Pengalaman Mengatasi Masalah Kulit Kering (Khusus Pria)

[Sangkalan/ Disclaimer: Tulisan ini TIDAK disponsori pihak yang disebut di dalamnya.] AKHIR-akhir ini saya mengeluhkan soal kulit yang terasa makin kering. Kulit saya memang tipikal tipis dan memerlukan perlakuan khusus. Soalnya hampir tiap hari saya berolahraga ditimpa sinar matahari. Plus , saya juga setelah itu bekerja di dalam ruangan yang berpendingin selama hampir 9 jam lebih. Pokoknya deraan terhadap kulit ini tidak habis-habis. Sebelumnya, saya memang mengatasi keluhan kulit kering ini dengan hanya menggunakan bahan-bahan alami semacam minyak zaitun, minyak biji anggur, dan minyak biji wijen. Awal-awalnya memang rasanya enak karena terasa tidak sekering sebelumnya tapi begitu udara makin lembab dan saya terpaksa keluar ruangan yang tidak berpendingin udara, kontan rasa gerah karena pori-pori tertutup pun mengganggu. Belum ditambah dengan skin tone yang menjadi setingkat (atau lebih?) lebih gelap setelah mengoleskan minyak tersebut ke kulit muka. Jadi, saya meski saya sudah cuci muka dan mandi, karena saya mengoleskan minyak tadi ke muka, kesannya malah saya kucel, berminyak dan belum mandi! Haha. Jadi saya pikir untuk di momen santai, saya bisa pakai minyak tersebut untuk mempertahankan kelembaban kulit baik muka dan badan tapi untuk di kantor atau mome Karena itulah saya memutuskan untuk menggunakan produk perawatan. Sebelumnya saya memakai produk facial foam dan essence dari SK II Men (Baca ulasan saya di sini). Ya, memang awalnya terasa lebih bersih karena formula essence-nya begitu ringan seperti toner yang mengecilkan pori-pori. Hanya saja, ternyata kulit saya terasa makin kering setelah itu. Sensasi kulit muka tertarik makin menyiksa begitu saya masuk ruangan berpendingin. Makin tersiksa rasanya. Kulit saya yang sudah terasa tipis, makin terasa kering begitu diberi essence. Akhirnya saya putuskan menghentikan dulu pemakaian produk tersebut dan mencari produk lain yang dapat memberikan solusi terhadap masalah kulit muka yang kering ini. Saat ke gerai-gerai minimarket dan bahkan di etalase apotek, rasanya sulit menemukan produk yang cocok. Apalagi untuk pria. Adanya semua produk perempuan! Saya sampai jengah. Di bagian produk perawatan kulit pria, biasanya yang tersedia hanyalah busa pembersih wajah, yang kalau saya pakai malah makin mengeringkan kulit wajah saya lebih parah dari busa pembersih wajah SK II Men yang sebelumnya saya pakai. (Bukan karena soal harga ya, tapi efek yang dirasakan ke kulit setelah penggunaan). Dan entah kenapa, produk pelembab muka untuk pria juga sangat jarang dijual secara bebas bak busa pembersih muka. Padahal idealnya, keduanya dijual dalam satu paket. Habis mencuci muka ya enaknya dipakai pelembab wajah supaya kulit yang sudah dibersihkan tersebut tidak kering kerontang. Dari pengalaman saya, memakai produk pelembab wajah khusus pria juga sering tidak cocok karena teksturnya yang terlalu lengket, sehingga di muka saya akhirnya malah rasanya berat dan bak memakai topeng. Kurang nyaman saja. Lalu ada produk lain yang dipasarkan dengan keunggulan tidak membuat kulit muka berminyak dan berjerawat karena teksturnya yang ringan. Tapi malah saat saya pakai rasanya terlalu ringan sehingga tidak menjawab solusi problem kulit kering tadi. Buah simalakama, bukan? Karena itulah, saya ‘nekat’ mencoba ke klinik perawatan kulit yang saya dapati dari jejaring sosial instagram. Saat itu saya tak sengaja melihat di akun Nabila Syakib bahwa dirinya memakai layanan perawatan kulit dari Bamed Skin Care dan saya penasaran. Saya kuntit akun instagram Bamed Skin care dan mendapati bahwa mereka juga menyediakan layanan untuk kaum Adam yang punya masalah kulit. Jadi, saya pikir: “Aha! Coba saja dulu!” Dan saat memesan sesi pemeriksaan kulit, saya ternyata bisa memilih untuk diperiksa dokter kulit pria atau wanita. Saya pikir, yang lebih memahami masalah kulit pria ya pastinya dokter kulit pria ya. Yang saya sukai dari Bamed Skin Care ini ialah lokasinya yang juga relatif dekat dengan lokasi saya tinggal jadi mudah dijangkau. Lalu saya ‘book’ sesi di Bamed Skin Care Menteng, di Menteng Central, Jl. HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat. Dokter spesialis kulit yang saya temui saat itu bernama dr. Pandu Pradana Sp.KK. Di sesi pertama kami ini, ia memeriksa kulit muka saya dan membenarkan bahwa kulit muka dan badan saya memang berkecenderungan kering. Lalu ia memberondong saya dengan sejumlah pertanyaan terkait dengan keluhan kulit kering saya. Tujuannya tentu untuk mengulik lebih dalam soal kebiasaan-kebiasaan saya yang berpotensi memicu keluhan tersebut. Beberapa pertanyaan dari dokter tersebut ialah:

