Musim Kupu-kupu

Pagi ini saya mendongakkan kepala terus ke angkasa. Bukan karena saya penasaran dengan kondisi cuaca. Apalagi ingin melambaikan tangan pada pesawat yang tengah mengudara bak anak-anak kecil di kampung dahulu kala.

Tapi beberapa hari terakhir ini saya menemukan banyak sekali kupu-kuu di sekitar saya.

Saat saya berolahraga di taman belakang tempat kerja misalnya. Di sana lumayan banyak pohon. Pohon-pohonnya masih kecil-kecil. Banyak yang bahkan masih disangga dengan bambu agar bisa tumbuh lebih tegak dan tidak rubuh terterpa angin.

Saat saya berbaring, ada seekor melintas. Lalu menyusul yang lain. Saya pikir kupu-kupu yang sama dan itu hanya kebetulan. Tetapi tidak. Kemudian satu lagi mencuri perhatian, dan hilang. Lalu lainnya.

Saya tak berniat mengabadikan, mengejar-ngejar semuanya. Hanya ingin menikmati semuanya dengan netra.

Teman saya mengatakan kupu-kupu muncul jika udara sedang bersih. Hmm, entah aakah udara Jakarta sedang lebih bersih tetapi kenyataannya memang pagi ini saya menemukan banyak kuu-kupu.

Sepanjang jalan dari tempat tinggal saya di Kuningan hingga menyusuri Gatot Subroto dan Mampang dan Pancoran, saya terus mengamati pepohonan yang menjulang manugi kepala saya. Ya ya ya, selalu ada. Mereka ada, meski satu dua.

Bahkan ada segerombol di depan gedung di perempatan Mampang yang ramainya bikin gila itu. Bahkan juga ada di persimpangan Pancoran yang menjijikkan sekali kemacetannya di jam-jam sibuk seperti saat tadi melintas.

Saya acuhkan manusia-manusia yang ada di bawah dan melambungkan pandangan saya ke atas. Manusia adalah makhluk terkuat di bumi. Saya tak tertarik lagi dengan kekuatan mereka memanipulasi diri dan lingkungan mereka. Karena itulah, mereka juga tak heran bisa bertahan dari polusi yang mereka citakan sendiri. Mereka bergelimang kesalahan dan kalau mereka mati karena petaka yang mereka ciptakan, tiada banyak simpati yang bisa saya sampaikan.

Namun, kupu-kupu berbeda. Kupu-kupu mana tahu caranya membuat mobil, menyedot minyak bumi dan gas alam lalu mengeksploitasi sumber daya alam demi kepentingan dan kesejahteraan mereka sendiri? Tidak, kupu-kupu tidak seegois itu.

Di tengah deru kehidupan Jakarta yang melulu soal ekonomi, coba tebak berapa orang yang mau menyisihkan waktu untuk sekadar berhenti dalam keheningan barang sedetik dua detik untuk memandangi keindahan kepakan sayap-sayap kupu-kupu? Tidak ada tentu saja. Karena mereka hanya berpikir soal bagaimana caranya sampai di kantor secepatnya, bagaimana nanti pekerjaannya, bagaimana nanti ini itu. Pelikkk!!

Saya sesekali menatap kerumunan manusia di jalan raya saat ojek saya membelah arus ke selatan. Di kanan kiri jalan berdiri pepohonan dan ya ya ya, ada kupu-kupu lagi beterbangan di ubun-ubun dan bahu pepohonan, seolah menjauh dari raihan tangan manusia dan asap buangan mesin-mesin rancangan insinyur-insinyur. (*/)

Senam Artistik Berjuang Temukan Keseimbangan Antara Akrobatik versus Estetik

Akhir-akhir ini saya tertarik mengikuti perkembangan dunia senam artistik (artistic gymnastics) dan menemukan bahwa pesenam artistik putri dari Amerika Serikat Simone Biles memecahkan rekor dunia dengan memenangkan gelar jawara nomor serba bisa (all-around title) di kejuaraan gymnastics dunia. Tidak ada pesenam lainnya yang bisa mengalahkan dia hingga kini. Gadis 22 tahun kelahiran Columbus, Ohio itu terus melaju dengan keterampilan gerakannya yang sangat menantang hingga hampir mustahil pesenam lain melakukannya juga.

Namun, yang agak kurang ‘sreg’ bagi saya sendiri yang baru tertarik dengan senam artistik selama beberapa tahun belakangan ini adalah gerakan-gerakan Biles yang terlalu akrobatik dan sangat mengandalkan kekuatan (strength) daripada seni (art) padahal senam artistik (artistic gymnastics) sendiri mengandung unsur keindahan (artistik).

Untuk itu, saya akan mendefinisikan istilah “artistik” dahulu agar kita bisa sepakat dengan pembahasan selanjutnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Inggris Oxford, kata “artistic” mengacu pada “berkaitan dengan atau memiliki karakteristik seni” dan “menyenangkan secara estetika”. Intinya, ada elemen keindahan di sana.

Tapi jika Anda melihat gerakan-gerakan pesenam artistik dari Amerika Serikat, mereka lebih mengedepankan aspek kekuatan dan akrobatik. Hal ini bisa dilihat dari fisik para pesenamnya yang sangat solid dan kekar (meski itu perempuan).

Hal ini bukannya muncul begitu saja. Terdapat sejumlah perubahan dalam sistem penilaian senam artistik yang membuat para pesenam dituntut untuk mengambil risiko saat melakukan gerakan-gerakan di beragam nomor. Mereka tidak hanya harus melakukan gerakan yang indah secara estetika tetapi juga berani mengambil risiko dengan menggabungkan beragam gerakan dengan tingkat kesulitan yang tinggi dengan teknik yang sesempurna mungkin.

Di sini saya merasa sangat menyayangkan para pesenam Rusia yang ‘kalah’ akibat perubahan paradigma dalam sistem penilaian senam artistik.

Dahulu tatkala sistem penilaian (code of points) masih lebih sederhana, Nadia Comaneci bisa mendapatkan skor sempurna (10) yang legendaris tersebut. Namun, dengan sistem seperti sekarang ini cara penilaian menjadi begitu rumit sehingga orang awam sangat susah memahami, kecuali mereka juri profesional atau pelatih profesional senam artistik.

Dan sistem penilaian baru ini sangat menguntungkan para pesenam Amerika yang mengandalkan keberanian mengeksekusi gerakan-gerakan akrobatik yang ‘gila’.

Saya justru lebih suka dengan gaya yang akrobatik namun tetap indah seperti Viktoria Komova, yang garis tubuhnya mirip ballerina. Ini bukan kebetulan semata karena senam artistik di Rusia diajarkan dengan menggabungkan elemen tari balet juga.

Dan ini bukan cuma berlaku di senam artistik putri. Di senam artistik putra, tradisi balet meresap ke setiap gerakan pesenam putranya juga.

Saya menemukan para pesenam putra Rusia yang dilatih Andrey Telitsyn ini juga dikenalkan dengan teknik balet yang identik dengan keanggunan dan estetika yang tinggi tersebut.

Jadi, sekuen gerakan senam artistik mereka tidak cuma mempertontonkan kekuatan dan keberanian mengeksekusi gerakan-gerakan akrobatik sulit yang musykil dilakukan orang awam tetapi juga koreografi yang kompleks dan menghibur karena indah dipandang mata. Bagi saya, inilah makna ‘artistik’ yang sejati: perpaduan kekuatan dan keindahan dalam satu gelaran.

Ada beberapa pihak yang pro Biles dan menuduh bahwa sentimen pro-artistik ini cuma upaya menjegal kepiawaian Biles dalam menunjukkan keterampilannya yang belum bisa disaingi siapapun hingga sekarang. Dan acara menjegal itu ialah dengan menggunakan alasan estetik terutama bentuk tubuh dan garis tubuh (body line) . Seperti kita ketahui bentuk tubuh Biles memang terbilang padat dan kekar. Dan kakinya juga secara proporsi kurang jenjang, tetapi malah padat dan pendek.

Sementara itu, kalau kita lihat bentuk tubuh para pesenam Rusia, mereka cenderung lebih ramping, tanpa massa otot berlebihan di bagian atas tubuh mereka (kecuali para pesenam pria yang harus berkompetisi di nomor gelang-gelang terutama).

Bukannya saya tidak menyukai para pesenam yang secara natural memiliki bentuk tubuh yang gempal tetapi apa bedanya senam artistik jika ia lebih mirip dengan sirkus? (*/)

Pentingnya Literasi Digital Demi Cegah Konflik

Indonesia sudah begitu porak poranda akibat peredaran hoax atau berita bohong atau disinformasi yang begitu deras beberapa tahun terakhir ini. Namun, tetap saja kita masih terjatuh di ‘lubang’ yang sama dari hari ke hari. Ini sangat menyedihkan.

Yang paling baru, kita bisa menyaksikan bagaimana kesimpangsiuran kabar mengenai wabah Coronavirus. Dan untuk menambah keprihatinan tersebut, ternyata tidak ada elemen masyarakat yang kebal dari hoax ini, termasuk aparat pemerintah, cendekiawan, politikus, bahkan instansi pers sekalipun! Maka dari itu, marilah kita jangan menyepelekan pentingnya literasi digital.

Pertama-tama, kita perlu tahu arti “literasi digital”. Menurut laman theedadvocate.org, literasi digital bermakna “kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membagikan, dan menciptakan konten dengan memakai teknologi informasi dan Internet”. Dengan demikian, istilah ini mencakup sejumlah keterampilan yang dianggap penting agar seseorang bisa sukses di dunia digital saat ini.

Lalu apa saja keterampilan yang perlu seseorang kuasai agar bisa dikatakan “melek digital”?

Jika saya boleh menilik kurikulum “Digital Literacy Course” dari Microsoft, maka seseorang bisa dibilang “melek digital” apabila ia sudah bisa:

  • Berinteraksi dengan perangkat keras dan gawai
  • Mengkonsumsi konten digital daring
  • Berkomunikasi secara daring
  • Mengenal dan menerapkan prinsip-prinsip privasi, keamanan, dan keselamatan komputer
  • Mengenal dan menerapkan etika dan adab berkomunikasi yang baik di dunia maya
  • Mengakses dan mengubah konten digital
  • Bekerjasama dengan yang lain secara daring

(sumber: https://www.microsoft.com/en-us/digitalliteracy/home)

MANFAAT LITERASI DIGITAL

Bagi Anda generasi baby boomers yang kurang familiar dengan literasi digital, rasanya mungkin sangat aneh untuk mencoba belajar menggunakan teknologi setelah Anda melewati usia belajar. Tapi, jangan antipati dulu dengan dunia digital yang Anda anggap identik dengan anak-anak muda seusia cucu atau anak Anda! Karena ternyata dengan mempelajari keterampilan digital, Anda akan bisa juga mempertajam atau setidaknya mempertahankan daya ingat Anda meski usia sudah menapak senja.

Dalam sebuah penelitian oleh tim yang dipimpin Andre Junqueira Xavier di Universidade do Sul de Santa Catarina, ditemukan adanya kaitan era antara literasi digital dan daya kognitif atau daya ingat seseorang. Studi ini melibatkan 6.442 peserta yang berumur 50 hingga 89 tahun selama 8 tahun penuh di Inggris Raya. Sebagai subjek penelitian, para lansia ini kemudian diberikan ujian untuk mengukur daya ingat mereka. Para lansia yang memiliki tingkat literasi digital yang lebih baik, berstatus ekonomi mapan, dan bertingkat pendidikan memadai cenderung memiliki daya ingat yang lebih baik; sementara itu, mereka yang menderita cacat fisik, penyakit degeneratif seperti diabetes, depresi dan memiliki penguasaan keterampilan digital yang lebih rendah menunjukkan kecenderungan untuk mengalami penurunan daya ingat dibandingkan rekan-rekan mereka. Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital meningkatkan ketajaman otak dan kemampuan kognitif seorang manual. Karena itu, jika sebuah bangsa ingin agar generasi tuanya tetap dapat berkontribusi dan mandiri, setidaknya harus ada inisiatif untuk meluncurkan campur tangan agar generasi tua juga diajari keterampilan-keterampilan digital sebab literasi digital lebih dari sekadar ikut tren sesaat.

Generasi tua ini juga semestinya menjadi sasaran utama pelatihan literasi digital – bukannya anak-anak millennial yang sudah terampil menggunakan produk-produk digital itu.

Kenapa demikian?

Begini alasannya: menurut sebuah studi yang dilakukan tim peneliti di Social Media and Political Participation Lab milik New York University dan juga Princeton University, kebanyakan orang yang menyebarkan hoax justru adalah orang-orang yang usianya di atas 65 tahun.

Studi mereka ini berfokus pada warga Amerika Serikat saat musim kampanye pemilihan presiden tahun 2016 lalu. Mereka meneliti kelompok orang yang menyebarkan berita bohong di Facebook dan diketahui bahwa kecenderungan menyebarkan berita bohong ini lebih banyak ditemui di antara para lansia umur 65 ke atas, bukan anak-anak millennial.

PANDUAN SINGKAT LITERASI DIGITAL

Wartawan dan penulis @kangmaman1965 juga memiliki pemaknaan sendiri mengenai “literasi digital” secara lebih ringkas dan padat. Menurutnya, literasi digital mencakup petunjuk (do’s and don’ts):

  • Jangan asal bikin konten: Sebagai pengguna Internet, kita harus sadar bahwa konten yang kita buat pasti akan dikonsumsi (dibaca, dilihat, dimaknai) oleh pengguna Internet lainnya di seluruh dunia. Jadi jika kita memiliki itikad yang kurang baik dan kurang bisa mempertanggungjawabkan apa yang kita hasilkan, kita akan mempengaruhi banyak orang juga. Apalagi jika kita memiliki pengikut banyak dan memiliki tingkat pengaruh yang cukup luas, dampak destruktifnya akan jauh lebih luas.
  • Think before tweet(ing): Mirip dengan “think before you leap”. Berpikirlah dahulu sebelum bertindak. Bukannya menganjurkan ‘overthinking’ tetapi ini menjadi salah satu cara hidup berkesadaran. Dan yang terpenting ialah harus disadari juga bahwa sekali kita mempublikasikan konten di Internet, jejak digital itu akan terus ada. Bahkan jika ada opsi ‘delete’ (hapus).
  • Saring sebelum membagikan (sharing): Dengan pemikiran “fear of missing out” (takut ketinggalan zaman atau tren) atau “sekadar berbagi informasi”, kita malah menjadi agen penyebar hoax. Pernahkah Anda bertanya pada mereka yang membagikan berita-berita disinformasi dan kemudian bertanya, “Memang tahu benar dari mana?” atau “Sumbernya dari mana?”, sering mereka menjadi tergagap karena baru terpikirkan dalam benak mereka. “Oh iya ya. Kalau ternyata tidak benar bagaimana?” Akal sehat seolah terdahului oleh emosi dan keinginan untuk menjadi yang terdepan dalam menyebarkan informasi yang dianggap ‘belum banyak diketahui orang’, esklusif, dan sebagainya.
  • Boleh viral, jangan bikin sial: Contohnya video-video di YouTube tentang prank atau mengerjai orang lain yang tidak tahu menahu. Mirip dengan konsep acara “Spontan” yang dulu pernah populer di SCTV atau acara “Just for Laugh” yang kerap kita bisa saksikan di pesawat terbang.
  • Utamakan ketepatan, bukan kecepatan: Dengan begitu cepatnya membagikan informasi, kita sering lupa dengan aspek ketepatannya. Apakah konten yang kita bagikan itu akurat dari segi jurnalistik atau tidak? Apakah sebuah berita memiliki sumber yang kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan faktual? Untuk kalangan awam, hal ini jauh dari pikiran mereka.

Kemudian ia juga menambahkan bahwa kita perlu memastikan konten yang akan dibagikan memiliki 3 kandungan berikut ini:

  • Benar: Apakah berita atau konten yang akan kita bagikan di grup WhatsApp itu bisa dibuktikan kebenarannya? Apakah sumber berita ini valid/ sah?
  • Baik: Bagaimana dengan kandungan konten itu? Apakah akan memberikan kebaikan bagi yang menerima atau mengkonsumsinya? Atau hanya akan menjadi konten yang bersifat ‘sampah’?
  • Bermanfaat: Apakah konten yang akan dibagikan juga memiliki manfaat yang jelas bagi pengguna Internet lainnya?

Mengapa Tidur Cukup Membuat Kita Awet Muda?

APAKAH alasan Anda tidur? Mengantuk? Karena sudah lelah seharian bekerja atau beraktivitas?

Apapun alasan Anda tidur di malam hari dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan tubuh, satu yang pasti ialah semua makhluk hidup membutuhkannya.

Padahal dengan tidur, kita seperti membuang-buang waktu dalam hidup. Bayangkan saja, tidur setidaknya memakan waktu total seperempat atau sepertiga masa hidup kita. Misalnya seseorang hidup selama 100 tahun, maka bisa diasumsikan ia menghabiskan waktu selama kurang lebih 33 atau 25 tahun hanya untuk berbaring, terlelap nyenyak di tempat tidur, atau di kursi atau di sofa atau di hammock, bangku, dan sebagainya.

