asal dilakukan secara benar dan rutin.

Gerakan salat dikatakan mirip latihan terapi fisik atau yoga. Dan uniknya, gerakan terapeutik yang berkhasiat serupa juga ditemukan dalam ritual doa umat Kristiani dan Yahudi.

Kesehatan fisik kita dipengaruhi oleh beragam faktor. Misalnya faktor sosial, kondisi ekonomi, keyakinan da gaya hidup.

Ilmuwan juga menemukan adanya kaitan erat antara kegiatan doa dan kesadaran menjaga pola hidup sehat. Ritual doa bisa mengusir stres dan kecemasan dan juga dapat dianggap sebagai cara mengatasi disfungsi syaraf dan otot tubuh.

Gerakan salat mana yang berkhasiat menekan sakit punggung bawah?

Ternyata gerakan rukuklah yang memiliki khasiat itu.

Memang rukuk membuat bagian punggung bawah mengalami tekanan tetapi sakit justru bisa dihindari atau dikurangi jika kita menggunakan posisi lutut dan sudut yang tepat antara punggung dan kaki. Sudut dikatakan bisa bervariasi berdasarkan proporsi dan bentuk tubuh pelaku.

Gerakan duduk bersimpuh dan sujud juga bisa meningkatkan elastisitas persendian di kaki.

Hanya saja, menurut peneliti, pelaku perlu merasakan dan bereksperimen untuk bisa menentukan sudut yang pas antara kaki dan punggung agar manfaat bagi punggung bawah tercapai. Bila dilakukan secara asal-asalan dan sudutnya kurang tepat, sakit justru bisa makin menjadi-jadi.

Nah, karena itu jika Anda sudah salat lima kali sehari tetapi mengeluhkan sakit punggung bawah, cobalah amati gerakan rukuk Anda. Apakah sudutnya sudah pas? Apakah kedua telapak tangan sudah di titik yang pas di kaki? Itu tugas Anda untuk mengamati sendiri. (*/)

About akhlis

Writer & yogi
This entry was posted in health, writing and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.