  1. Apakah saya pakai toner?
  2. Aakah saya sering memakai produk antiseptik?
  3. Apakah saya suka minum teh/ kopi?
  4. Berapa lamakah saya biasanya mandi? Apakah itu pakai shower atau diguyur?
  5. Apakah ada riwayat asma dalam keluarga?
  6. Apakah saya sudah cukup minum air putih setiap hari?
  7. Apakah saya sering mandi dengan air hangat atau tidak?
  8. Produk pembersih kulit apa yang saya pakai?
  9. Moda transportasi apa yang saya sering pakai?
  10. Apa yang saya lakukan jika mengalami sensasi kulit tertarik sehabis mencuci muka?

Dari konsultasi tersebut saya mendapatkan sejumlah poin untuk mencegah dan menangani kondisi kulit kering ini dengan lebih efektif. Kiat mengatasi kulit kering:

  1. Mandi jangan terlalu lama. Cukup 3-5 menit! Apalagi jika kita mandi dengan pancuran atau shower sehingga guyurannya lebih merata dan alirannya deras sekali. Otomatis minyak alami di kulit juga terbasuh lebih banyak. Akibatnya sehabis mandi, kulit terasa lebih kesat dan bersih plus kering sekali. Mandi dengan siraman gayung mungkin bisa meminimalkan itu.
  2. Habis mandi langsung pakai pelembab. Ini disarankan agar kulit tidak telanjur kering karena terpapar udara bebas. Jadi sehabis mengeringkan kulit dengan handuk, idealnya kita langsung memakai lotion pelembab kulit untuk mempertahankan kelembaban kulit. Dan ini tidak cuma berlaku untuk kulit muka tapi juga seluruh kulit tubuh kita. Nah, inilah masalahnya. Saya agak malas kalau harus tiap mandi mengoles-oles seperti ini. Tapi memang perlu melawan kemalasan ini agar kulit tidak kering. Bahkan jika Anda selesai wudhu pun, pakailah pelembab lagi agar kulit yang sudah terbasuh air tetap lembab.
  3. No sanitizer. Dokter bertanya apakah saya sering memakai produk pembasmi kuman yang kerap didengungkan sebagai pembasmi virus dan kuman di tangan tapi saya jawab tidak. Katanya karena mengandung alkohol, produk ini memang bersifat mengeringkan kulit kita.
  4. Pakai sabun dengan kandungan pelembab ekstra. Saya pakai sabun bayi tetapi ternyata sabun bayi memang tidak mengeringkan tapi juga tidak melembabkan. Jadi ya agak sia-sia dan tidak berefek nyata. Pakai sabun berpelembab (moisturizer) saja, saran dokter. Ia sebutkan merek Dove dan Oilum.
  5. Ternyata ada kaitan antara keluhan kulit kering dengan riwayat asma di keluarga. Mereka yang memiliki penyakit asma, sering mengalami masalah pernapasan seperti bersin-bersin di pagi hari juga kata dokter berisiko memiliki kulit yang lebih kering dibandingkan mereka yang tidak. Ini mungkin tidak diketahui banyak orang. Saya sendiri tidak menderita asma namun ada beberapa anggota keluarga yang menderita asma. Jadi bisa saja ini suatu kondisi genetik.