Tidur juga sebetulnya membuat kita menjadi lemah. Manusia yang tidur bisa menjadi korban fatal dari bencana seperti gempa bumi, banjir, dan beragam kecelakaan lalu lintas. Semua itu karena tidur merampas kepekaan kita terhadap ancaman eksternal di sekitar kita.

Meskipun demikian, tetap saja kita tidak bisa meninggalkan tidur. Sehingga tidak heran jika kita menemukan berita tewasnya orang yang secara sengaja meninggalkan tidur dalam beberapa hari. Mungkin Anda belum lupa dengan kasus kematian seorang copywriter di agensi di Jakarta yang terpaksa meminum minuman berenergi demi untuk begadang dan menyelesaikan tenggat waktu dalam beberapa hari.

Jadi, kita jangan terkejut menemukan kenyataan bahwa sebagian anak muda yang terlibat dalam dunia kerja ibukota saat ini dijangkiti penyakit-penyakit yang seharusnya diderita bapak ibu dan nenek kakek mereka. Beberapa bahkan meninggal karena diabetes, serangan jantung, penyakit autoimmune dan sebagainya.

Sebenarnya ini semua karena mereka meninggalkan ‘fitrah’ untuk tidur sesuai kebutuhan tubuh mereka.

Para peneliti berargumen bahwa jika tidur dibutuhkan demi memelihara fungsi penting tubuh fisik ini, hewan-hewan yang bisa hidup dengan sedikit tidur seharusnya tidak bisa hidup dengan sehat dan seharusnya.

Namun, di sebuah eksperimen yang melibatkan lalat-lalat mutan yang peka sekali dengan stres oksidatif akut (yang terpicu oleh radikal bebas yang berlebihan), ditemukan bahwa tidur memang berfungsi untuk mempertahankan sistem tubuh kita ini dari stres oksidatif dan pada gilirannya stres oksidatif inilah yang memicu kita mengantuk dan bisa tertidur pulas.

Temuan ini seolah menjadi penegas bahwa memang ada kaitan erat antara gangguan tidur dengan sejumlah penyakit yang berhubugan dengan stres oksidatif seperti penyakit Alzheimer’s, Parkinson’s, dan Huntington’s.

Jika seseorang kekurangan tidur, mereka bisa lebih rentan terhadap stres oksidatif. Sebaliknya juga, jika mereka mengalami gangguan respons antioksidan, gangguan tidur bisa terjadi dan memicu beragam penyakit.

Stres oksidatif biasanya dipicu oleh radikal bebas yang jumlahnya berlebihan dalam tubuh sehingga bisa merusak sel-sel dan menyebabkan gangguan fungsi organ tubuh. Radikal bebas yang beracun akan menumpuk dalam sel-sel tubuh dengan terjadinya metabolisme sehari-hari ditambah dengan kerusakan lingkungan sekitar. Tidur berperan sebagai perisai bagi tubuh kita agar stres oksidatif tidak sampai membuat radikal bebas ini menumpuk berlebihan di dalam sel tubuh.

Jadi yang saya maksud dengan “awet muda” di judul tulisan ini sebenarnya ialah “kemampuan tubuh kita untuk berfungsi dengan baik sebagaimana fungsi tubuh seorang manusia di usia yang lebih muda”. Dan ini tidak serta merta berkaitan dengan kerutan di kulit atau uban di rambut kepala kita. Tidur memang tidak seratus persen menjamin kita bebas kerutan di wajah atau bebas uban di kepala tetapi setidaknya kesehatan dan tubuh kita tidak akan lekas lapuk, melebihi kecepatan yang seharusnya. Inilah yang menurut saya seharusnya menjadi definisi sejati “awet muda”.

Jika Anda merasakan kesulitan tidur dengan nyenyak di malam hari (insomnia), ada baiknya Anda mencoba untuk menghindari kafein di sore hari, menghindari melakkan kegiatan yang merangsang adrenalin saat malam hari jelang tidur, menghindari penggunaan gawai seperti ponsel di malam hari di tempat tidur, dan sebagainya. Cara lain agar tidak terus begadang juga ialah dengan mendisiplinkan diri untuk istirahat begitu tubuh sudah meminta rehat. Jangan malah digenjot dengan kafein atau minuman berenergi.

Kehabisan akal untuk mengatasi insomnia? Cobalah gunakan aplikasi RILIV yang kini bisa diinstal di iPhone maupun Android. Di dalamnya Anda bisa menemukan konten-konten meditasi untuk memepermudah tidur di malam hari. Ada yang bisa Anda dapat secara gratis. Namun, jika ingin menikmati lebih banyak kontennya, Anda bisa memakai kupon “AKHLISRILIV” dari saya untuk mendapatkan diskon 20%. (*/)

Ponselmu, Kepribadianmu

Kebanyakan artikel soal pengelompokan kepribadian berdasarkan pilihan seseorang hanya menggunakan asumsi yang tidak bisa dianggap ilmiah.

Tapi di tulisan kali ini, saya menggunakan hasil studi ilmiah untuk mencoba mengidentifikasi kepribadian pemilik ponsel cerdas.

Menurut hasil penelitian dari tim riset Lancaster University tahun 2016, para pengguna ponsel Android secara psikologis lebih jujur daripada pengguna iPhone.

Wah, benarkah?

Studi ini sendiri dilakukan dengan melibatkan lebih dari 550 pengguna ponsel pintar di Inggris, tempat 80% warganya pasti memiliki ponsel pintar dengan pangsa pasar iPhone dan Android yang sama kuatnya (50 banding 50).

Dalam penelitian yang hasilnya dipublikasikan di “Cyberpsychology, Behaviour and Social Networking” tersebut, ditemukan adanya kaitan kuat antara pilihan ponsel pintar dan kepribadian dengan argumen bahwa ponsel merupakan ekspresi dari pribadi kita.

KUBU iPHONE
Berikut merupakan beberapa kecenderungan yang ditemukan pada para pemilik iPhone.

Dibandingkan mereka yang menggunakan ponsel Android, para pengguna iPhone lazimnya berusia lebih muda. Perempuan biasanya juga menjadi pengguna iPhone. Kepemilikan iPhone bagi mereka dianggap sebagai sebuah ungkapan status baik ekonomi dan sosial. Orang-orang yang menggunakan iPhone juga dikatakan lebih ekstrovert dan tidak begitu memikirkan soal kepemilikan ponsel yang terlalu ‘pasaran’.

KUBU ANDROID
Sebaliknya, mereka yang menggunakan ponsel Android dikatakan memiliki kecenderungan kepribadian sebagai berikut.

Para pemilik iPhone biasanya berjenis kelamin pria dan berusia matang. Di studi ini juga ditemukan bahwa kepribadian mereka lebih terbuka, jujur dan menyenangkan.

Mereka ini lebih segan melanggar aturan demi kepentingan pribadi dan tidak begitu tertarik untuk meraih kekayaan dan status sosial dan ekonomi.

Mengutip Dr. David Ellis, seorang peneliti dari Lancaster University, studi ini menunjukkan bahwa pilihan sistem operasi ponsel bisa memberikan petunjuk yang bermanfaat jika kita hendak meramalkan kepribadian dan karakter seseorang.

Di studi lain, psikolog kemudian dapat mengembangkan program komputer yang bisa memprediksi jenis ponsel apa yang dimiliki seseorang berdasarkan perbedaan-perbedaan antara pengguna iPhone dan Android. (*/)

Seberapa Banyak Olahraga yang Diperlukan Agar Tidak Kurang dan Tidak Berlebihan?

Berita kematian mendadak Ashraf Sinclair hari ini mengguncang masyarakat Indonesia. Saya sendiri baru menemukan kabar tersebut di Twitter karena pagi-pagi namanya sudah jadi Trending Topic. Jarang-jarang namanya disebut warganet seintens itu karena setahu saya juga dia selebriti yang berkelakuan baik, tidak pernah mabuk, setia, monogami, apalagi terlibat penyalahgunaan zat-zat psikotropika. Dan terlebih lagi gaya hidupnya juga sehat sekali. Ia suka berolahraga dan sempat saya menyaksikan foto-fotonya memamerkan badan hasil berolahraga keras itu.

Saya telusuri akun Instagram mendiang dan menemukan adanya unggahan saat ia menggunakan mesin yang konon fungsinya setara dengan melakukan puluhan ribu sit-up agar six-pack otot perut lebih terjaga. Lalu, serta merta warganet yang punya banyak waktu berlebih di jempol mereka menyerbu akun klinik kecantikan yang dimaksud dan menghujani dengan komentar pedas. Kasihan. Padahal belum tentu demikian juga penyebabnya.

Sementara itu, teman saya mendapat ‘bocoran’ bahwa mendiang baru saja pulang dari Amerika Serikat dan alih-alih tidur dan istirahat untuk memulihkan kondisi tubuh karena ‘jet-lag’ sebab perbedaan zona waktu, ia malah berolahraga. Entah ini betul atau tidak, silakan jika ada yang bisa mengklarifikasi lebih lanjut.

Saya berhenti di sini untuk mengupas soal kasus Ashraf ini dan beralih ke isu yang lebih krusial dan general bagi kita semua. Sekali lagi orang banyak bertanya:

Lho sudah bergaya hidup sehat, rajin olahraga, jaga makanan tapi kok masih juga kena serangan jantung di usia yang masih terbilang muda lagi!?

Jadi, apakah berolahraga teratur itu baik?

Jadi, apakah olahraga dengan tujuan untuk memburu ‘six-pack’ idaman itu haram?

Jadi, olahraga yang benar itu jumlahnya seberapa dan sesering apa supaya sehat dan panjang umur, bukannya kena serangan jantung atau meninggal mendadak?

Daripada berspekulasi, mari kita telaah beberapa sumber/ literatur yang lebih bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Ternyata olahraga juga bisa ‘membunuh’ kita bila dosisnya berlebihan. Banyak orang menyangka, olahraga lebih sering dan lebih keras pasti juga lebih baik buat kesehatan dalam jangka pendek dan panjang.

Keliru!

Meskipun olahraga teratur memang bagus dan bahkan wajib bagi mereka yang sudah menderita beragam penyakit degeneratif semacam penyakit jantung, diabetes, stroke, tekanan darah tinggi dan sebagainya, ternyata sebagaimana obat, olahraga juga punya ambang batasnya.

The Physical Activity Guidelines for Americans yang dipublikasikan Elsevier di tahun 2014 merekomendasikan orang berolahraga dengan intensitas moderat selama 150 menit per minggu. Jika mau berolahraga intensitas berat, silakan batasi sampai 75 menit saja per minggu.

Dari temuan studi Mayo Clinic Proceedings, dinyatakan bahwa ada bukti konkret bahwa kasus kematian akibat serangan jantung pada mereka yang sudah pernah menderita serangan jantung yang berolahraga sampai berlebihan juga ditemukan di tengah masyarakat. Para ilmuwan meneliti hubungan olahraga dan kematian akibat serangan jantung pada sekitar 2400 penyintas serangan jantung.

Manfaat positif olahraga semacam jalan kaki dan jogging menurut ilmuwan bisa dinikmati jika kita tidak melampaui jarak 30 mil seminggu atau berjalan sepanjang 46 mil per minggu.

Memang mereka tidak serta merta mengatakan kita yang berjalan kaki atau jogging melebihi jumlah itu akan mati cepat tetapi setidaknya membuat kita berpikir: “Apa faedahnya jika saya menghabiskan waktu untuk sesuatu yang bahkan kontraproduktif untuk kesehatan saya? Bukankah saya berolahraga agar sehat dan panjang usia?

Para peneliti memang menggarisbawahi bahwa olahraga intensitas tinggi yang dilakukan para atlet pro misalnya tidak membuat mereka tewas tetapi ingatlah bahwa kebanyakan dari kita tidak memiliki tingkat kebugaran dan ‘kemewahan’ dalam menjaga kesehatan sebagaimana dimiliki para atlet profesional ini. Mereka ini sudah mulai berolahraga dari kecil dan secara konsisten berolahraga dan menjaga pola hidup sehat dengan ketat. Sementara itu, kita yang bukan atlet profesional (cuma aktif di akhir pekan alias ‘weekend warriors‘) mengira bahwa dengan menjalani pola latihan dan makan atlet pro, kita akan bisa sebugar mereka. Padahal di balik itu ada banyak faktor yang bermain.

Para ilmuwan menamakan fenomena yang banyak ditemukan di tengah orang-orang yang berolahraga dengan strategi ‘lebih banyak, lebih baik’ ini sebagai “cardiac overuse injury“.

Jadi, yang terbaik itu yang bagaimana?

Bapak kedokteran modern Hippocrates mengatakan lebih dari 2000 tahun lalu bahwa semua manusia bisa sehat dengan cara yang aman jika mereka bisa mendapatkan asupan dan olahraga yang pas. Tidak terlalu rendah dan tidak juga terlalu berlebihan.

Mungkin kita perlu menjadikan lagu Vetty Vera (penyanyi dangdut era 1990-an) “Sedang-sedang Saja” sebagai semboyan kita dalam berolahraga. (*/)

Seberapa Banyak Olahraga yang Diperlukan Agar Tidak Kurang dan Tidak Berlebihan?

Berita kematian mendadak Ashraf Sinclair hari ini mengguncang masyarakat Indonesia. Saya sendiri baru menemukan kabar tersebut di Twitter karena pagi-pagi namanya sudah jadi Trending Topic. Jarang-jarang namanya disebut warganet seintens itu karena setahu saya juga dia selebriti yang berkelakuan baik, tidak pernah mabuk, setia, monogami, apalagi terlibat penyalahgunaan zat-zat psikotropika. Dan terlebih lagi gaya hidupnya juga sehat sekali. Ia suka berolahraga dan sempat saya menyaksikan foto-fotonya memamerkan badan hasil berolahraga keras itu.

Saya telusuri akun Instagram mendiang dan menemukan adanya unggahan saat ia menggunakan mesin yang konon fungsinya setara dengan melakukan puluhan ribu sit-up agar six-pack otot perut lebih terjaga. Lalu, serta merta warganet yang punya banyak waktu berlebih di jempol mereka menyerbu akun klinik kecantikan yang dimaksud dan menghujani dengan komentar pedas. Kasihan. Padahal belum tentu demikian juga penyebabnya.

Sementara itu, teman saya mendapat ‘bocoran’ bahwa mendiang baru saja pulang dari Amerika Serikat dan alih-alih tidur dan istirahat untuk memulihkan kondisi tubuh karena ‘jet-lag’ sebab perbedaan zona waktu, ia malah berolahraga. Entah ini betul atau tidak, silakan jika ada yang bisa mengklarifikasi lebih lanjut.

Saya berhenti di sini untuk mengupas soal kasus Ashraf ini dan beralih ke isu yang lebih krusial dan general bagi kita semua. Sekali lagi orang banyak bertanya:

Lho sudah bergaya hidup sehat, rajin olahraga, jaga makanan tapi kok masih juga kena serangan jantung di usia yang masih terbilang muda lagi!?

Jadi, apakah berolahraga teratur itu baik?

Jadi, apakah olahraga dengan tujuan untuk memburu ‘six-pack’ idaman itu haram?

Jadi, olahraga yang benar itu jumlahnya seberapa dan sesering apa supaya sehat dan panjang umur, bukannya kena serangan jantung atau meninggal mendadak?

Daripada berspekulasi, mari kita telaah beberapa sumber/ literatur yang lebih bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Ternyata olahraga juga bisa ‘membunuh’ kita bila dosisnya berlebihan. Banyak orang menyangka, olahraga lebih sering dan lebih keras pasti juga lebih baik buat kesehatan dalam jangka pendek dan panjang.

Keliru!

Meskipun olahraga teratur memang bagus dan bahkan wajib bagi mereka yang sudah menderita beragam penyakit degeneratif semacam penyakit jantung, diabetes, stroke, tekanan darah tinggi dan sebagainya, ternyata sebagaimana obat, olahraga juga punya ambang batasnya.

The Physical Activity Guidelines for Americans yang dipublikasikan Elsevier di tahun 2014 merekomendasikan orang berolahraga dengan intensitas moderat selama 150 menit per minggu. Jika mau berolahraga intensitas berat, silakan batasi sampai 75 menit saja per minggu.

Dari temuan studi Mayo Clinic Proceedings, dinyatakan bahwa ada bukti konkret bahwa kasus kematian akibat serangan jantung pada mereka yang sudah pernah menderita serangan jantung yang berolahraga sampai berlebihan juga ditemukan di tengah masyarakat. Para ilmuwan meneliti hubungan olahraga dan kematian akibat serangan jantung pada sekitar 2400 penyintas serangan jantung.

Manfaat positif olahraga semacam jalan kaki dan jogging menurut ilmuwan bisa dinikmati jika kita tidak melampaui jarak 30 mil seminggu atau berjalan sepanjang 46 mil per minggu.

Memang mereka tidak serta merta mengatakan kita yang berjalan kaki atau jogging melebihi jumlah itu akan mati cepat tetapi setidaknya membuat kita berpikir: “Apa faedahnya jika saya menghabiskan waktu untuk sesuatu yang bahkan kontraproduktif untuk kesehatan saya? Bukankah saya berolahraga agar sehat dan panjang usia?

Para peneliti memang menggarisbawahi bahwa olahraga intensitas tinggi yang dilakukan para atlet pro misalnya tidak membuat mereka tewas tetapi ingatlah bahwa kebanyakan dari kita tidak memiliki tingkat kebugaran dan ‘kemewahan’ dalam menjaga kesehatan sebagaimana dimiliki para atlet profesional ini. Mereka ini sudah mulai berolahraga dari kecil dan secara konsisten berolahraga dan menjaga pola hidup sehat dengan ketat. Sementara itu, kita yang bukan atlet profesional (cuma aktif di akhir pekan alias ‘weekend warriors‘) mengira bahwa dengan menjalani pola latihan dan makan atlet pro, kita akan bisa sebugar mereka. Padahal di balik itu ada banyak faktor yang bermain.

Para ilmuwan menamakan fenomena yang banyak ditemukan di tengah orang-orang yang berolahraga dengan strategi ‘lebih banyak, lebih baik’ ini sebagai “cardiac overuse injury“.

Jadi, yang terbaik itu yang bagaimana?

Bapak kedokteran modern Hippocrates mengatakan lebih dari 2000 tahun lalu bahwa semua manusia bisa sehat dengan cara yang aman jika mereka bisa mendapatkan asupan dan olahraga yang pas. Tidak terlalu rendah dan tidak juga terlalu berlebihan.

Mungkin kita perlu menjadikan lagu Vetty Vera (penyanyi dangdut era 1990-an) “Sedang-sedang Saja” sebagai semboyan kita dalam berolahraga. (*/)

Menjajal Buat Podcast

Sejak akhir tahun lalu, saya tertarik untuk membuat podcast.

Selama ini saya pikir membuat podcast rumit. Ya memang rumit karena harus tahu tetek bengek teknisnya Dan melihat orang podcast dengan memakai mikrofon, saya pun berkata dalam hati,”Harus ya pakai mikrofon?” Ya karena saya tidak punya. Dan masak beli mikrofon hanya cuma karena mau iseng bikin podcast yang cuma berdasarkan iseng.

Nah, begitu suatu hari saya temukan aplikasi “Anchor”, saya girang. Ternyata aplikasi tersebut bisa membantu saya membuat rekaman podcast cuma dengan berbekal ponsel cerdas.

Langsung saja saya unduh aplikasi itu di Google Play dan menggunakannya.

Sebagai pengganti mikrofon, saya cuma pakai mikrofon ponsel saya. Praktis.

Dan karena saya bisa menggunakan ponsel untuk merekam suara saya sendiri, saya akhirnya bisa melakukan perekaman podcast di mana saja asal suasananya tenang sehingga ucapan saya terekam dengan baik.

Kemudian saya mencoba merekam dengan menggunakan Anchor.

Rekaman suara saya bisa dibagi-bagi lagi dan diedit dan dipotong-potong. Awalnya saya tidak pakai script. Alhasil kadang saya terbata-bata, kadang melantur ke mana-mana dan membosankan.

Setidaknya itulah kata teman-teman kerja saya yang mendengarkan podcast saya itu.

Saya sendiri memilih topik kesehatan dan tidur sebagai tema besarnya. Kenapa? Ya, karena saya punya passion di bidang kesehatan/ wellbeing jadi saya merasa lebih nyaman membicarakannya.

Kelebihan merekam tanpa script ialah saya bisa mengupas puas topik yang dipilih. Panjang lebar tidak masalah.

Masalahnya saya kemudian menyadari bahwa jalannya pikiran saya ternyata bisa ‘ngalor-ngidul’ jika tidak diberi panduan script. Jadinya durasi podcast saya panjanggg sekali. Sampai 30 menitan dan menurut pendengar, menjadi agak membosankan meskipun sudah diberi musik latar dan jeda.

Karena itu, saya disarankan seorang teman yang pernah bekerja di dunia penyiaran untuk memangkas durasi dan membuat script yang bis dibaca saat podcast. Setidaknya sebagai panduan agar tidak melantur. Berikut contoh script podcast tersebut.

CONTOH SCRIPT PODCAST

Music intro (Sex and the city soundtrack)

Opening: Hi Akhlicious, welcome to my podcast channel. Boleh tanya ga? Siapa yang ga suka nonton film? Saya rasa semua orang suka nonton film, if I may ask myself, Saat diajak menonton film-film fantasi seperti Gundala atau The End Game punya Marvel, saya tidak merasakan tertarik. Namanya juga pecinta film realis/

Jadi saat saya diajak menonton film satu ini, saya merasa lumayan ingin tahu. Sebab film ini dibuat berdasarkan kisah nyata. Ada sesuatu dalam kisah nyata yang terasa lebih menggugah daripada film-film fantasi bertema superhero. Bukan saya bermaksud merendahkan genre itu, tetapi ini cuma berbeda selera semata/

Di situs Rotten Tomatoes, saya mendapati para kritikus sepakat dengan vonis “lucu, menyayat hati, dan cerdas” dalam konsensus mereka. Dan saya sendiri merasakan sensasi yang mirip/

Film ini diilhami oleh kisah cinta Kumail Nanjiani dan Emily V. Gordon ini diputar hampir 120 menit, tepatnya 119 menit/

Sebetulnya isu yang diangkat klise saja: perbedaan budaya dan kebangsaan yang cukup lebar di antara kedua manusia yang terlibat romansa/ Who doesn’t like romance?/

Kumail seorang pemuda yang sudah memasuki usia matang dan pantas menikah namun belum menemukan perempuan yang sesuai. Ia sendiri terus menerus disuguhi ibunya yang Pakistan totok untuk menikahi wanita-wanita pilihannya. Mereka ini sudah dipilih bobot, bibit, dan bebetnya oleh si ibu yang bersikeras bahwa anak-anaknya harus menikahi orang Pakistan juga meskipun mereka sudah tinggal lama di Inggris Raya/

(SARAN: persingkat cerita nya, lalu kasi punch line dibelakang story, kayak key take outs gitu)

Banyak pergulatan batin yang dialami oleh karakter utama Kumail di sini. ia mengalami pergulatan spiritual. Kumail berpura-pura masih meyakini agam Islam yang diyakini oleh semua anggota keluarganya. Ada adegan yang lucu, yakni saat ia disuruh oleh orang tuanya untuk salat di basement rumah mereka. Ia menurut saja, menggelar sajadah seolah sedang salat tetapi kenyataannya ia duduk dan menonton video di iPhonenya dan keluar dengan menenteng sajadah yang terlipat seolah habis salat dengan khusyuk. Kumail belum berani mengatakan ia ingin mencari keyakinan spiritualnya sendiri. Tidak cuma mengekor kedua orang tuanya yang sudah sejak lahir muslim taat.

Sang protagonis juga terus diam saat ia masih dijodohkan ibundanya dengan beragam gadis Pakistan yang diajak mampir si ibu. Begitu seringnya hingga ia sendiri hapal dengan skenario si ibu saat ada gadis Pakistan yang ‘mampir’. Seolah kehadiran mereka cuma kebetulan, padahal sudah direkayasa sedemikian rupa.

Dan sayangnya tidak ada satu gadis Pakistan pilihan ibunya yang ‘sreg’ di hati. Begitu banyaknya gadis yang sudah diajak ke rumah agar bisa bertemu dengan Kumail sampai sebuah kotak penuh dengan foto-foto mereka.

Semua itu terus terjadi dengan pergulatan karier yang dihadapi Kumail juga di kota kecil tempatnya tinggal. Ia belum mendapatkan pekerjaan tetap dan hanya mencari nafkah dengan menjadi pengemudi Uber. Ia terus berusaha mencari celah untuk bisa menjadi bintang comic di panggung standup comedy tapi belum begitu berhasil.

Suatu malam ia bertemu dengan Emily yang sedang studi S2 di bidang psikologi dan merasa cocok. Namun, karena Kumail sendiri sudah apatis dengan cinta, ia ‘berkomitmen’ tidak akan bertemu/ berkencan dengan seorang wanita lebih dari sekali. Mungkin istilahnya yang tepat ialah “one night stand”, suatu konsep berpacaran yang sangat melampaui kaidah syariah yang dianut keluarganya.

Yang saya sangat kagumi dari Kumail ialah keteguhan tekadnya. Begitu ia tahu Emily adalah sosok yang ia cari selama ini sebagai pasangan hidupnya, dengan gigih ia melakukan apapun, termasuk bersikeras menjagainya saat koma.

Konflik tercipta saat ibu Emily tampak tidak menyukainya. Namun, kebencian itu semua lumer begitu kedua ortu Emily menghadiri pentas standup comedy Kumail. Di situ terjadi hal yang mustahil terjadi dalam benak Kumail: ia dibela ibu Emily yang marah melihat ada celetukan rasis dari seorang penonton padahal Kumail sudah berupaya tenang dan tidak terprovokasi. Perlahan ia juga sanggup merebut hati ayah Emily.

Hanya saja, problem sejati biasanya berasal dari dalam, dalam kasus Kumail, ia harus menghadapi ibu dan ayahnya. Mereka berdua akan marah besar jika tahu ia akan menikahi gadis kulit putih yang tidak cuma seagama, tapi juga tidak seras, tidak sebudaya, tidak bisa memenuhi syarat menantu ideal karena ia sudah janda. Emily diketahui kemudian sudah pernah menikah dan gagal.

Hubungan Emily dan Kumail hampir retak. Dan Kumail dengan sabar menunggunya sampai benar-benar pulih dari penyakit langka yang ia derita.

Akhirnya keduanya kembali bertemu dan Emily menerima Kumail. Sebuah akhir yang manis dan bisa ditebak. Tidak tragis dan penuh ‘twist’.

 Until my next podcast, asta la vista akhlicious (harus ada closing line)

Pengalaman Membeli Rumah Pertama secara Tunai dan Tinggal di Citra Maja Raya [2020-Sekarang]

KEBUTUHAN manusia yang paling dasar ada tiga: sandang, pangan, dan papan. Kalau ditilik dari tingkat kesejahteraan manusia modern di abad ke-21 ini, tentunya kita tahu bahwa kebanyakan manusia saat ini sudah bisa memiliki sandang dan pangan dengan relatif mudah.

Tetapi soal memiliki papan, tidaklah semudah itu. Memiliki rumah saat ini sangatlah tidak murah. Padahal sebenarnya membeli rumah itu mudah dan murah jika kita mau sedikit mengerem gaya hidup.

Dan mengerem keinginan konsumtif itu memang susah, karena saya yakin manusia itu memang takdirnya menjadi makhluk yang boros. Bahkan bagi orang yang sudah merasa sangat hemat sekalipun, pasti ada satu celah di mana dia mengeluarkan uang untuk sesuatu yang sesungguhnya tidak perlu dan bisa dihindari. Misalnya, jika Anda merasa sudah bisa berhemat dengan berpantang merokok selama beberapa tahun, mungkin Anda akan melampiaskannya ke aspek olahraga agar bisa terus sehat dan tidak kembali kecanduan nikotin. Atau jika Anda merasa sudah berhemat dengan makan ala kadarnya di warung tegal saban hari, Anda mungkin tidak sadar bahwa membeli iPhone 11 adalah pemborosan yang sejatinya tak perlu.

Saya sangat maklum. Begitulah manusia. Tiada yang sempurna.

Saya juga demikian.

Jadi begitu dua tahun lalu ada rezeki berlebih saya ‘nekat’ membeli saja satu unit rumah sederhana secara tunai meski keuangan saya hampir habis-habisan saat itu.

Saat saya terbersit membeli rumah, saya pikir bahwa jika saya hanya membiarkan uang tabungan itu di rekening, ia hanya akan digerogoti inflasi. Dan saat itu ada penawaran rumah di Citra Maja Raya di kabupaten Lebak, Banten. Jadi, kenapa tidak?

Sebagai sangkalan (disclaimer) di awal, saya menulis ini dengan apa adanya menurut apa yang saya alami. Saya memang sebelumnya bekerja untuk perusahaan properti tersebut tetapi saya sekarang tak lagi mencari nafkah di sana. Jadi, saya bukan bagian dari jaringan marketing atau strategi marketing di perusahaan yang didirikan alm. Ir. Ciputra tersebut.

Saya sendiri memilih pengembang properti Ciputra dengan alasan sudah tepercaya dan kredibilitasnya teruji. Dengan motto IPE-nya (Integritas, Profesionalisme, dan Entrepreneurship), perusahaan ini sudah mengalami krisis 1998 dan saat itu yang saya kagumi ialah alm. Ir. Ciputra tidak meninggalkan Indonesia ke luar negeri demi keselamatannya sendiri meskipun ia sebetulnya bisa saja.

Dan kebetulan saya juga memiliki pengalaman yang relatif baik dalam membeli rumah di salah satu proyek terbarunya ini.

Ditambah lagi karena saya lebih menyukai jenis rumah tapak (landed house) karena ada tanah yang saya bisa pijak! Terdengar kolot dan kuno tetapi menurut saya cukup logis karena manusia diciptakan untuk menjejakkan kaki ke tanah/ bumi.

Awalnya saya ditawari agen dan saya tanpa rencana diajaknya ke lokasi proyek tersebut. Saat tahun 2018 itu, proyek tahap pertama di Citra Maja Raya sudah terselesaikan. Sehingga saya seratus persen yakin bahwa pihak pengembang Ciputra beritikad baik untuk mengembangkannya menjadi sebuah kota mandiri terpadu yang mengusung konsep ramah lingkungan (eco-friendly).

Saya baca di laman Wikipedia.com tentang proyek ini, Citra Maja Raya di kecamatan Maja, kabupaten Lebak, Provinsi Banten ini ialah salah satu dari 10 kota publik baru yang ditetapkan dalam Keputusan Presiden No.2 Tahun 2015. Kota baru ini termasuk dalam Rencana Pengembangan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 sehingga makin yakinlah saya dengan masa depannya. Bagi saya sendiri, inilah daya tarik utamanya dibandingkan iklan jor-joran dan agresif ala M**karta yang kini tidak ada kabar beritanya.

Semasa bekerja di Ciputra, saya akrab dengan istilah ‘backlog’ yang dalam dunia properti mengacu pada kondisi kekurangan suplai (dalam hal ini rumah tinggal ) dan tingginya permintaan di pasaran untuk produk properti yang terjangkau bagi semua kalangan. Urusan perumahan memang pelik di nusantara karena ini bukan cuma soal menumpuk batubata, semen, lalu memberinya genteng sebagai atap, tetapi bagaimana menciptakan lingkungan yang tertata dan terbangun sedemikian rupa sehingga suportif bagi semua manusia yang tinggal di dalamnya serta juga memperhatikan aspek lingkungan hidup.

Kenapa aspek lingkungan penting? Karena kita sudah paham betul dengan apa yang terjadi jika perencanaan kota sudah acak-acakan dan berbagai kepentingan sudah memasukinya. Jakarta adalah salah satu contoh kegagalan perencanaan dan pembangunan kota yang kolosal. Saking tidak bisanya diperbaiki lagi, sampai pemerintah harus menciptakan ibukota baru. Itulah karma yang menurut saya harus kita tuai karena keegoisan kita sendiri. Kurang berpikir jangka panjang dan hanya mempedulikan kepentingan ekonomi terus-terusan, padahal akhirnya kehancuran alam juga kehancuran kita sendiri.

Kembali ke pengalaman saya, saya membeli rumah ini di Januari 2018. Pembayaran terlunasi secara tunai. Bukan karena saya kaya raya tetapi karena saya tidak memaksakan diri membeli rumah yang begitu jauh di luar jangkauan keuangan saya.

Saya sebisa mungkin tidak menggunakan jasa bank untuk membiayai pembelian rumah ini karena dengan membayar kas keras, saya bisa menghemat banyak uang. Selisih ini bisa dipakai untuk keperluan lain.

Selain itu, dengan membayar secara tunai juga hati lebih tenteram karena terhindar bunga yang diyakini haram dan tidur lebih nyenyak (karena tak memikirkan pelunasan utang lagi). Karena saya yakin, dengan lebih sedikit tanggungan di dunia, kita akan bisa lebih tenteram kapanpun kematian menjemput kita. Jangan sampai ada utang yang belum selesai saat kita meninggalkan dunia. Nah, masalahnya kematian mungkin tidak akan peduli kita sudah menyelesaikan semua urusan duniawi semacam utang KPR itu.

Namun demikian, bagi Anda yang memang kebetulan tidak memiliki kelapangan finansial seperti ini, saya tidak akan memojokkan Anda. Silakan saja sesuaikan skema pembayaran sesuai kemampuan. Karena tiap orang memiliki kondisi masing-masing.

Untuk mendapatkan harga rumah semurah ini, Anda juga harus berkorban, yakni dalam bentuk kesabaran menunggu. Saya sendiri harus menunggu dua tahun untuk menunggu sampai rumah saya terwujud dan siap diserahterimakan.

Putar waktu dengan cepat alias fast forward, saya kemarin baru saja menjalani proses serah terima (handover) rumah yang saya beli di proyek tahap dua Citra Maja Raya. Awalnya saya diberitahu via email (sebetulnya Anda bisa memilih untuk dihubungi via media lain, sesuai pilihan pribadi) dan saya segera membalas agar pihak manajemen proyek bisa mempersiapkan kedatangan saya karena mereka harus mempersiapkan dokumen serah terima dan kendaraan sebagai sarana untuk mengantar saya memeriksa bangunan fisik rumah yang sudah jadi dan siap huni tersebut.