  6. Jangan pakai air hangat tapi suhu ruang saja untuk mandi dan cuci muka. Suhu air mandi dan cuci muka idealnya memang cukup suhu ruang karena air hangat apalagi panas bisa melunturkan minyak alami di permukaan kulit. Sehabis mandi air panas memang kulit terasa lebih bersih karena daki terangkat. Namun, bersama daki juga hilang minyak alami pelindung permukaan kulit ini. Memang agak serba salah ya tapi begitulah.
  7. Minum air putih cukup! Nah, ini yang mungkin agak susah bagi kita. Karena kita susah mengukurnya. Kadang kita merasa sudah cukup minum, ternyata belum cuku juga. Dan kadang kita merasa sudah cukup, ternyata air seni masih kuning keruh. Ini memang agak ‘tricky’ karena banyak faktor yang memengaruhi kebutuhan cairan kita dalam sehari. Dan bagi yang sering di dalam ruangan berpendingin udara (AC), menakar kebutuhan air minum juga sulit karena sering rasa haus teredam oleh dinginnya udara ruangan. Akibatnya tidak terasa, lama-lama pinggang sakit karena batu ginjal muncul. Duh!
  8. Kurangi minuman dieuretik seperti teh dan kopi. Saat kita sebenarnya sudah dehidrasi lalu kita malah minum cairan berkafein tinggi. Yang terjadi tentu makin parah kekeringan dalam tubuh kita. Dan ini sering terjadi sekarang ini saat banyak orang tergila-gila dengan tren minum kopi, soda dan minuman berkarbonasi. Dan dehidrasi berkepanjangan membuat kita juga mengalami banyak gangguan kesehatan yang lebih serius daripada cuma kulit yang kering lho. Mereka yang bermasalah dengan jantung bisa mengalami gangguan kardiovaskuler tatkala dehidrasi, dan sebagainya.
  9. Menjaga asupan makanan. Konon kulit kering juga bisa diatasi dengan memperbanyak asupan yang sehat dan seimbang. Jadi, perhatikan menu harian kita. Apakah sudah cukup bergizi dan seimbang (tidak hanya mengandung makro nutrien tetapi juga mikro nutrien seperti vitamin dan mineral)?

Dari sesi konsultasi inilah saya merasa lebih memiliki bekal untuk mengelola kulit saya yang kering. Kemudian dokter meresepkan pelembab wajah Bamed Glycolic Acid 10% untuk dipakai pagi dan sore hari. Saya juga diberikan pembersih muka (yang ‘anehnya’ minim busa sehingga tidak mengeringkan tapi tetap bisa membersihkan kulit wajah). Begitu saya coba untuk membersihkan wajah dengan pembersih tersebut, memang hasilnya kulit tidak sekering setelah saya menggunakan produk lain. Dan setelah mencuci wajah, saya pakai moisturizer tersebut dan merasakan kulit lebih ‘adem’. Tidak kering apalagi tertarik sampai menyiksa. Tapi yang terpenting ialah pelembab ini tidak membuat wajah saya terlalu berminyak dan makin gelap sehingga nyaman dipakai saat beraktivitas. Dan saya juga disarankan menjalani sesi “Intraceutical Opulence & Athena“. Menurut dokter, perawatan ini berfungsi untuk menyingkirkan sel kulit mati yang kering dan kemudian memberikan asupan oksigen ke kulit. (*/)

About akhlis

Writer & yogi
This entry was posted in health and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.