Saya sendiri mengantre di kantor Customer Service di Citra Maja Raya Sabtu siang itu (1/2/2020). Untungnya orang yang ke sana melakukan serah terima tidak begitu banyak. Plus, cuaca di Maja lumayan bersahabat meskipun sepagian itu di Jakarta diguyur hujan lebat sehingga ideal untuk tur mengelilingi kawasan perumahan baru.

Saya mengantre dengan mencatatkan nama secara manual di pihak sekuriti dan begitu petugas selesai dengan satu pembeli, saya akan dipanggil ke salah satu.

Saya sendiri harus menunggu dalam waktu yang cukup lama yakni 1 jam lebih. Sebelumnya ada 15 orang di daftar hadir sekuriti, kalau saya lihat lagi. Saya di urutan nomor 16. Saya sempat makan siang dan salat zuhur di antara waktu tersebut. Syukurnya, di ruko dekat kantor tersebut sudah ada beberapa tempat makan yang buka sehingga saya dan mereka yang menunggu antrean tidak kelaparan. Ada juga minimarket hadir di sana.

PROSES SERAH TERIMA RUMAH

Saya dipanggil ke meja petugas yang bernama Tino. Dengan ramah, ia menyuruh saya menunggu sebentar setelah saya menunjukkan KTP serta ditanya lokasi rumah (blok apa dan nomor berapa) dan ia menyiapkan dokumen serah terima dan kunci rumah.

Ia mencetak dokumen serah terima (handover) sebanyak dua salinan. Satu untuk saya simpan dan satu lagi untuk berita acara, ujarnya. Ia membacakan isi dokumen secara ringkas dan menyuruh saya memparaf setiap lembarnya untuk menandakan saya memahami sepenuhnya isi lembar tersebut dan sepakat juga dengan isinya.

Nah, apakah isi dokumen itu?

Isinya menyatakan bahwa saya berhak untuk menempati rumah dengan spesifikasi yang tertera di surat serah terima, atas nama identitas yang tertera (dalam hal ini saya sendiri), dan saya juga menerima instalasi listrik dan air bersih beserta 3 set kunci pintu dalam bangunan rumah (jumlah kunci ini tentu saja bervariasi sesuai tipe rumah). Masing-masing pintu rumah akan diberikan 3 kunci yang sama sebagai cadangan jika satu hilang. Saya di hari yang sama menuju ke unit rumah yang dimaksud untuk memeriksa apakah kunci-kunci ini beserta pintu-pintunya berfungsi dengan baik atau tidak. Kalau semua kunci hilang, petugas berkata saya harus bertanggung jawab dan mengganti pegangan (handle) pintu karena otomatis harus ganti semuanya. Daun pintunya saja yang bisa dipertahankan.

Untuk listrik, dikatakan sudah terpasang di unit rumah saya dengan daya 1300 watt dengan sistem token. Untuk nomor identitas sudah tertera di KWH meteran listrik. Saya bisa memakai sesuai kebutuhan. Dan bulan Maret saya sudah dikenai biaya abonemen, mau dihuni atau belum tidak peduli.

Untuk air, semua instalasi pipa air sudah terpasang jadi tinggal meteran air yang belum terpasang. Untuk bisa menikmati air, saya sebagai pemilik sah rumah bisa langsung menuju ke kantor PDAM Maja. Setidaknya dalam kurun waktu 3 bulan pertama sejak serah terima, saya disarankan sudah mendaftarkan langganan air bersih ke PDAM karena dengan begitu akan ditemukan segera jika ada kebocoran dan kerusakan di jaringan pipa air. Jika ditemukan masih dalam masa garansi, kerusakan bisa diklaim ke pihak pengembang dan saya bisa mendapatkan perbaikan secara gratis!

Bagaimana dengan cara mendaftar ke PDAM? Kata petugas, caranya mudah. Dengan berbekal fotokopi KTP dan tanpa dipungut biaya dan materai Rp6000.

Selebaran dari PDAM Multatuli

Nantinya keputusan untuk berlangganan PDAM ini menjadi keputusan yang saya sesali karena …. baca saja sampai habis.

SOAL GARANSI

Poin selanjutnya, dinyatakan bahwa ada garansi fisik yang berlaku selama 3 bulan pertama dan garansi khusus kebocoran akibat hujan selama 6 bulan pertama sejak tanggal serah terima. Disarankan garansi ini dimanfaatkan segera. Petugas memberi sarana agar saya tiap bulan memeriksa jika ada yang perlu diperbaiki dan bila ada kerusakan di bangunan rumah, saya dapat segera mengambil foto dan menuju ke kantor Customer Service di Citra Maja Raya untuk mengajukan permintaan perbaikan.

Dan semua ini berlaku pada versi bangunan standar jadi pihak pengembang tidak mau memperbaiki bagian rumah yang sengaja direnovasi atau dibuat modifikasi yang tidak sesuai standar bangunan mereka. Jadi, kalaupun Anda sudah punya duit untuk mempermak rumah (mereka menyebutnya “Pekerjaan tambah kurang” alias renovasi), tahan diri dulu sampai masa garansi berakhir ya. Karena nantinya malah rumit.

Kemudian garansi berakhir bila unit rumah kita kemudian dijual ke pihak lain.

Garansi juga akan hangus bila rumah terkena akibat force majeur dan bencana alam lainnya seperti banjir. Nah, di sini saya jadi ingat dengan berita-berita soal parahnya sejumlah wilayah kabupaten Lebak yang terdampak bencana banjir pada awal Januari 2020 lalu. Skalanya lumayan besar, dan untungnya setelah saya tanyakan wilayah Maja yang menjadi lokasi perumahan Citra Maja Raya ini jauh dari wilayah-wilayah rawan banjir besar tersebut.

Setelah garansi rumah berakhir, jika kita perlu memperbaiki rumah, pihak pengembang jika diminta akan memberikan jasa konsultasi teknis. Misalnya, jika kita ingin merenovasi dan ingin mendapatkan jasa tukang bangunan yang kompeten, pihak pengembang akan berupaya membantu mereferensikan tukang bangunan yang menurut mereka memenuhi syarat.

Sejak serah terima, saya akan dikenakan tarif IPL (Iuran Pengelolaan Lingkungan) yang mencakup biaya kebersihan lingkungan, keamanan, dan sampah.  Besaran iuran IPL tersebut ialah Rp1.320 dikali luas tanah unit rumah.

Cara pembayaran IPL akan diinformasikan lewat SMS dan di dalamnya akan diberikan nomor virtual account BCA untuk membayar iuran IPL via transfer bank.

Karena unit rumah ini masih ditanggung pihak pengembang, saya terbebas dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga AJB-nya pecah setidaknya 1-2 tahun lagi. AJB ialah Akta Jual Beli, yang menunjukkan bahwa seluruh pajak-pajak yang timbul karena jual beli sudah dibayarkan oleh para pihak sesuai dengan kewajibannya masing-masing. Dan AJB sendiri dapat didefinisikan sebagai akta otentik yang dibuat oleh PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) untuk peralihan hak atas tanah dan bangunan. Saya akan menanggung pajak pembeli berupa Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang besarannya mencapai 5% dari nilai peroleh hak setelah dikurangi dengan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) yang besarnya berbeda untuk masing-masing wilayah. Nah, ini masih saya belum tahu secara pasti. Tapi yang pasti, AJB ini kekuatan hukumnya jauh lebih tinggi dan kuat dibandingkan PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) dan PJB (Pengikatan Jual Beli). Bagian legal dari manajemen perumahan akan memberikan informasi lebih lanjut soal ini.

Kemudian yang tidak kalah penting ialah saya diberikan nomor-nomor kontak dan alamat email yang saya bisa hubungi tatkala ada pertanyaan atau permintaan terkait unit rumah yang saya sudah beli tersebut.

Terakhir, saya diberikan juga peta untuk menuju ke unit rumah saya dan kemudian saya naik sarana transportasi yang disediakan untuk kemudian memeriksa kondisi rumah secara lengkap dan utuh secara langsung agar jika ada kerusakan bisa segera diadukan.

Begitulah pengalaman singkat saya membeli rumah sederhana. Bagaimana dengan Anda?

============================================

UPDATE JUNI 2021

Akhir Juni 2021 saya baru menandatangani Akta Jual Beli (AJB) rumah saya secara resmi di kantor pengembang yang difasilitasi oleh PPATK di daerah rumah saya.

Saya diharuskan menunggu lagi untuk penerbitan AJB dan karena saya langsung ingin membuat rumah ini menjadi hak milik sepenuhnya, saya langsung membayar PPATK untuk membuatkan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang menjadi bukti paling kuat atas kepemilikan sebuah properti/ rumah. Dengan SHM, saya punya kebebasan menggunakan rumah dan menjadikannya sesuai selera saya sendiri.

Berapa lama saya menunggu? Ya namanya juga Indonesia. Saya harus menunggu balik nama ini sekitar 2 bulan dan untuk pembuatan SHM sekitar 8-9 bulan. Haha. Lama ya bund? Ya mau gimana lagi. Dinikmati saja kalau tinggal di Indonesia begini mah.

HAL-HAL YANG HARUS DIMAKLUMI

Tinggal di perumahan baru seperti Citra Maja Raya ini membuat kita harus bersabar. Jangan menyamakannya dengan ibukota Jakarta yang sudah serba ada dan lengkap.

Kenapa? Agar Anda nggak capek ngeluh. Haha serius ini. Karena saya selalu lelah mendengar seorang teman yang juga memiliki rumah di sini dan mengeluhkan soal serangga yang banyak masuk ke rumah, soal PDAM yang layanannya jauh dari memuaskan, soal ketidaklengkapan fasilitas umum seperti ATM BCA.

Come on, sebagai pembeli kita seharusnya sudah paham bahwa inilah biaya yang mesti kita tebus untuk sebuah rumah tapak dengan harga murah.

Saya tak mengeluh karena saya tahu ini semua adalah konsekuensinya. Jadi saya nggak melelahkan diri dengan protes ini itu yang cuma menghabiskan energi.

Untuk pelayanan PDAM, memang sangat mengecewakan. Saya sudah capek menghadapi matinya aliran air mereka. Tak tanggung-tanggung, air kadang keruh, aliran air mati karena pompa mereka mati saat sungai yang jadi sumber air baku mengandung sedimen yang padat. Sempat seminggu penuh air macet. Ya masak kita harus berhenti mandi dan buang air selama 7 hari? Haha. Tapi meski demikian, kami sebagai pelanggan harus membayar 50 ribu setiap bulan. Menyakitkan hati.

Untuk mencegah stres berkepanjangan akibat PDAM yang payah, saya putuskan membuat sumur bor seharga Rp6,5 juta. Ya cukup mahal sih tapi saya pastikan itu adalah investasi jangka panjang untuk rumah saya. Karena betapa bagusnya rumah kalau tidak ada pasokan air bersih sama saja bohong! Paguyuban di klaster saya sih memang membuat sumur bor bersama tapi letaknya jauh. Bayangkan saya harus ambil air di bagian belakang klaster sementara rumah saya di depan. Tidak kuat! Bagaimana jika saya sudah kebelet di malam hari dan air tidak ada. Nooo!!! Meski ambil air di sana gratis, saya tidak akan menyandarkan diri pada sumur bersama itu.

Untuk ketersediaan ATM BCA, memang di sini belum ada. Kapan adanya? Saya juga nggak tahu persis. Tapi masih ada ATM BRI kok. Itu masih bisa dipakai sebagai fasilitas darurat. Ada biaya administrasi pasti tapi ya apa itu bakal bikin miskin langsung. Nggak juga kan?

Apakah akan ada supermarket yang lengkap? Saya juga tidak tahu persis.

Waktu yang akan menjawab.

****************************

UPDATE 18 JUNI 2021

Saya mendapatkan pesan WhatsApp begini dari seorang staf legal CMR:

Selamat Pagi Bapak/ Ibu AKHLIS, Perkenalkan saya AD dari bagian Legal Citra Maja Raya 2 JO.
Bersama ini kami informasikan bahwa Legalitas atas Tanah dan Bangunan yang terletak di Kawasan ….. Blok….., Perumahan Citra Maja Raya JO,
telah siap untuk dilaksanakan Penandatanganan Akte Jual Beli (AJB).
pada tanggal waktu dan tempat :

  • SABTU, 19 JUNI 2021.
  • MANAGEMENT OFFICE CITRA RAYA CIKUPA TANGERANG.
  • Pukul 09:00 s/d 15:00 WIB.

Informasi selanjutnya untuk proses balik nama sertifikat dapat menyiapkan dana untuk pembayaran :

  1. PBB & PNBP = Rp. 350.000,-

Nb. Apabila mempunyai lebih dari satu unit maka ada biaya untuk kekurangan BPHTB sebesar Rp 3.000.000,-
Nb. Untuk Peningkatan Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) menjadi Sertipikat Hak Milik (SHM) maka akan ada biaya tambahan sebesar Rp. 2.000.000,-
Untuk informasi lebih lanjut dapat hubungi WhatsApp di nomor ini.
Demikian yang bisa saya sampaikan. Terima kasih🙏
https://maps.app.goo.gl/pEAW7zUVT2LLTEcS6

Itu karena saya beli tunai.

Seorang tetangga yang pakai fasilitas KPR mendapatkan pesan berbeda.

Dear Bpk/Ibu ……

Dengan hormat,
Sehubungan akan dilaksanakannya AJB – KPR BCA untuk Kawasan….. pada :

Hari : SABTU
Tanggal : 18 SEPTEMBER 2021
Tempat : ECO CLUB – CITRA MAJA RAYA, MAJA – KAB.LEBAK, BANTEN.
Jam : 09.00 – 12.00 WIB (Mohon Tepat Waktu)

Persyaratan yang harus dibawa pada saat Penandatanganan AJB KPR BCA adalah :

  1. A͟s͟l͟i͟ KTP (suami & istri)
  2. A͟s͟l͟i͟ NPWP
  3. A͟s͟l͟i͟ Kartu Keluarga
  4. A͟s͟l͟i͟ Akta Nikah/Buku Nikah
  5. S͟u͟a͟m͟i͟ & I͟s͟t͟r͟i͟ W͟A͟J͟I͟B͟ H͟A͟D͟I͟R͟ J͟i͟k͟a͟ s͟u͟d͟a͟h͟ m͟e͟n͟i͟k͟a͟h͟
  6. Materai 10000, 10 Lembar

Wajib membayar biaya :

  • Hak Tanggungan (APHT + SKMHT) = Rp. 2.000.000,-
  • PNBP = Rp. 250.000,-
  • PBB = Rp. 150.000,- @Per-Tahun
  • Peningkatan Sertifikat Hak Milik = Rp. 2.000.000,-

Biaya dibayarkan ke Notaris saat ttd AJB (Cash/Transfer M – Banking)

Mengingat bpk/ibu sdh terkonfirmasi utk ttd AJB pd tgl 18 September 2021 dan BPHTB (pajak pembeli) sdh terbayarkan maka bpk & ibu wajib hadir, apabila TDK HADIR maka bpk & ibu dianggap secara penuh :

  1. Membebaskan CitraMaja Raya dari segala tuntutan hukum.
  2. Menyetujui utk *dikenakan biaya penyimpanan sertipikat (split an PT) sebesar  Rp. 250.000/bulan.
  3. Menyetujui utk menanggung segala resiko dan biaya yg  timbul sehubungan dengan tertundanya penandatanganan AJB unit.
  4. Citra Maja Raya tdk berttg jawab atas kerusakan/kemusnahan setiap unit.

Atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terima kasih.

O…..
LEGAL CITRA MAJA RAYA

UPDATE 12 JULI 2021

Per tanggal 12 Juli 2021, saya menyatakan sudah memutuskan langganan PDAM Lebak. Tepat hari ini juga tetangga bersuka ria karena air kembali mengalir setelah 4 hari tidak ada setetes pun mengalir sama sekali.

Bagaimana caranya memutus langganan PDAM Lebak yang membuat frustrasi ini?

Pertama, Anda bisa ke kantor PDAM Lebak yang perwakilannya ada di lingkungan perumahan Citra Maja Raya 1 (sederet dengan masjid Al Ikhlas di Citra Maja Raya). Di situ Anda bisa langsung meminta petugas memutus sambungan.

Dalam kasus saya, saya tadi pagi ke kantor PDAM Lebak sekitar pukul 9 lebih dan langsung meminta putus sambungan. Selang beberapa jam (sekitar pukul 11.30) ada petugas datang mengecek dan akhirnya sambungan itu dicabut dan saya disuruh membuat pernyataan. Awalnya saya diharuskan menulis surat pernyataan dan bermaterai yang memuat alasan saya menghentikan langganan (karena sudah ada sumur) tapi karena tidak ada materai ya sudah saya tulis saja di selembar kertas dengan memakai tulisan tangan seadanya. Lalu ditandatangani dan kemudian karena saya tak ada tunggakan ya sudah saya seharusnya sudah bisa dinyatakan tidak menjadi pelanggan. Alhamdulillah (sujud syukur)….

Di YouTube, saya menemukan beberapa konten video yang dibuat sejumlah orang yang juga sudah menghuni rumah mereka di kawasan ini.

Salah satunya yakni vlogger Mamaksien yang tinggal di klaster Tevana. Di kanal YouTube-nya ia banyak menceritakan pahit manisnya tinggal di kawasan yang masih sepi. Dan seperti saya, ia memilih untuk mengambil sisi positifnya, bukan mengeluhkan soal sepinya kawasan ini.

Saya memang sarankan buat Anda yang berniat membeli rumah di sini supaya tahan mental dan berpikiran positif. Karena jika tidak, Anda pasti akan capek mengeluh.

Saya sendiri justru menikmati keseharian di rumah yang tenang dan tak banyak punya tetangga karena saya sudah tinggal lama di Jakarta dan merasa sumpek, sesak dan pengap tinggal di rumah-rumah yang berhimpitan dan jalannya tak teratur. Belum lagi kepadatannya yang mungkin tak begitu masalah sebelum pandemi, tapi begitu pandemi melanda daerah padat manusia menjadi semacam ladang subur buat corona berkembang biak dan menyebar. Ngeri kan?

Di perumahan ini justru kok saya tidak merasa was-was karena merasa jarak antartetangga juga masih sangat terjaga. Kontak dengan tetangga masih ada meski cuma via aplikasi chat. Tapi lumayanlah daripada tidak sama sekali. Dan untungnya tetangga-tetangga ini guyub dan rukun jadi begitu ada yang kena covid langsung ada yang sukarela membantu mengirim makanan atau semacamnya.

Vlogger Lenny Diana yang tinggal di klaster Greenvista, Citra Maja Raya tahap 1 ini menceritakan kawasan rumahnya yang masih sepi dan ia berharap dalam 5 tahun akan ramai.

Ia juga menyampaikan pengalamannya memasang wifi. Saya sendiri sudah memasang wifi dan providernya lain dari Citra Maja Raya tahap 1. Saya memakai jasa Indihome yang meski reputasinya di Jakarta agak miring tapi kok alhamdulillah selama saya memakai sejak 3 bulan lalu rasanya minim gangguan. Sekali ada gangguan koneksi mati pun saya langsung email customer service resminya dan ada respon cepat. Lalu saya pun menceritakan kronologinya dengan lengkap. Pertama mungkin disuruh mematikan dan menghidupkan modemnya lagi tapi jika itu masih gagal berarti memang gangguan dari layanan mereka, bukan salah saya sebagai konsumen.

Dan besoknya saya sudah didatangi teknisi padahal koneksi sudah pulih sejak pagi sebelum kedatangan teknisi. Jadi saya pikir kualitas dan konsistensi layanannya termasuk bagus apalagi saya langganan paket termurahnya: Rp345.000 sebulan. Ya buat apa juga mahal-mahal sebab kebutuhan saya cuma untuk kerja pribadi di rumah selama PPKM saja. Tak lebih.

Di video lain, Lenny mengeluhkan kualitas sinyal ponsel. Memang di sini agak kurang merata cakupan sinyal beberapa operator. Telkomsel terutama. Saya pakai Indosat dan merasa baik-baik saja. Saya baru tahu ada gangguan sinyal ini kalau berbicara dengan tukang-tukang bangunan yang merenovasi. Mereka mengeluhkan kurang meratanya sinyal.

Hal lain yang perlu saya tambahkan di sini ialah pentingnya untuk menengok rumah secara berkala apalagi jika tidak ditinggali. Karena bisa saja bertahun-tahun jadi sarang hewan dan rontok bagian dalamnya. Sejumah rumah di dekat saya saja ada yang sampai rimbun bagian dalamnya dan retak plafon rumahnya akibat tak pernah dijenguk pemiliknya. Sayang sekali kalau sampai roboh.

Karena itu, kalau memang Anda sibuk atau tak sempat, serahkan perawatan rumah kosong Anda ke para agen atau kontraktor perawatan rumah.

Mereka ini sudah banyak yang beriklan di Instagram. Salah satunya adalah @tukangcitramaja yang juga menjadi agen saya dalam merenovasi rumah.

Terus terang untuk renovasi rumah ini bisa sampai lebih dari Rp150 juta. Tipe rumah saya kecil, 12 x 5 meter persegi dan pengembang baru membangun setengahnya. Saya bangun sisa lahan di belakang secara vertikal untuk memaksimalkan daya tampung.

UPDATE 21 AGUSTUS 2021

Area Citra Maja Raya ini sudah terbangun dalam dua tahap. Dan kemungkinan besar akan ada tahap berikutnya. Entah 3 atau 4. Saya sendiri kurang tahu rencana pengembang ke depan.

Seorang tetangga mengatakan di klaster Jimbaran kini sedang dibangun jalan tembus yang akan menembus bukit ke arah selatan. Bisa jadi ini akan jadi pengembangan berikutnya.

Sementara itu, di Citra Maja Raya baik tahap 1 dan 2 saja masih ada banyak unit rumah yang kosong. Statusnya bisa oper kredit atau jual second. Rumah-rumah ini masih belum terjual karena memang oversupply. Unit-unit yang tersedia lebih banyak daripada permintaan dan daya beli masyarakat, sederhananya begitu. Dengan adanya pandemi juga daya beli sedang turun.

Tapi itu bukan berarti pengembang berhenti bekerja memekarkan proyek ini. Diprediksi akan ada jalan tol Serpong-Cilegon yang nantinya membuat akses ke Citra Maja Raya ini jauh lebih mudah.

Kalau kita berpikiran jauh ke depan, setidaknya 10 tahun lagi, harga tanah dan bangunan di Citra Maja Raya pastinya akan naik juga meski faktanya saat ini memang masih segini saja. Tapi sekali lagi, kita jangan lupa bahwa sekarang masih kondisi pandemi dan ekonomi sedang lesu-lesunya.

UPDATE 2 SEPTEMBER 2021

Sabtu yang lalu PDAM Lebak ngadat lagi. Meski saya sudah punya sumur sendiri, saya masih bisa mendengar kabar itu dari grup WhatsApp klaster yang selalu memberikan kabar terbaru. Kalau ada yang mau berkunjung ke rumah mereka di sini, warga yang belum menetap biasanya bertanya ke warga yang sudah menetap: “Air lancar nggak?” Seperti itulah rutinitas sebelum berkunjung. Haha sampai bosen saya.

Lalu beredar teks ini:

Selamat pagi

Kemaren sore sya dan pk petrus sdh cek progres antara lain :

1.proses kuras (sdh selesai)
2.proses pemasangan mesin baru
– mesin kapasitas 70liter/detik dan 50liter/detik

Dimana sore mereka lgi proses pemasangan bbrp instalasi dll,

Target yg awal sbt nyala kelihatan ada penambahan waktu buat pekerjaan instalasi tersebut, akan tetapi air tetap mereka nyala dlm wktu kemaren mungkin ada bbrp cluster yg tinggi tdk dpt suplai air sama sekali, sya optimis kesabaran yg selama ini kita semua alami, semoga sept 2021 ini semua warga dll tdk terkendala dgn air pdam lgi. Terima ksh

Tetap semangat

Pak Petrus ini yang bertanggung jawab atas manajemen Citra Maja Raya ini. Sebenarnya agak simalakama ya. Pihak manajemen Citra Maja Raya bukan bagian PDAM tapi dituntut oleh warga dalam mendesak PDAM Multatuli ini agar meningkatkan layanan yang BOBROK. Saya bukan mengada-ada karena layanan mereka memang lebih sering macetnya daripada lancarnya. Anda bisa tanya sendiri kepuasan layanan PDAM Multatuli Lebak ini pada mereka yag tinggal di Citra Maja Raya.

UPDATE 12 SEPTEMBER 2021

Rumah-rumah rasanya makin banyak yang dijual atau disewakan tapi juga ada yang dibiarkan terlantar, kosong dan melapuk dari hari ke hari dengan ruangan dalam yang catnya rontok dan lantai yang dipenuhi debu dan tumbuhan rambat. Sad!

UPDATE 20 OKTOBER 2021

Mulai gencar beriklan

Baru hari ini saya mendapati iklan Citra Maja Raya di Instagram meski sudah sejak lama bercakap soal itu di WhatsApp. Padahal biasanya apa yang dibicarakan di WhatsApp biasanya muncul di iklan Instagram😅.

UPDATE 20 NOVEMBER 2021

Saya baru saja mendapatkan kabar hari ini bahwa bakalan ada perubahan sistem tata cara pembayaran untuk moda transportasi shuttle car atau mobil angkutan umum yang disediakan pengembang untuk warga Citra Maja Raya sini.

Dari awal memang saya sendiri agak janggal dengan mobil angkutan ini, sebab di mobil itu sendiri sudah ada pengumuman untuk tidak memberikan uang tunai ke pengemudi tapi dalam praktiknya kami sebagai warga tidak bisa protes juga kalau ditarik uang sebesar itu. Dikatakan memberatkan ya tidak sih tapi terasa ada yang salah kalau praktiknya berlainan dengan aturan yang tertera jelas.

Pihak manajemen kota CMR akhirnya akan mengubah pembayaran tunai untuk shuttle cars mereka dengan metode nontunai, dalam bentuk tiket. Jadi ternyata usut punya usut ada oknum pengemudi shuttle cars yang ‘nakal’, tidak menyetor duit penumpang/ warga ke pihak manajemen. Akhirnya manajemen pun bertindak tegas deh. Ya meski menurut saya sudah lama banget terjadinya.

Namun, untuk sementara waktu hingga sistem baru tadi bisa diberlakukan, katanya pembayarannya dilakukan seperti ini saja dulu:

  • Penumpang (pengguna jasa) memberikan 1 tiket setiap kali menggunakan jasa.
  • 1 tiket untuk 1 x trip (jalan) bukan pulang pergi.
  • Tiket dijual seharga Rp6.000 dan dapat dibeli hanya di kantor Manajemen Kota yang lokasinya di dekat patung kuda gerbang utama CMR 1 pada hari Selasa – Minggu (hari Senin tutup)

Nah, ini agak merepotkan juga sih karena kalau warga tidak ada tiket itu, masak iya mau jalan kaki ke rumah? Haha. Atau ya udahlah pakai GoJek atau Grab aja.

Jadi memberikan uang tunai pada sopir shuttle cars sudah dilarang secara resmi.

Dan soal kontak orang-orang PDAM Lebak, katanya sudah pada diganti semua. Waduh! Tapi kok nggak diumumkan ke pengguna ya? Kan semua juga berhak tahu. Sama-sama bayar lho. Saya sih bukan pelanggan, cuma menyerukan keprihatinan yang terus saja bermunculan.

UPDATE 23 NOVEMBER 2021

Baru-baru ini terutama setelah level PPKM di Jakarta dan banyak daerah turun, Citra Maja Raya kembali sepi. Ini terasa bagi mereka yang berjualan di daerah perumahan baru ini.

Saya sendiri mendengar keluhan dari para pemilik rumah makan dan bisnis kuliner rumahan yang merasakan dampak dibukanya ‘kran’ mobilisasi penduduk lagi. Pergerakan kembali intens mirip sebelum pandemi bahkan kalau saya katakan.

Dan saat seorang teman bertanya apakah Citra Maja Raya ini sudah lebih ramai atau masih sepi saat ini di bulan November 2021, saya jujur mengatakan masih begini saja. Pertambahan manusia yang menghuni belum begitu signifikan terasa. Ada sih keluarga yang baru saja pindah dan menghuni unit rumahnya di area klaster saya tapi saya juga mengetahui adanya beberapa orang yang memutuskan kembali ke hunian yang lebih dekat dengan tempat kerja mereka di Jakarta dan area sekitarnya karena kepala keluarga sudah dituntut kembali bekerja di kantor lagi. Ya memang perlahan kebijakan WFO penuh diberlakukan lagi seiring tingkat vaksinasi makin membaik (meski 100% baik vaksin 1 dan 2 juga masih lama, hanya Tuhan yang tahu). Ada juga yang menawarkan untuk mengambil alih kredit rumahnya (take over kredit). Ada juga yang karena beragam sebab, memutuskan kembali ke daerah asal, misalnya ada tetangga yang diminta orang tuanya yang sakit-sakitan untuk kembali tinggal di dekat orang tuanya. Mau bagaimana lagi?

Ada juga teman yang lain yang bertanya: “Apakah perumahan baru ini aman untuk mereka yang wanita lajang?” Saya jawab dari pengalaman dan pengamatan saya sih aman-aman saja kok. Memang ada beberapa kasus pencurian rumah tapi di klaster saya sendiri alhamdulillah tidak ada. Itu semua kembali ke warga masing-masing juga menurut saya. Kalau kompak dan silaturahmi ke tetangga dan warga sekitar juga solid, risiko keamanan bisa diminimalkan karena ada kepedulian. Lain kalau sudah individualistis, cuma mau mengurus diri sendiri.

Dan kalau pulang malam bagaimana? Apalagi buat para perempuan pekerja di Jakarta? Ya saya sarankan memang tidak pulang melebihi pukul 9. Lampu-lampu penerangan jalan di area perumahan sudah merata dan bagus. Dijamin tidak ada ruas jalan yang gelap terutama di persimpangan. Tapi kalau lalu lintas di jalan di luar perumahan memang kalau malam sudah didominasi oleh truk-truk besar yang bisa membahayakan kalau kita tidak mengendara dengan hati-hati atau sedang kurang konsentrasi. Belum lagi debu yang disebabkan saat truk melintas di sekitar kita. Berkali-kali saya melihat orang yang naik motor tanpa helm dan masker dan menurut saya itu kebodohan karena membuat risiko mata terkena debu dan napas tersengal karena debu dan kotoran lebih tinggi. Kondisi jalan juga tak sepenuhnya mulus, apalagi jembatan di dekat Stasiun Maja yang seolah aspal di sambungan jalan-jembatan dibiarkan terkelupas dan membentuk cekungan yang bisa membahayakan pengendara kendaraan bermotor terutama roda dua. Apalagi makin lama, cekungannya makin dalam saja. Kalau tidak hapal posisi cekungan ini, pasti syok dan ambruk.

Peluncuran grand avenue

UPDATE 2 JANUARI 2022

Kabar terbaru soal PDAM yang saya dengar dari seorang teman yang tahu berita-berita seputar manajemen perumahan ini adalah salah seorang anaknya Ir. Ciputra menegur mutu air PDAM yang begitulah. Haha😝

Sebenarnya pengembang memang nggak sepenuhnya salah juga sih karena urusan air kan tanggung jawab PDAM multatuli itu. Pengembang ngurus perumahan dan segala urusannya. Tapi karena PDAM memang kurang … ya pengembang haruslah turun tangan supaya citra perumahan citra maja raya ini nggak jatuh di mata calon penghuni. Soalnya sudah tersohor reputasi buruk layanan air di citra maja raya ini. Bagaimana mau menjual rumah yang pasokan air bersihnya nggak lancar?🤣 Mau seenak apapun lokasinya, semurah apapun harganya juga ogah sih.

Teman saya berkata: “Wah nyesel kamu udah buat sumur bor sendiri karena sekarang PDAM udah nggak ada keluhan. Lancar terus dan jernih.”

Saya sih nggak kecewa karena bagaimanapun juga lebih enak jika punya sumber air yang bisa sepenuhnya di bawah kendali saya. Bukan orang lain. Jadi kalau ada apa-apa ya saya tidak jengkel dan tidak habis energi buat mengeluh.

Nah buat Anda yang baru pakai air PDAM dan masih menemukan air yang kurang baik mutunya (entah itu menguning atau kurang jernih) katanya sih jangan buka kran sampai pol. Harus separuh saja. 😅 Tapi kalau buru-buru gimana dong? Masak iya mau kricik kricik aja? Auk ah gelap.

UPDATE 6 JANUARI 2022

Sebuah pesan hasil terusan seseorang di luar grup klaster saya cukup menggemparkan.

Assalamualaikum,

selamat sore yth. pelanggan PDAM Kabupaten Lebak, khususnya citra maja raya untuk pelayanan maja , teriring salam dari kami, semoga selalu dalam keadaan sehat wal’afiat.

Dibuatnya group ini, dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi dan menyampaikan informasi mengenai PDAM pelayanan maja , agar lebih mempermudah komunikasi antara pelanggan dan PDAM Kab. Lebak 🙏🏻

Selamat bergabung dan semoga pelayanan kami bisa lebih baik kedepannya.

Salam hangat dari kami 🙏🏻

Management PDAM Cabang Rangkasbitung.

Bersama pesan tersebut ada juga tautan menuju grup WhatsApp pelanggan PDAM: https://chat.whatsapp.com/FATDbPQM6S6BRbx4egoP0G.

Tak cuma ada grup WhatsApp khusus pelanggan, juga diberikan nomor admin yang bertugas mirip customer service officer.

Wah ternyata PDAM Lebak memang mulai membenahi pelayanannya yang seperti kita tahu, kurang memuaskan karena sering macet dan keruh.

Untuk terjalin informasi yg baik dan silaturahmi kami persilahkan untuk bantu share melalui tautan undangan group berikut ini, semoga semuanya bs berjalan lebih baik, segala bentuk informasi dan keluhan bisa disampaikan secara japri melalu nomor kontak admin 0813-6706-2426 🙏🏻

Saya sendiri meski sudah tak jadi pelanggan karena telah memiliki sumur bor sendiri merasa ikut senang. Setidaknya ini pertanda baik untuk perkembangan kawasan kota satelit baru penyangga Ibukota dan sekitarnya di masa depan. Memang harus diakui di luar sana merebak rumor kurang sedap soal ketersediaan air bersih di Citra Maja Raya yang memprihatinkan penghuninya. Dan langkah konkret ini jadi bukti bahwa perubahan sedang terjadi.

UPDATE 9 JANUARI MINGGU

Dari keterangan bapak Rahmat (ketua DKM Masjid Al Ikhlas, Citra Maja Raya) hari ini dalam rapat yang dihadiri perwakilan warga di semua klaster CMR dan juga ada perwakilan dari Klaster Orion di Permata Maja dinyatakan sudah ada lokasi pemakaman umum bagi semua warga Citra Maja Raya yang meninggal dan ingin dikebumikan di sini daripada pulang jauh ke kampung halaman. Kondisinya sendiri belum diberi pembatas dan belum ada pembagian kapling jadi masih berupa lahan kosong begitu.

Per tanggal 9 Januari menurut Rahmat sudah ada 3 jenazah dikebumikan di sana. Yang pertama warga muslim, kedua nonmuslim dari klaster Springfield dan ketiga muslim dari Bedugul.

Rinci Rahmat lagi, sebenarnya di CMR Tahap 1 juga ada beberapa lahan yang bisa dijadikan pemakaman umum. Yang pertama di belakang klaster Springfield tapi masih belum tuntas perizinannya. Yang satunya ada di dekat pos polisi di CMR Tahap 1. Itu masih juga terkendala oleh perizinan lahan/ status tanah.

Nah, uniknya perumahan Permata Maja itu juga seakan menginduk ke CMR dalam hal pengurusan pemulasaraan jenazah karena mungkin secara ukuran, jumlah penduduk mereka masih lebih sedikit daripada CMR yang jauh lebih masif lahan dan jumlah rumah serta kepala keluarganya. Warga Permata itu juga sebetulnya sudah ada calon lahan pemakaman umum tapi belum jelas juga status tanahnya. Rumit memang kalau mau bicara soal perizinan begini.

Di CMR sendiri sudah ada unit pemulasaraan jenazah yang diketuai pak Sani yang sangat kooperatif. Ia bahkan tak sungkan memberikan nomor ponsel agar bisa dihubungi kapan saja jika ada warga yang meninggal dan perlu diurus jenazahnya segera.

Bagi jenazah selain muslim, bisa juga dibantu pemulasaraannya karena sudah ada Paguyuban Kerukunan Umat Beragama wilayah Maja dengan memasukkan perwakilan 6 agama yang diakui di Indonesia. Jadi nantinya akan diserahkan ke pengurus masing-masing agama.

Lalu bagaimana prosedur pemulasaraan jenazah di Citra Maja Raya ini?

Begini penjelasannya:

  1. Urus surat pernyataan kematian dari unit kesehatan terdekat. Karena dalam kasus kematian, harus ada pihak berwenang misalnya dokter atau mantri di Puskesmas terdekat yang bisa menyatakan kematian itu benar-benar terjadi.
  2. Urus surat kematian di kantor desa. Di sini bagi CMR Tahap 2 karena masuk ke wilayah desa Maja Baru, maka mengurusnya di kantor desa Maja Baru. Sementara klaster lain bisa di kantor pemerintah desa masing-masing.
  3. Jika butuh ambulan, bisa menghubungi Puskesmas Maja (hotline 081280816880), atau dari Cibeureum, atau dari Rumah Sakit Rangkasbitung (0252-2011014).

Besaran ‘paket’ pemulasaraan jenazah di bawah ini didasarkan dari pengalaman warga CMR yang mengurus jenazah selama beberapa tahun belakangan, bukan dari penetapan secara resmi pihak Unit Pertamanan dan Pemakaman di Kab. Lebak karena masih harus diurus lagi birokrasinya.

‘Paket’ pemakaman muslim Rp 1.500.000

  • Biaya penggalian dan penimbunan liang lahat
  • Biaya kain kafan (350.000 untuk pria, 400.000 untuk wanita – lebih mahal karena lapisannya lebih banyak)
  • Kompensasi untuk memandikan dan mensalat jenazah
  • Biaya talkin atau kayu dan papan di liang lahat dan batu nisan

‘Paket’ pemakaman nonmuslim Rp1.300.000

  • Biaya peti tidak termasuk paket ini
  • Jasa penggalian dan penimbunan liang lahat

Jika warga kurang mampu, akan dibebaskan. Tidak wajib membayar sesuai paket di atas.

Jika ada warga CMR yang meninggal dan ingin diurus jenazahnya segera, kita bisa menghubung pak M. Sani (085810302948) atau pak Bahar (081113105859).

Nantinya juga bakal ada semacam iuran rutin untuk dana pemulasaraan jenazah ini dan keluarga yang berduka akan bisa menerima uang pemulasaraan (sebesar Rp1,3 atau Rp1,5 juta) dengan syarat sudah membayar rutin iuran Perkumpulan Kedukaan warga CMR. Besaran iuran belum ditentukan.

Agar dana yang terkumpul bisa dipertanggungjawabkan, pihak masjid akan mengedarkan surat resmi terkait penetapan iuran pemulasaraan jenazah ini baik untuk yang warga tetap maupun pengontrak. Alasannya karena pengontrak pun kalau meninggal di CMR juga pasti harus diurus. Tak bisa dibiarkan begitu saja.

Nah bagaimana jika yang meninggal tidak ikut beriuran? Dari kesepakatan bersama, warga yang tak beriuran uang pemulasaraan akan dibantu mencarikan dana dari sumber lain sebab dana yang terkumpul di kas hasil iuran pemulasaraan hanya diperuntukkan bagi mereka warga yang membayar secara rutin. Tentu ini agar adil.

UPDATE 12 JANUARI 2022

Tidak berurusan dengan bank soal KPR adalah sebuah rahmat dan berkah. Karena memang mengurusnya itu sangat capek sekali. Membayarnya juga lebih menguras energi karena secara akmulatif, biaya yang kita tebus demi sebuah rumah impian juga lebih tinggi daripada jika kita beli secara tunai. Inilah kenapa saya merasa sangat beruntung bisa mendapat rumah tanpa melalui mekanisme KPR. Sungguh rasanya tak sanggup kalau harus mengurus ini semua sendiri.

UPDATE 14 JANUARI 2022

Tadi sore pukul 4 lebih 5 menit saya masih bekerja di rumah. Kebetulan sedang mewawancarai orang via Google Meet. Sedang asyik mulai mengobrol lho kok terasa ada sensasi limbung dan goyang. Padahal saya kan diam saja duduk di sini? Sontak saya sadar terjadi gempa. Memang katanya ‘cuma’ 5 atau 6 skala Richter sih jadi belum sampai parah dan membuat rumah-rumah ambruk. Cuma memang syok banget pas itu karena ya namanya gempa kan tidak terjadi tiap hari dan bisa mendadak terjadi dan menimbulkan luka-luka atau jiwa melayang seketika.

Dan si orang yang saya ajak teleconference juga sejurus kemudian baru sadar gempa itu terjadi dan panik. Sementara saya sudah sedetik dua detik sebelumnya. Kebetulan ia berada di lokasi yang jauh dari saya, di Bogor.

Apakah ada rumah di Citra Maja Raya yang ambruk? Sejauh ini saya belum ada kabar. Sementara itu di klaster saya sendiri saja belum ada yang dikabarkan ambruk kok. Semuanya alhamdulillah sekali aman dan tidak ada kerusakan. Bisa jadi ini karena intensitas gempa yang masih ringan. Bisa juga karena konstruksi rumah-rumah di sini yang kokoh karena tergolong baru serta dikerjakan oleh tenaga profesional, lain dari rumah-rumah penduduk di permukiman yang dibangun oleh tenaga lokal yang belum profesional.

Tapi di wilayah Lebak yang lebih dekat dengan sumber gempa di lepas pantai Selatan memang ada kabar rumah yang runtuh karena gempa tadi sore itu. Tapi itu dari fotonya saya lihat di grup WhatsApp memang rumah yang semi permanen dan dibangun bukan oleh kontraktor profesional. Rumah-rumah itu dibangun oleh warga kampung yang terkesan seadanya dan tentu tak memakai konsep ilmu konstruksi yang modern.

Sementara itu di Jakarta dan sekitarnya, langsung hangat perbincangan gempa ini. Soalnya di Jakarta meski agak jauh dari sumbernya, tapi karena banyak yang menghuni gedung bertingkat jadi getaran sedikit pun terasa. Itulah kelemahan tinggal di gedung bertingkat dan apartemen. Kalau panik gempa atau bencana alam, tak bisa langsung keluar rumah tapi pasrah mengantre dan turun dengan tangga darurat. Bagi anak muda sih silakan saja. Tapi bagi yang sudah tua, turun tangga berpuluh-puluh lantai adalah suatu latihan intensitas tinggi yang berisiko merusak sendi lutut seketika itu juga. Apalagi kalau orangnya menderita obesitas. Karena saat turun tangga, beban tubuh cuma disangga satu lutut dengan ditambah benturan ke lantai. Klop sudah.

Jadi kalau saya boleh bilang sih inilah kelebihan tinggal di rumah tapak sebagaimana rumah-rumah di Citra Maja Raya. Tak perlu paranoid bakal ada gempa susulan malam-malam dan tidur di pengungsian. Anda bisa tidur saja di depan jalan sekitar rumah kalau memang terpaksa dan takut ada gempa susulan.

Kenapa ini saya katakan kelebihan? Karena saya paham ada orang yang mati-matian menghindari hunian tinggi karena tak sanggup membayangkan susah payahnya diri saat menyelamatkan dari gempa. Dan mereka sanggup mengeluarkan uang dan energi lebih agar bisa tidur nyenyak di rumah tapak.

UPDATE 23 JANUARI 2022

Bertemu dengan seorang pemilik rumah di Citra Maja Raya tahap 1. Jujur dia merasa menyesal karena sudah membeli beberapa unit di area tahap 1 karena sampai sekarang ia merasa perkembangannya lambat dan meski sudah lewat beberapa tahun, suasananya masih sepi. Bahkan CMR tahap 2 saja sudah lebih ramai. Dia bahkan berkomentar bahwa andai saja ia lebih sabar dan beli di tahap 2 saja.

Ia juga masih tinggal di Tangerang dan kini mengontrakkan rumah-rumahnya karena berpikir lebih baik begitu daripada dikosongkan dan rusak pelan-pelan nantinya. Ia sendiri sedang pusing karena tagihan PDAM ‘meledak’ sampai jutaan. Usut punya usut, tagihan per bulan katanya melebihi kewajaran dan entah kenapa saat dulu mencoba membayar katanya dari sistem pembayaran ada kesalahan sehingga pembayaran tak bisa dilakukan. Eh, ternyata malah tak pernah diberitahu kalau tagihan menumpuk dan berakumulasi jadi jutaan rupiah.

Memang akan lebih baik kalau membeli rumah di sini untuk hunian sendiri, bukan cuma investasi ya. Karena kalau cuma investasi, nanti kalau tak dibersihkan saban hari atau dihuni orang, pasti bakal jadi rumah lapuk dan kumuh. Ini keniscayaan. Bukan menakut-nakuti lho. Karena saya lihat banyak sekali di tahap 1 yang cuma beli rumah untuk investasi dan rumahnya jadi rumah yang terlantar. Alih-alih investasi malah jadi beban keuangan.

Nah inilah bedanya CMR tahap 1 dan 2. Kalau tahap 1, kebanyakan yang beli rumah cuma buat investasi. Makanya banyak yang masih sepi. Sementara itu, tahap 2 lebih banyak dihuni, termasuk rumah saya sendiri. Saya sudah huni begitu sudah serah terima karena sayang saja sudah beli kok dibiarkan kosong melompong tidak terawat.

UPDATE 9 FEBRUARI 2022

Menerima pemberitahuan di grup WhatsApp klaster bahwa per 1 Maret 2022 bakal diberlakukan perubahan tarif IPL tipe RS dari 1320/m2 menjadi 1606/m2. Sedangkan untuk tipe RE dari 1980/m2 menjadi 2420/m2.

Ada yang menduga ini karena CMR sudah mulai lebih ramai. Kalau menilik di sekitar saya sih memang betul. Rumah-rumah di sekitar saya sudah mulai lebih rajin ditengok. Ada yang baru dua kali. Ada yang baru sekali. Ada yang sudah mulai renovasi rumah secara agresif. Ada yang permak rumah pelan-pelan. ya tergantung anggaran juga kan.

Ada juga yang berkata ini kan cuma karena penyesuaian dengan tingkat inflasi. Karena kalau tidak disesuaikan ya rugi pengembangnya.

Saya sendiri cuma bisa menyimak. Mau protes juga sebenarnya kenaikan ini belum terlalu memberatkan kok. Paling naik 20.000-an karena luas rumah saya juga tak seberapa. Makin luas memang IPL makin mahal.

Cuaca di bulan Februari ini makin menggila. Hujan angin tadi sore lumayan ganas. Pintu sampai bergerak kencang. Tak heran kalau ada sebuah pintu kaca di rumah di klaster Padma yang sampai kacanya rontok akibat hembusan angin yang membanting pintu. Ini juga sering terjadi di rumah saya. Sedang ingin menikmati semilir angin di cuaca panas eh tiba-tiba mendung datang dan angin kencang berhembus tanpa diduga. Jedarrrr!!! Kadang saya yang sedang asyik bekerja jadi kaget sendiri. Jadi kalau Anda mau tinggal di sini dan tak kaget akibat angin, coba pasang pengganjal di rangka pintu dan dinding supaya saat pintu menghantam, supaya gebrakannya bisa teredam.

Soal bahaya banjir di sini alhamdulillah belum ada. Hujan deras parah juga drainase masih bagus karena dibersihkan dari lumpur secara berkala oleh petugas. Dan jarang sekali ada genangan juga sebab jalan sudah datar dan dicor bagus.

Lagipula di sini letak klaster saya termasuk tinggi (saking tingginya air PDAM saja susah masuk ke rumah haha!) jadi saya anggap itu petaka yang membawa bahagia.

UPDATE 24 FEBRUARI 2022

Suasana langit senja di Maja. Gunung yang tampak di sini adalah Gunung Karang. Bukan Krakatau. (Foto: dok. pribadi penulis)

Salah satu keluhan yang saya rasakan sebagai penghuni CMR tahap 2 adalah jarak ke masjid Al Ikhlas yang sangat jauh dari rumah saya. Saat harus beribadah salat Jumat misalnya, saya harus menempuh perjalanan sekitar 4-5 km. Untung tidak ada kemacetan dan saya punya kendaran pribadi. Lain bagi para tukang yang bekerja di proyek renovasi rumah saya yang mesti menunda keinginan beribadah Jumat karena ketiadaan alat transportasi. Padahal mereka waktu istirahatnya cukup sempit (sekiutar 1 jam) dan itu kalau hari biasa cuma untuk memasak dan makan siang. Betul, tukang saya meski laki-laki juga bisa memasak karena memasak lebih hemat katanya. Uang sisanya dikirim ke keluarga di kampung.

Sekolah sudah ada di CMR. (Foto: dok. pribadi penulis)

Kalau dikatakan Citra Maja Raya belum berkembang sebetulnya juga tak betul sepenuhnya. Sebagai cikal bakal sebuah kota mandiri bak BSD, di sini juga sudah ada kok fasilitas dan infrastruktur umum seperti sekolah. Jadi jangan khawatir untuk Anda yang sudah berkeluarga dan sudah ada anak yang memasuki usia sekolah.

Akan dibuka gerai Janji Jiwa di CMR. (Foto: dok. pribadi penulis)

Minggu ini saya mengamati ada beberapa perkembangan di CMR. Salah satunya adalah dibangunnya kedai Janji Jiwa di dekat klaster Tevana. Di sini entah kenapa memang menjadi area yang penuh dengan kedai kopi yang trendi. Dari kafe Kulo, Kongdjie, Sudut Tangga, ada di jalur sini semua. Satu kesukaan saya di sekitar jalur ini adalah Warung Lesehan Viral di tepi sungai dan sawah seberang Tevana. Tapi jangan salah, meski kelihatan sepi dan tenang, kadang kalau jam makan siang lumayan ramai juga karena orang bisa duduk di rerumputan sambil makan dan memandang sawah di depan mereka. Di balik pemandangan yang begitu indah, ada ongkos yang mesti dibayar juga lho. Karena daerah persawahan dan sungai begini jadi hunian yang nyaman buat ular! Iya, tempo hari seekor ular memangsa ayam milik warga di sini. Ular sanca katanya. Meski tidak berbisa tapi kalau menggigit atau ada peliharaan yang dimangsa ya repot juga apalagi malam-malam dan gelap.

Ini berbeda dari area ruko di CMR Tahap 1 yang lebih ramai karena ada persewaan kendaraan mainan untuk anak-anak kecil dan toko pakaian yang terkesan murah meriah dan megah. Di ruko CMR Tahap 1 saya lihat lebih ramai karena tempat makan, bengkel motor dan mobil seperti Honda dan Toyota, dan bahkan kantor pos.

Toko makanan hewan peliharaan Hachi Petshop di dekat Greenville. (Foto: dok. pribadi penulis)

Bagi Anda yang memiliki hewan peliharaan macam kucing dan anjing, sudah tak perlu beli makanan secara online yang jauh dan mahal. Di sini sudah ada toko yang menjual makanan hewan ini. Kalau saya hitung sih lebih murah jatuhnya dibanding jika beli di Indomaret atau Alfamart yah. Karena toko ini menyediakan produk makanan ukuran besar (1 kilogram lebih !) jadi lebih murah. Dan mereka juga masih giat memberikan diskon. Saya ditawari membership yang memberikan poin yang bisa ditukarkan saat sudah mencapai frekuensi pembelian tertentu. Ya lumayanlah…

Sebuah resto sederhana di dekat klaster Canggu dan Legian. (Foto: Dok. pribadi penulis)

Saya amati ruko di sekitar sekolah Mutiara Bangsa dan klaster Canggu dan Legian ini juga lumayan berkembang. Sudah ada beberapa penyewa atau pemilik yang menghuni dan mengoperasikan ruko menjadi tempat makan Manado, makanan modern, lalu juga ada toko kosmetik dan perawatan kecantikan, ada juga penyedia jasa cuci pakaian/ laundry plus jasa renovasi rumah. Penyedia jasa renovasi rumah, bor sumur memang makin banyak tersedia di sini. Ya karena orang yang punya rumah di CMR juga pasti butuh buat menyempurnakan bangunan asli rumah mereka yang sangat minimalis.

Suasana langit di CMR Tahap 2 saat bulan bersinar terang. (Foto: Dok. pribadi penulis)

Yang saya suka karena tinggal di sini juga suasananya yang masih asri. Tidak ada gedung tinggi penghalang pandangan. Ini lain saat masih tinggal di Jakarta. Mau lihat langit saja susah. Kena tiang listrik dan puncak gedung tinggi. Di sini semuanya serba lapang dan bebas. Jadi kalau Anda stres dan depresi di ibukota, tinggal di sini saja. Pasti bakal terasa lebih syahdu dan damai. Haha. Satu-satunya suara berisik pada malam hari adalah saat ada warga kampung sekitar punya hajatan dan mengadakan konser musik dangdut. Serius! Tapi itu cuma sesekali. Tak begitu sering. Dan kadang yang dangdutan juga bukan warga sekitar tapi para tukang yang sedang menginap di rumah sewaan yang sedang menghibur diri akibat kebosanan di klaster yang masih sepi dan minim hiburan.

Suasana langit pagi Maja yang elok. (Foto: Dok. pribadi penulis)

Saya tahu Maja masih sepi tapi ke depan pasti bakal berkembang bak kota satelit yang mandiri. Apalagi setelah nanti ada akses jalan tol yang dibangun ke sini dan katanya bakal rampung tahun 2024 saat Jokowi sudah turun tahta. Jokowi memang menitahkan proyek jalan tol itu sudah rampung saat beliau kelar menjabat 2 periode yang melelahkan. Kita lihat apakah benar-benar bisa tercapai ya.

Dan ada spekulasi CMR Tahap 2 akan menjadi pintu masuk ke kawasan kota mandiri ini dari akses tol Jakarta. Jadi pilihan saya untuk tinggal di CMR Tahap 2 lumayan tepat. Karena meski CMR Tahap 1 lebih murah harganya tapi ke depan semoga lebih mudah aksesnya dan juga lumayan strategis kalau mau ke mana-mana. Jadi kalau mau dijual lagi pun, nggak bakal rugi-rugi amat.

Oh ya, bagi Anda yang sudah punya unit di sini, jangan salah pilih tukang bangunan untuk merenovasi unit rumah Anda. Karena akibatnya bakal pahit. Seorang tetangga mengalami kejadian pahit, yakni plafon gipsum di atap dapurnya lapuk karena kena rembesan air hujan dan jatuh! Untungnya tak ada orang di rumah jadi tak ada yang kena celaka. Setelah saya tanya, ia mengaku merekrut tukang bangunan lepas di sekitar sini. Nah!

SOAL RENOVASI RUMAH

Kalau saya sarankan sih, cermatlah memilih tukang bangunan yang ditugasi merenovasi rumah Anda. Kalau Anda punya kemampuan dan energi serta waktu lebih untuk memeriksa dan mengawasi pekerjaan mereka, silakan saja. Tapi bagi saya yang sudah merasa kewalahan dan tak terbayang repotnya memeriksa pekerjaan mereka saban hari dan menyediakan akomodasi dan konsumsi tukang, saya meminta bantuan dari agen WhiteHall di sekitar saya. Saya menghubunginya via akun Instagram @tukangcitramaja dan langsung mendapat respon.

Renovasi ini sudah saya lakukan tahun 2021 lalu dan secara keseluruhan saya puas dengan hasil renovasi di bagian belakang rumah. Sempat seorang tetangga bertanya soal plus minus agen renovasi dan mempekerjakan tukang bangunan secara lepas.

Dari yang saya amati, banyak yang sudah merekrut pekerja bangunan lepas dan ujung-ujungnya merasa tak puas dengan hasil renovasinya. Ada yang bocorlah, ada yang cepat rusaklah, hasilnya asal-asalan. Saya kok jarang dengar yang mengatakan 100% puas dengan cara dan hasil kerja mereka.

Tetangga yang menjual bahan bangunan juga kerap mendapati ada tukang bangunan yang sengaja mengurangi kualitas spesifikasi bahan bangunan agar bisa mendapat untung dari anggaran renovasi. Korupsi gitu lah. Karena merasa kurang saja dengan apa yang sudah mereka terima.

Jadi inilah kenapa jangan langsung menerima jika ada tukang yang menawarkan Rp sekian dan terima jadi. Padahal ada banyak hal yang harus dipastikan sebelumnya.

Berikut beberapa hal yang menurut saya harus dipastikan sebelum renovasi rumah:

  • konsep bangunan: Otak pemilik dan tukang sangat berbeda dan butuh sinkronisasi agar bisa mewujudkan bangunan yang sesuai 100% bak rencana pemilik. Inilah kenapa harus ada rancangan bangunan, desain eksterior dan interiornya yang detail. Tak cuma bilang :”Saya maunya rumah ini tingkat dua, ubinnya keramik….blabla..”
  • anggaran renovasi: Sebelum renovasi haruslah sudah disepakati jumlah anggarannya secara pasti. Jangan beri ruang kompromi jika anggaran di tengah jalan melambung. Ini yang kerap dijumpai orang-orang yang sok ingin hemat tapi kebobolan karena abai dengan pengeluaran-pengeluaran tak terduga dan remeh. Maunya untung malah buntung.
  • waktu pengerjaan: Idealnya sudah disepakati durasi pengerjaannya berapa minggu atau bulan. Jadi ada estimasi waktu. Kalau molor, bisa jadi ada penalti atau memang kalau ada alasan kuat bisa dimaklumi.
  • spesifikasi bahan bangunan: Kalau ada yang menurunkan mutu, secara keseluruhan kualitas bangunan juga menurun. Ini harus diwaspadai karena sebagaimana kita ketahui Banten ini rawan gempa. Tak mau kan rumah Anda retak dan ambruk begitu digoyang gempa yang seharusnya tak merubuhkan rumah kesayangan?

Menurut saya juga menyewa jasa agen renovasi juga lebih efisien bagi Anda yang ingin hasil oke dan kepuasan yang tinggi. Tidak perlu repot memikirkan printilan macam makan buat tukang, belanja bahan bangunan setiap hari dari paku sampai batubata.

UPDATE 27 MARET 2022

Saya lihat ada klaster baru lagi yang sedang dipasarkan dan akan dibangun. Namanya Tegalalang atau Tampaksiring begitu. Posisinya ada di seberang pas kantor kepala desa Maja Baru di bundaran Citra Maja Raya 2 sana. Konon di sinilah yang bakal jadi pintu gerbang ke kota mandiri ini. Wah, nggak kebayang kecewanya warga CMR 1 kalau denger ini ya!

Soal keramaian warga, di sini makin ramai dan makin banyak yang merenovasi rumah. Ini terbukti dari naiknya permintaan yang sampai tak bisa dilayani oleh agen renovasi saya dulu. Mereka keteteran.

Selain itu, saya amati juga beberapa tetangga di sekitar saya sudah ada yang mulai giat merenovasi rumah mereka juga. Sesekali ada yang menengok pas hari libur. Dan ada juga yang sama sekali cuek.

Satu rumah mendapat perhatian Manajemen Kota CMR karena membangun dengan permak total wajah depannya. Bakal bermasalah nanti kalau mau urus IMB, katanya sih. Kalau saya sih buat apa deh menghabisi tanah karena dari segi estetika juga nggak enak. Entah nanti bagaimana kasus ini ujungnya. Tapi kalau satu dibiarkan, pastinya bakal ada kecemburuan sosial.

Untuk sewa menyewa ruko sih sepertinya masih lesu karena kondisi ekonomi yang masih belum pulih benar dari krisis pandemi dan ditambah dengan adanya perang Ukraina begini.

Lalu ada teguran juga dari Manajemen Kota ke klaster tempat tinggal saya, karena dianggap ada beberapa warga yang menanam pohon di tanah “berm”. Saya sendiri kurang paham definisi tanah “berm” ini tapi mungkin maksudnya tanah di bahu jalan. Katanya itu dikelola oleh Manajemen Kota.

Dan satu lagi update yang menarik ialah karena saya sudah memiliki KTP, tidak cuma surat domisili di sini, saya diharuskan daftar untuk pemilihan kepala desa Maja Baru periode ini. Wah!

UPDATE 12 APRIL 2022

Beredar sebuah berita bahwa terjadi kasus pencurian tabung gas di klaster Sanur. Karena pelaku-pelakunya amsih di bawah umur dan nilai kerugian masih di bawah Rp2,5 juta (batas tindak pidana ringan) maka pihak peguyuban Sanur tidak meneruskan kasus ke pihak berwajib. Kasus diselesaikan secara kekeluargaan tapi mereka diharuskan wajib lapor dan jika terjadi lagi akan diteruskan ke pihak berwajib.

Lebih lanjut dikatakan si pemilik tabung gas memang masih pindahan rumah. tabung gas diseumbunyikan di gorong-gorong oleh 2 tersangka tapi tertangkap basah oleh petugas keamanan Sanur.

Kejadian ini harus dijadikan pelajaran bagi mereka yang sudah memiliki rumah di CMR dan belum punya dapur belakang. Semua barang haruslah masuk ke dalam rumah. Jangan beri kesempatan maling untuk menjarah barang milik Anda.

Klinik swasta Sri Maju Medika menawarkan vaksinasi 1, 2, dan booster secara cuma-cuma.

UPDATE 14 APRIL 2022

Jika Anda masih belum menjalani vaksinasi Covid-19, Anda bisa datang ke klinik swasta di dekat perumahan Citra Maja Raya. Lokasinya di Jl. Kopo Maja, Mekarbaru, Kec. Kopo, Kabupaten Lebak, Banten 42178. Mudahnya sih ada di seberang gerbang CMR 1 (patung kuda-kuda). Namanya Klinik Sri Maju Medika. Anda bisa menghubingi di nomor telepon 081281865617 untuk memastikan kliniknya buka atau tidak.

Saya sendiri baru saja menjalani vaksinasi booster di sana dan mendapatkan vaksin Pfizer. Menurut keterangan petugas di sana, vaksin booster yang tersedia Moderna dan Pfizer. Dan sebelumnya Anda juga harus sediakan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga lalu mengisi lembar pendaftaran vaksinasi yang isinya data pribadi dan vaksin yang dijalani.

Karena di sini bukan instansi pemerintah, entri vaksinasi ke pihak Kemenkes juga bakal agak lama. Itu artinya tanda vaksin ketiga saya bakal makan beberapa hari sampai bisa tertampil di aplikasi Peduli Lindungi yang penting untuk proses mudik nantinya.

Cuma karena ini bulan puasa, pastikan kondisi tubuh Anda fit betul sebelum vaksinasi dan upayakan tekanan darah sudah di batas normal. Jangan terlalu rendah juga tinggi. Di sini saya diperiksa dulu agar memastikan tekanan darah juga normal. Alhamdulillah di kisaran 110/80. Jadi tanpa menunggu, saya langsung diberi vaksin Pfizer sebagai booster dari dua dosis Sinovac yang saya terima tahun lalu.

UPDATE 19 APRIL 2022

Baru saja menerima newsletter dari Citra Maja Raya. Terkejut karena ini baru pertama kalinya menerima itu di inbox email. Isinya tentu bersifat promosi dan informasi. Promosi tentang klaster-klaster baru yang sedang dijual seperti Agate dan Tampaksiring. Lalu ada informasi tentang fasilitas umum yang sudah tersedia yakni Eco Club, Masjid Al Ikhlas. CGV tentu belum bisa dimuat di sini karena masih belum terbangu

APAKAH MEMBELI PROPERTI DI CITRA MAJA RAYA (CMR) LEBIH UNTUNG DARIPADA PODOMORO TENJO (PT)?

Baru-baru ini saya menemukan sebuah jawaban soal ini di Quora.com soal ini dari akun Danisworo. Dalam penjelasannya dia memberi disclaimer bahwa memang dia karyawan dari salah satu perusahaan properti tersebut. Saya sendiri tahu betul dia karyawan Ciputra Group di bawah Subholding 1 milik Budiarsa Sastrawinata yang fotonya Anda bisa lihat di newsletter di atas. Kenapa saya bisa tahu? Karena saya sendiri mantan karyawan Ciputra Group. Haha.

Intinya, dia membandingkan 4 aspek yang biasa dipakai untuk menilai prospek sebuah properti: yakni jarak dari tempat kerja, luas kawasan, harganya dan investasi ke depan.

Dalam hal jarak, baik CMR dan Podomoro sama jauhnya. Kalaupun beda juga sedikit saja. Tenjo lebih sedikit waktu tempuhnya 4 menit dari pusat jakarta. Tak begitu signifikan. Sehingga fair kalau mengatakan Podomoro Tenjo menang.

Kalau soal luas kawasan yang dikembangkan, CMR menang karena cakupan lahannya yang tidak main-main: 2600 hektar. Sementara PT cuma 650 hektar. CMR menang di sini.

Kawasan CMR juga dinilai lebih dulu berkembang dari PT. Dan ini betul karena saya rasakan sendiri. Meski masih banyak yang kosong rumah dan rukonya tapi fasilitas umum sudah ada. PT masih di belakang. CMR menang di sini.

Untuk nama besar pengembang properti, keduanya sama-sama bukan nama yang bisa diremehkan. Reputasi sudah mapan sehingga para peminat percaya menaruh uangnya ke CMR dan PT. Di sini keduanya menang.

Lalu soal harga propertinya, CMR menawarkan rumah tipe 22 dengan luas tanah 60 meter persegi dengan harga Rp170 juta. Sementara itu, PT menawarkan rumah ukuran yang sama dengan harga Rp180 juta. Ya beda tipislah ya. Untuk spesifikasi material dan hal lain belum diteliti. Tapi secara umum, bisa dikatakan keduanya sama, impas. 

Untuk investasi masa depan, cuma waktu dan kinerja masing-masing pengembang yang bisa menjawab. Dan ini bisa tergantung banyak faktor termasuk di antaranya ialah kemampuan pengembang menggandeng mitra yang tepat, tak bermasalah dengan hukum dan problem lainnya. Selain itu, juga mesti ada iklim persaingan yang sehat agar bisa berkembang. Kalau ada pesaing biasanya pengembang akan lebih waspada dan bekerja sebaik mungkin, tidak santai dan manja. Di sini kehadiran PT justru bisa menjadi pesaing yang baik untuk CMR yang sudah lebih dulu berkembang. Apakah CMR bisa menjadi kota mandiri yang lebih unggul dan berdaya saing?  Let’s see.

UPDATE 5 MEI 2022

Lebaran di Citra Maja Raya memang terasa agak sepi padahal kalau ke luar perumahan dan ke kampung sekitar ya ramai juga kok. Meski ada yang mudik, sebagian penghuni juga masih ada yang di sini karena tidak merayakan Idulfitri.

Kondisi perumahan sih masih begini-begini saja. Tidak ada lonjakan jumlah penghuni pasca Lebaran. Paling ada beberapa yang menengok rumah tapi beberapa hari kemudian ditinggal lagi ke rumah mereka di luar Maja.

Untuk ruko, di CMR ini agak susah menjualnya. Alasannya kondisi ekonomi yang lesu sekali. Pandemi memang sudah menyurut di Indonesia, terbukti dengan mudik 2022 yang heboh dan dahsyat sekali kemarin. Tapi secara umum, perekonomian kita masih terseok-seok. Harga BBM naik, harga sembako juga mengalami kenaikan semasa Ramadan. Kita tahulah bagaimana ganasnya kenaikan harga bahan pangan kalau bulan Puasa dan Idulfitri. Nah apakah harga-harga tadi akan turun habis Lebaran? Haduh, kok agak susah ya. Di negara ini, sepertinya sejarah membuktikan sekali naik ya susah turunnya. Haha.

Untuk harga ruko standar di sini Rp630 jutaan. Tapi itupun susah sekali terjual. Banyak pembeli yang menawar sampai Rp500 jutaan saja. Alasannya ya ekonomi yang masih susah begini. Mau bagaimana lagi?

UPDATE 8 MEI 2022

Kemacetan di Maja jarang sekali terjadi. Tapi malam ini terjadi sebuah kemacetan yang sangat tidak lazim sekali. Saya melintas di gerbang CMR 1 dan begitu belok ke kanan lho kok malah macet parah. Entah kenapa bisa begini?

Saya menduga ada arus balik ke Jakarta yang lumayan deras sehingga jalan jadi begini macet.

UPDATE 10 MEI 2022

Soal makanan di sini kalau sedang tidak ingin memasak sih tak usah khawatir. Karena di dalam klaster juga banyak kok yang jualan. Di ruko-ruko ada beberapa tempat makan langganan saya.

Tempat rekomendasi yang oke sih buat makan. (Foto: Dok. pribadi)

Saung Lesehan Teh Zahra ini cukup layak dikunjungi kalau menurut saya. Kebetulan saya menikmati belut goreng dan sayur asem yang lumayan oke. Harganya memang tidak bisa dikatakan murah meriah seperti warteg tapi dengan suasana saung begini, meja terpisah dari pengunjung yang lain rasanya kok worth it aja. Pelayanannya juga bagus dan standar operasionalnya terjaga.

Lokasinya dekat dengan jalur rel kereta kommuter Rangkasbitung-Tanah Abang sehingga jangan kaget kalau di tengah menikmati hidangan, terdengar suara gemuruh tiba-tiba.

Anda bisa lihat di sini suasananya cukup syahdu dan kondusif untuk bersantap malam ambil menikmati pemandangan malam di Maja yang mirip suasana liburan di daerah-daerah wisata. (*/)

BERSAMBUNG KE BAGIAN KEDUA : “PENGALAMAN MEMBELI RUMAH DAN TINGGAL DI CITRA MAJA RAYA

Dari Yoga, Kepincut Gymnastics, Lalu Kombinasikan Keduanya

Pekan lalu, saya disuguhi sejumlah pertanyaan untuk wawancara sebelum berbagi di Komunitas PagiPagi Yoga di Bella Tera Mall, Jakarta. Karena saya memang suka sekali menjelaskan secara tertulis, jadilah hasil wawancara sebagai sebuah tulisan yang agak terlalu detail sampai seperti esai. Berikut adalah jawaban saya pada pertanyaan-pertanyaan yang diberikan tanpa saya sensor sedikitpun.

Bagaimana Anda pertama kali mengenal yoga?”

Saya pertama kali mengenal yoga lewat buku Leslie Kaminoff, “Yoga Anatomy”. Saya mencoba melakukan asana-asana tersebut sendiri. Dan karena tidak dipandu guru atau orang yang lebih berpengalaman tentunya teknik saya kurang bagus dan aman. Juga sayangnya di buku itu variasi asana yang disajikan tidak banyak sehingga saya terus ingin belajar. Barulah selang beberapa waktu kemudian saya mendengar ada komunitas yoga yang saat itu masih berskala kecil dan dirintis Yudhi Widdyantoro, seorang guru yoga di Jakarta. Dari sana, sejak Desember 2010 saya lebih banyak belajar yoga di komunitas Yoga Gembira, Taman Suropati, Menteng.

Mengapa tertarik dengan yoga?”

Saat pertama berlatih di komunitas Yoga gembira, saya merasa seperti menemukan sepotong bagian diri saya yang hilang. Sebenarnya saya sudah dari kecil tertarik berolahraga tetapi bukan jenis olahraga permainan dan tim seperti basket, voli, badminton dan sebagainya. Saya lebih menyukai olahraga ketangkasan individual seperti gymnastics tetapi sayangnya sarana dan prasarana di tempat saya berasal belum memadai untuk itu. Maka dari itu, saya menjadi malas berolahraga. Begitu saya mencoba yoga dan merasakan kemiripannya dengan gymnastics, saya pun tertarik. Dan sejak itu saya rajin setiap minggu hadir di kelas komunitas Yoga Gembira. Sensasinya berbeda dari olahraga kebanyakan karena dalam yoga ada aspek meditatif dan olah pernapasannya (pranayama) juga sehingga lebih terasa holistik dan lengkap.

Apa manfaat yang dirasakan dengan berlatih yoga?”

Setelah rutin beryoga, saya merasa lebih bugar, sehat dan produktif. Kebanyakan orang mungkin melakukan yoga karena ingin langsing atau menurunkan berat badan tetapi untuk saya yang memang tipe tubuhnya ectomorph (kurus), saya lebih berfokus pada menjaga kesehatan dan menguatkan tubuh sehingga tidak mudah sakit di tengah kesibukan. Yoga juga bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja sehingga saya bisa melakukannya saat saya butuh, tanpa harus tergantung dengan teman atau faktor-faktor lainnya. Dan yang terpenting saya bisa melakukannya tanpa harus keluar tempat tinggal karena saya sebisa mungkin ingin menghindari kemacetan ibukota yang menjadi salah satu sumber stres utama warga di dalamnya termasuk saya.

Apa motivasi mengajar yoga?”

Saya awalnya diajak mengikuti pelatihan mengajar yoga dengan motivasi ingin belajar untuk diri sendiri, bukan untuk mengajar orang lain. Lagi pula saya merasa belum begitu berpengalaman sehingga ada baiknya mematangkan diri dulu sebelum berbagi ke orang-orang di sekitar saya. Dan apakah nantinya saya akan mengajar atau tidak, saya putuskan nanti tanpa ada target atau ambisi. Just let it flow.  

Sekarang ini saya mengajar di samping kesibukan utama pekerjaan utama saya sebagai penulis penuh waktu karena permintaan sejumlah teman atau komunitas di sekitar Jabodetabek.

Motivasi saya mengajar yang paling utama ialah mendorong lebih banyak orang di sekitar saya untuk lebih sehat, hidup seimbang agar mereka bisa menjadi manusia yang lebih bahagia, mandiri, dan sehat. Itu karena saya melihat ada banyak orang yang bekerja begitu keras di ibukota ini sampai melupakan kesehatan dan begitu mereka sakit, uang yang mereka dapat malah akhirnya habis untuk berobat. Ironis sekali, menurut saya. Padahal sakit mereka ini bisa dicegah dengan mengubah pola pikir, pola makan, gaya hidup, dan sebagainya. Kalau urusan panjang umur atau tidak, itu urusan Tuhan. Kita sebagai manusia biasa hanya bisa berupaya menjaga kesehatan kita. Salah satunya ialah dengan berolahraga,  berpola hidup sehat. Bukan sekadar gaya hidup sehat, karena ‘gaya’ cenderung berlangsung sesaat, cuma tren. Padahal harusnya menjadi bagian tak terpisahkan kehidupan kita.

“Asana apa yang menjadi tantangan dalam belajar dan pelajaran/ kiat apa yang diperoleh dari sana?”

Banyak asana yang saya masih harus pelajari dengan baik. Handstand bisa jadi salah satu asana atau postur yoga yang paling saya susah lakukan. Meskipun saya tidak sampai terobsesi dengan berlatih handstand setiap hari, saya merasa agak penasaran juga. Rasa keingintahuan itu mengantar saya ke kelas Gymnastics yang dipandu oleh mantan pesenam artistik putra Indonesia Jonathan Sianturi. Saya belajar dari beliau tentang handstand dengan baik dan aman. Ada tahapan (progression) yang harus dilalui dengan sabar karena menurutnya semua itu adalah fondasi yang harus dikuatkan dulu agar bisa mencapai sesuatu yang lebih besar. Pendekatan gymnastics untuk melakukan handstand tersebut bagi saya terbukti lebih efektif daripada pendekatan yoga yang selama ini saya lihat di kelas-kelas sejumlah guru. Namun, bukan berarti mereka kurang bagus. Hanya saja pendekatan yang mereka berikan ternyata tidak bekerja sesuai harapan dalam kasus saya. Dan cara pandang terbuka semacam ini perlu diterapkan dalam belajar apapun. Apa yang menurut satu orang bagus bukan berarti otomatis bagus juga untuk orang lainnya.

Kiat saya untuk melakukan handstand dalam hal fisik ialah dengan mencoba melakukan banyak penguatan di telapak tangan, pergelangan tangan, bahu, otot trapezius (punggung atas). Dan mungkin kita perlu sadari bahwa sering persiapan untuk melakukan sebuah asana bukanlah dengan melakukan asana-asana lain atau mengulangi asana yang dimaksud berkali-kali sampai tenaga habis tetapi melakukan gerakan-gerakan lain yang tak termasuk dalam kategori asana tetapi mampu secara efektif menyiapkan fisik dalam mencapai gerakan itu dengan baik dan aman, relatif bebas cedera. Baru jika aspek fisik tadi sudah terpenuhi dan solid, kita bisa bergerak ke pengaturan napas dan aspek meditatif dan kontemplatif saat handstand. Karena logisnya, bagaimana kita bisa bernapas dengan penuh kesadaran di sebuah pose apapun itu jika kita masih kesulitan melakukannya dengan mulus? Jadi, kiat saya untuk bisa menguasai handstand secara mental ialah berpikir secara lebih luwes dan terbuka. Kalau memang di yoga tidak menemukan kuncinya, kenapa tidak mencarinya di disiplin lain? Begitu pemikiran saya. Dari situ, saya bisa melengkapi praktik yoga saya sehingga lebih holistik.

“Bagaimana kesibukan mengajar yoga sekarang?”

Sekarang saya lebih banyak mengajar di kelas privat di tempat saya bekerja dan di studio yoga baru “Holinest” di Tebet setiap Kamis sore.

“Bagaimana pengalaman mengajar pertama kali?”

Pengalaman mengajar saya yang paling berkesan ialah saat saya diminta mengajar oleh seorang ekspatriat yang ternyata bekerja sebagai petinggi di korporasi maskapai penerbangan di tahun 2013. Anehnya, kami belum pernah bertemu secara langsung. Ia menghubungi saya melalui surat elektronik setelah ia membaca blog saya tentang yoga. Saat itu saya masih belum mendapatkan sertifikat kelulusan mengajar yoga dan saya katakan saya belum bersertifikasi. Namun, tampaknya ia tidak keberatan dan kemudian barulah saya bersedia membimbingnya berlatih yoga secara privat. Beberapa bulan lalu, kami kembali bertemu di jejaring sosial LinkedIn dan saya bertanya apakah ia masih ingat saya dan ia jawab iya. Haha. Sungguh dunia yang kecil.

Ceritakan bagaimana Anda berlatih yoga sehari-hari.”

Saya sendiri lebih sering berlatih sendirian karena saya hanya memiliki waktu luang di pagi hari sebelum bekerja. Saya berlatih saat pagi hari di ruang terbuka juga karena udara lebih segar dan terkena sinar matahari. Namun demikian, saya juga menikmati beryoga bersama teman-teman saat akhir pekan atau ada kesempatan berlatih bersama. Tetapi sekali lagi untuk latihan harian saya ‘terpaksa’ latihan sendiri karena saya tidak ingin terlalu bergantung pada keberadaan guru atau teman untuk memotivasi. Menurut saya, motivasi yang terbaik adalah yang datang dari dalam diri sendiri.

Karena sudah terbiasa berlatih secara rutin itulah, saya sangat jarang berhari-hari tidak berlatih. Mungkin karena saya sudah tidak merasakan keterpaksaan tetapi merasa membutuhkan yoga demi kesehatan diri. Latihan yoga juga tidak harus melulu yang berat dan latihan untuk asana X atau Y. Kalau memang energi saya sedang agak turun dan merasa lelah, saya lebih banyak gerakan yang bersifat Yin dan rileks. Begitu juga sebaliknya. Jadi, kalau seminggu tidak latihan mungkin rasanya sudah tidak karuan. Kalau orang tidak sanggup memulai hari tanpa kopi atau kafein, saya tidak bisa memulai hari tanpa menggerakkan badan.

“Kapan Anda merindukan yoga?”

Saya bisa rindu latihan yoga saat saya sedang dirundung kesibukan yang sangat padat sehingga waktu luang cuma bisa saya isi dengan tidur. Saya pernah menjalani pekerjaan yang tidak memungkinkan saya beryoga pagi hari dan saya lebih sering sakit dan kurang bugar. Jadi, bisa beryoga di sela kesibukan itu bagi saya sebuah kemewahan yang patut dirindukan.

“Pernahkah mengalami kebosanan dalam beryoga dan bagaimana mengatasinya?”

Saya bisa mengalami kebosanan saat latihan yoga biasanya karena terlalu sering melakukan sekuen tertentu. Maka dari itu, saya menghindari kebosanan dengan berusaha memvariasikan yoga dengan jenis olahraga lain. Kalau ada waktu saya kadang jogging, atau high intensity training (HIIT), atau melakukan gerakan-gerakan conditioning yang saya pelajari di kelas Gymnastics. Kadang saya juga berlatih beban baik dengan dumbbell/ free weight atau resistance band untuk mengimbangi gerakan menekan (push) yang banyak dilakukan di yoga dengan gerakan-gerakan menarik (pull) sehingga badan lebih seimbang. Dan kalau sedang bosan dengan asana, saya sempatkan duduk untuk olah napas sejenak di pagi hari dan menghirup udara pagi sambil terkena sinar matahari untuk meningkatkan mood dan semangat. Simpel tetapi efektif bagi saya.

“Apakah Anda memilih latihan yoga di pagi, siang atau malam hari? Dan kenapa?”

Saya latihan yoga hampir setiap hari di pagi hari sekitar pukul 6 atau 6.30. Saya tipe orang pagi (morning person) jadi lebih merasa cocok latihan pagi hari. Kalau saya latihan malam, saya justru ‘overstimulated’ dan susah tidur sehingga pola tidur jadi terganggu. Dan saya yakin bangun pagi setelah tidur yang cukup malam harinya juga membuat kesehatan saya lebih terjaga dengan baik sehingga saya sangat menghindari begadang.

“Apa yang Anda sukai dari yoga?”

Yang saya suka dari yoga ialah bahwa ia bisa secara fleksibel diintegrasikan atau diselipkan dalam kehidupan kita, tak peduli seberapa sibuknya kita atau apapun profesi kita. Saya sendiri bekerja sebagai penulis dan berusaha melakukan yoga di sela pekerjaan saya. Cara mengaturnya sederhana saja, temukan waktu luang dan tempat untuk latihan dan berkomitmen pada diri sendiri untuk berlatih. Itu saja. Tidak muluk-muluk harus bisa ini itu. Pokoknya sudah sehat saja sudah bersyukur. Yang lain bonus semata.Haha.

“Apakah makna yoga bagi Anda?”

Yoga bagi saya adalah sebuah olah raga dan jiwa. Saya masih ingat leganya pikiran dan hati saya setiap selesai ber-savasana di taman tanpa harus memikirkan ‘Wah besok hari Senin, stres lagi!” Haha. Saya pernah merasakan seperti itu dan kemudian saya berhasil mengelola emosi dan stres sehari-hari salah satunya dengan beryoga.

“Pernahkah menderita cedera dan apa yang dilakukan agar tidak terkena cedera lagi?”

Syukurnya saya belum pernah cedera sampai berbulan-bulan dan parah. Tetapi saya pernah berlatih backbend yang mungkin terlalu sering sehingga terasa ngilu di sekitar sacrum dan sekarang sudah hilang. Sejak itu saya berupaya berlatih secara seimbang saja. Caranya dengan berlatih dengan kesadaran (awareness) dan tidak terobsesi dengan satu jenis asana saja lalu berlatih fokus ke gerakan-gerakan yang itu melulu.

Agar tidak cedera, saya berusaha agar melakukan pemanasan yang cukup. Dan kalau ikut kelas, saya wajibkan diri saya untuk ikut dari awal sampai akhir agar pemanasannya memadai dan pendinginan juga cukup. Keduanya penting sekali. Dan penting untuk mengikuti urutan sekuen yang diberikan guru. Jangan hanya karena saya merasa bisa kemudian saya ‘melompati’ sekuen yang diberikan dan langsung ke asana puncak. Di situlah ego kita diuji. Jadi harus sabar. Kadang walaupun kita sudah bisa melakukan satu asana, risiko cedera bisa saja masih ada jika kita terlalu menyepelekan dan terburu-buru.

Mengapa memilih tema kelas ‘Gymnastic Yoga’?”

Saya memilih tema “Gymnastic Yoga” karena saya beberapa tahun terakhir ini mengikuti kelas Gymnastics dan merasakan manfaatnya dalam latihan asana yoga saya. Ternyata juga setelah saya baca artikel ulasan buku “Yoga Body: the Origins of Modern Posture Practice” (2010) di tautan ini yang diterbitkan berdasarkan pada hasil penelitian disertasi Mark Singleton (seorang akademisi dari University of London), gymnastics dan yoga ada persinggungan sejarah juga! Dari sana, saya paham bahwa keduanya ternyata bersenyawa sedemikian rupa hingga menjadi yoga modern yang kita kenal sekarang ini. (*/)

%d bloggers like this: