Pengalaman Membeli Rumah Pertama secara Tunai di Citra Maja Raya

KEBUTUHAN manusia yang paling dasar ada tiga: sandang, pangan, dan papan. Kalau ditilik dari tingkat kesejahteraan manusia modern di abad ke-21 ini, tentunya kita tahu bahwa kebanyakan manusia saat ini sudah bisa memiliki sandang dan pangan dengan relatif mudah.

Tetapi soal memiliki papan, tidaklah semudah itu. Memiliki rumah saat ini sangatlah tidak murah. Padahal sebenarnya membeli rumah itu mudah dan murah jika kita mau sedikit mengerem gaya hidup.

Dan mengerem keinginan konsumtif itu memang susah, karena saya yakin manusia itu memang takdirnya menjadi makhluk yang boros. Bahkan bagi orang yang sudah merasa sangat hemat sekalipun, pasti ada satu celah di mana dia mengeluarkan uang untuk sesuatu yang sesungguhnya tidak perlu dan bisa dihindari. Misalnya, jika Anda merasa sudah bisa berhemat dengan berpantang merokok selama beberapa tahun, mungkin Anda akan melampiaskannya ke aspek olahraga agar bisa terus sehat dan tidak kembali kecanduan nikotin. Atau jika Anda merasa sudah berhemat dengan makan ala kadarnya di warung tegal saban hari, Anda mungkin tidak sadar bahwa membeli iPhone 11 adalah pemborosan yang sejatinya tak perlu.

Saya sangat maklum. Begitulah manusia. Tiada yang sempurna.

Saya juga demikian.

Jadi begitu dua tahun lalu ada rezeki berlebih saya ‘nekat’ membeli saja satu unit rumah sederhana secara tunai meski keuangan saya hampir habis-habisan saat itu.

Saat saya terbersit membeli rumah, saya pikir bahwa jika saya hanya membiarkan uang tabungan itu di rekening, ia hanya akan digerogoti inflasi. Dan saat itu ada penawaran rumah di Citra Maja Raya di kabupaten Lebak, Banten. Jadi, kenapa tidak?

Sebagai sangkalan (disclaimer) di awal, saya menulis ini dengan apa adanya menurut apa yang saya alami. Saya memang sebelumnya bekerja untuk perusahaan properti tersebut tetapi saya sekarang tak lagi mencari nafkah di sana. Jadi, saya bukan bagian dari jaringan marketing atau strategi marketing di perusahaan yang didirikan alm. Ir. Ciputra tersebut.

Saya sendiri memilih pengembang properti Ciputra dengan alasan sudah tepercaya dan kredibilitasnya teruji. Dengan motto IPE-nya (Integritas, Profesionalisme, dan Entrepreneurship), perusahaan ini sudah mengalami krisis 1998 dan saat itu yang saya kagumi ialah alm. Ir. Ciputra tidak meninggalkan Indonesia ke luar negeri demi keselamatannya sendiri meskipun ia sebetulnya bisa saja.

Dan kebetulan saya juga memiliki pengalaman yang relatif baik dalam membeli rumah di salah satu proyek terbarunya ini.

Ditambah lagi karena saya lebih menyukai jenis rumah tapak (landed house) karena ada tanah yang saya bisa pijak! Terdengar kolot dan kuno tetapi menurut saya cukup logis karena manusia diciptakan untuk menjejakkan kaki ke tanah/ bumi.

Awalnya saya ditawari agen dan saya tanpa rencana diajaknya ke lokasi proyek tersebut. Saat tahun 2018 itu, proyek tahap pertama di Citra Maja Raya sudah terselesaikan. Sehingga saya seratus persen yakin bahwa pihak pengembang Ciputra beritikad baik untuk mengembangkannya menjadi sebuah kota mandiri terpadu yang mengusung konsep ramah lingkungan (eco-friendly).

Saya baca di laman Wikipedia.com tentang proyek ini, Citra Maja Raya di kecamatan Maja, kabupaten Lebak, Provinsi Banten ini ialah salah satu dari 10 kota publik baru yang ditetapkan dalam Keputusan Presiden No.2 Tahun 2015. Kota baru ini termasuk dalam Rencana Pengembangan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 sehingga makin yakinlah saya dengan masa depannya. Bagi saya sendiri, inilah daya tarik utamanya dibandingkan iklan jor-joran dan agresif ala M**karta yang kini tidak ada kabar beritanya.

Semasa bekerja di Ciputra, saya akrab dengan istilah ‘backlog’ yang dalam dunia properti mengacu pada kondisi kekurangan suplai (dalam hal ini rumah tinggal ) dan tingginya permintaan di pasaran untuk produk properti yang terjangkau bagi semua kalangan. Urusan perumahan memang pelik di nusantara karena ini bukan cuma soal menumpuk batubata, semen, lalu memberinya genteng sebagai atap, tetapi bagaimana menciptakan lingkungan yang tertata dan terbangun sedemikian rupa sehingga suportif bagi semua manusia yang tinggal di dalamnya serta juga memperhatikan aspek lingkungan hidup.

Kenapa aspek lingkungan penting? Karena kita sudah paham betul dengan apa yang terjadi jika perencanaan kota sudah acak-acakan dan berbagai kepentingan sudah memasukinya. Jakarta adalah salah satu contoh kegagalan perencanaan dan pembangunan kota yang kolosal. Saking tidak bisanya diperbaiki lagi, sampai pemerintah harus menciptakan ibukota baru. Itulah karma yang menurut saya harus kita tuai karena keegoisan kita sendiri. Kurang berpikir jangka panjang dan hanya mempedulikan kepentingan ekonomi terus-terusan, padahal akhirnya kehancuran alam juga kehancuran kita sendiri.

Kembali ke pengalaman saya, saya membeli rumah ini di Januari 2018. Pembayaran terlunasi secara tunai. Bukan karena saya kaya raya tetapi karena saya tidak memaksakan diri membeli rumah yang begitu jauh di luar jangkauan keuangan saya.

Saya sebisa mungkin tidak menggunakan jasa bank untuk membiayai pembelian rumah ini karena dengan membayar kas keras, saya bisa menghemat banyak uang. Selisih ini bisa dipakai untuk keperluan lain.

Selain itu, dengan membayar secara tunai juga hati lebih tenteram karena terhindar bunga yang diyakini haram dan tidur lebih nyenyak (karena tak memikirkan pelunasan utang lagi). Karena saya yakin, dengan lebih sedikit tanggungan di dunia, kita akan bisa lebih tenteram kapanpun kematian menjemput kita. Jangan sampai ada utang yang belum selesai saat kita meninggalkan dunia. Nah, masalahnya kematian mungkin tidak akan peduli kita sudah menyelesaikan semua urusan duniawi semacam utang KPR itu.

Namun demikian, bagi Anda yang memang kebetulan tidak memiliki kelapangan finansial seperti ini, saya tidak akan memojokkan Anda. Silakan saja sesuaikan skema pembayaran sesuai kemampuan. Karena tiap orang memiliki kondisi masing-masing.

Untuk mendapatkan harga rumah semurah ini, Anda juga harus berkorban, yakni dalam bentuk kesabaran menunggu. Saya sendiri harus menunggu dua tahun untuk menunggu sampai rumah saya terwujud dan siap diserahterimakan.

Putar waktu dengan cepat alias fast forward, saya kemarin baru saja menjalani proses serah terima (handover) rumah yang saya beli di proyek tahap dua Citra Maja Raya. Awalnya saya diberitahu via email (sebetulnya Anda bisa memilih untuk dihubungi via media lain, sesuai pilihan pribadi) dan saya segera membalas agar pihak manajemen proyek bisa mempersiapkan kedatangan saya karena mereka harus mempersiapkan dokumen serah terima dan kendaraan sebagai sarana untuk mengantar saya memeriksa bangunan fisik rumah yang sudah jadi dan siap huni tersebut.

Saya sendiri mengantre di kantor Customer Service di Citra Maja Raya Sabtu siang itu (1/2/2020). Untungnya orang yang ke sana melakukan serah terima tidak begitu banyak. Plus, cuaca di Maja lumayan bersahabat meskipun sepagian itu di Jakarta diguyur hujan lebat sehingga ideal untuk tur mengelilingi kawasan perumahan baru.

Saya mengantre dengan mencatatkan nama secara manual di pihak sekuriti dan begitu petugas selesai dengan satu pembeli, saya akan dipanggil ke salah satu.

Saya sendiri harus menunggu dalam waktu yang cukup lama yakni 1 jam lebih. Sebelumnya ada 15 orang di daftar hadir sekuriti, kalau saya lihat lagi. Saya di urutan nomor 16. Saya sempat makan siang dan salat zuhur di antara waktu tersebut. Syukurnya, di ruko dekat kantor tersebut sudah ada beberapa tempat makan yang buka sehingga saya dan mereka yang menunggu antrean tidak kelaparan. Ada juga minimarket hadir di sana.

PROSES SERAH TERIMA RUMAH

Saya dipanggil ke meja petugas yang bernama Tino. Dengan ramah, ia menyuruh saya menunggu sebentar setelah saya menunjukkan KTP serta ditanya lokasi rumah (blok apa dan nomor berapa) dan ia menyiapkan dokumen serah terima dan kunci rumah.

Ia mencetak dokumen serah terima (handover) sebanyak dua salinan. Satu untuk saya simpan dan satu lagi untuk berita acara, ujarnya. Ia membacakan isi dokumen secara ringkas dan menyuruh saya memparaf setiap lembarnya untuk menandakan saya memahami sepenuhnya isi lembar tersebut dan sepakat juga dengan isinya.

Nah, apakah isi dokumen itu?

Isinya menyatakan bahwa saya berhak untuk menempati rumah dengan spesifikasi yang tertera di surat serah terima, atas nama identitas yang tertera (dalam hal ini saya sendiri), dan saya juga menerima instalasi listrik dan air bersih beserta 3 set kunci pintu dalam bangunan rumah (jumlah kunci ini tentu saja bervariasi sesuai tipe rumah). Masing-masing pintu rumah akan diberikan 3 kunci yang sama sebagai cadangan jika satu hilang. Saya di hari yang sama menuju ke unit rumah yang dimaksud untuk memeriksa apakah kunci-kunci ini beserta pintu-pintunya berfungsi dengan baik atau tidak. Kalau semua kunci hilang, petugas berkata saya harus bertanggung jawab dan mengganti pegangan (handle) pintu karena otomatis harus ganti semuanya. Daun pintunya saja yang bisa dipertahankan.

Untuk listrik, dikatakan sudah terpasang di unit rumah saya dengan daya 1300 watt dengan sistem token. Untuk nomor identitas sudah tertera di KWH meteran listrik. Saya bisa memakai sesuai kebutuhan. Dan bulan Maret saya sudah dikenai biaya abonemen, mau dihuni atau belum tidak peduli.

Untuk air, semua instalasi pipa air sudah terpasang jadi tinggal meteran air yang belum terpasang. Untuk bisa menikmati air, saya sebagai pemilik sah rumah bisa langsung menuju ke kantor PDAM Maja. Setidaknya dalam kurun waktu 3 bulan pertama sejak serah terima, saya disarankan sudah mendaftarkan langganan air bersih ke PDAM karena dengan begitu akan ditemukan segera jika ada kebocoran dan kerusakan di jaringan pipa air. Jika ditemukan masih dalam masa garansi, kerusakan bisa diklaim ke pihak pengembang dan saya bisa mendapatkan perbaikan secara gratis!

Bagaimana dengan cara mendaftar ke PDAM? Kata petugas, caranya mudah. Dengan berbekal fotokopi KTP dan tanpa dipungut biaya dan materai Rp6000.

Selebaran dari PDAM Multatuli

Nantinya keputusan untuk berlangganan PDAM ini menjadi keputusan yang saya sesali karena …. baca saja sampai habis.

SOAL GARANSI

Poin selanjutnya, dinyatakan bahwa ada garansi fisik yang berlaku selama 3 bulan pertama dan garansi khusus kebocoran akibat hujan selama 6 bulan pertama sejak tanggal serah terima. Disarankan garansi ini dimanfaatkan segera. Petugas memberi sarana agar saya tiap bulan memeriksa jika ada yang perlu diperbaiki dan bila ada kerusakan di bangunan rumah, saya dapat segera mengambil foto dan menuju ke kantor Customer Service di Citra Maja Raya untuk mengajukan permintaan perbaikan.

Dan semua ini berlaku pada versi bangunan standar jadi pihak pengembang tidak mau memperbaiki bagian rumah yang sengaja direnovasi atau dibuat modifikasi yang tidak sesuai standar bangunan mereka. Jadi, kalaupun Anda sudah punya duit untuk mempermak rumah (mereka menyebutnya “Pekerjaan tambah kurang” alias renovasi), tahan diri dulu sampai masa garansi berakhir ya. Karena nantinya malah rumit.

Kemudian garansi berakhir bila unit rumah kita kemudian dijual ke pihak lain.

Garansi juga akan hangus bila rumah terkena akibat force majeur dan bencana alam lainnya seperti banjir. Nah, di sini saya jadi ingat dengan berita-berita soal parahnya sejumlah wilayah kabupaten Lebak yang terdampak bencana banjir pada awal Januari 2020 lalu. Skalanya lumayan besar, dan untungnya setelah saya tanyakan wilayah Maja yang menjadi lokasi perumahan Citra Maja Raya ini jauh dari wilayah-wilayah rawan banjir besar tersebut.

Setelah garansi rumah berakhir, jika kita perlu memperbaiki rumah, pihak pengembang jika diminta akan memberikan jasa konsultasi teknis. Misalnya, jika kita ingin merenovasi dan ingin mendapatkan jasa tukang bangunan yang kompeten, pihak pengembang akan berupaya membantu mereferensikan tukang bangunan yang menurut mereka memenuhi syarat.

Sejak serah terima, saya akan dikenakan tarif IPL (Iuran Pengelolaan Lingkungan) yang mencakup biaya kebersihan lingkungan, keamanan, dan sampah.  Besaran iuran IPL tersebut ialah Rp1.320 dikali luas tanah unit rumah.

Cara pembayaran IPL akan diinformasikan lewat SMS dan di dalamnya akan diberikan nomor virtual account BCA untuk membayar iuran IPL via transfer bank.

Karena unit rumah ini masih ditanggung pihak pengembang, saya terbebas dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga AJB-nya pecah setidaknya 1-2 tahun lagi. AJB ialah Akta Jual Beli, yang menunjukkan bahwa seluruh pajak-pajak yang timbul karena jual beli sudah dibayarkan oleh para pihak sesuai dengan kewajibannya masing-masing. Dan AJB sendiri dapat didefinisikan sebagai akta otentik yang dibuat oleh PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) untuk peralihan hak atas tanah dan bangunan. Saya akan menanggung pajak pembeli berupa Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang besarannya mencapai 5% dari nilai peroleh hak setelah dikurangi dengan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) yang besarnya berbeda untuk masing-masing wilayah. Nah, ini masih saya belum tahu secara pasti. Tapi yang pasti, AJB ini kekuatan hukumnya jauh lebih tinggi dan kuat dibandingkan PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) dan PJB (Pengikatan Jual Beli). Bagian legal dari manajemen perumahan akan memberikan informasi lebih lanjut soal ini.

Kemudian yang tidak kalah penting ialah saya diberikan nomor-nomor kontak dan alamat email yang saya bisa hubungi tatkala ada pertanyaan atau permintaan terkait unit rumah yang saya sudah beli tersebut.

Terakhir, saya diberikan juga peta untuk menuju ke unit rumah saya dan kemudian saya naik sarana transportasi yang disediakan untuk kemudian memeriksa kondisi rumah secara lengkap dan utuh secara langsung agar jika ada kerusakan bisa segera diadukan.

Begitulah pengalaman singkat saya membeli rumah sederhana. Bagaimana dengan Anda? (*/)

Update:

Akhir Juni 2021 saya baru menandatangani Akta Jual Beli (AJB) rumah saya secara resmi di kantor pengembang yang difasilitasi oleh PPATK di daerah rumah saya.

Saya diharuskan menunggu lagi untuk penerbitan AJB dan karena saya langsung ingin membuat rumah ini menjadi hak milik sepenuhnya, saya langsung membayar PPATK untuk membuatkan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang menjadi bukti paling kuat atas kepemilikan sebuah properti/ rumah. Dengan SHM, saya punya kebebasan menggunakan rumah dan menjadikannya sesuai selera saya sendiri.

Berapa lama saya menunggu? Ya namanya juga Indonesia. Saya harus menunggu balik nama ini sekitar 2 bulan dan untuk pembuatan SHM sekitar 8-9 bulan. Haha. Lama ya bund? Ya mau gimana lagi. Dinikmati saja kalau tinggal di Indonesia begini mah.

HAL-HAL YANG HARUS DIMAKLUMI

Tinggal di perumahan baru seperti Citra Maja Raya ini membuat kita harus bersabar. Jangan menyamakannya dengan ibukota Jakarta yang sudah serba ada dan lengkap.

Kenapa? Agar Anda nggak capek ngeluh. Haha serius ini. Karena saya selalu lelah mendengar seorang teman yang juga memiliki rumah di sini dan mengeluhkan soal serangga yang banyak masuk ke rumah, soal PDAM yang layanannya jauh dari memuaskan, soal ketidaklengkapan fasilitas umum seperti ATM BCA.

Come on, sebagai pembeli kita seharusnya sudah paham bahwa inilah biaya yang mesti kita tebus untuk sebuah rumah tapak dengan harga murah.

Saya tak mengeluh karena saya tahu ini semua adalah konsekuensinya. Jadi saya nggak melelahkan diri dengan protes ini itu yang cuma menghabiskan energi.

Untuk pelayanan PDAM, memang sangat mengecewakan. Saya sudah capek menghadapi matinya aliran air mereka. Tak tanggung-tanggung, air kadang keruh, aliran air mati karena pompa mereka mati saat sungai yang jadi sumber air baku mengandung sedimen yang padat. Sempat seminggu penuh air macet. Ya masak kita harus berhenti mandi dan buang air selama 7 hari? Haha. Tapi meski demikian, kami sebagai pelanggan harus membayar 50 ribu setiap bulan. Menyakitkan hati.

Untuk mencegah stres berkepanjangan akibat PDAM yang payah, saya putuskan membuat sumur bor seharga Rp6,5 juta. Ya cukup mahal sih tapi saya pastikan itu adalah investasi jangka panjang untuk rumah saya. Karena betapa bagusnya rumah kalau tidak ada pasokan air bersih sama saja bohong! Paguyuban di klaster saya sih memang membuat sumur bor bersama tapi letaknya jauh. Bayangkan saya harus ambil air di bagian belakang klaster sementara rumah saya di depan. Tidak kuat! Bagaimana jika saya sudah kebelet di malam hari dan air tidak ada. Nooo!!! Meski ambil air di sana gratis, saya tidak akan menyandarkan diri pada sumur bersama itu.

Untuk ketersediaan ATM BCA, memang di sini belum ada. Kapan adanya? Saya juga nggak tahu persis. Tapi masih ada ATM BRI kok. Itu masih bisa dipakai sebagai fasilitas darurat. Ada biaya administrasi pasti tapi ya apa itu bakal bikin miskin langsung. Nggak juga kan?

Apakah akan ada supermarket yang lengkap? Saya juga tidak tahu persis.

Waktu yang akan menjawab.

****************************

Update 18 Juni 2021:

Saya mendapatkan pesan WhatsApp begini dari seorang staf legal CMR:

Selamat Pagi Bapak/ Ibu AKHLIS, Perkenalkan saya AD dari bagian Legal Citra Maja Raya 2 JO.
Bersama ini kami informasikan bahwa Legalitas atas Tanah dan Bangunan yang terletak di Kawasan ….. Blok….., Perumahan Citra Maja Raya JO,
telah siap untuk dilaksanakan Penandatanganan Akte Jual Beli (AJB).
pada tanggal waktu dan tempat :

  • SABTU, 19 JUNI 2021.
  • MANAGEMENT OFFICE CITRA RAYA CIKUPA TANGERANG.
  • Pukul 09:00 s/d 15:00 WIB.

Informasi selanjutnya untuk proses balik nama sertifikat dapat menyiapkan dana untuk pembayaran :

  1. PBB & PNBP = Rp. 350.000,-

Nb. Apabila mempunyai lebih dari satu unit maka ada biaya untuk kekurangan BPHTB sebesar Rp 3.000.000,-
Nb. Untuk Peningkatan Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) menjadi Sertipikat Hak Milik (SHM) maka akan ada biaya tambahan sebesar Rp. 2.000.000,-
Untuk informasi lebih lanjut dapat hubungi WhatsApp di nomor ini.
Demikian yang bisa saya sampaikan. Terima kasih🙏
https://maps.app.goo.gl/pEAW7zUVT2LLTEcS6

Itu karena saya beli tunai.

Seorang tetangga yang pakai fasilitas KPR mendapatkan pesan berbeda.

Dear Bpk/Ibu ……

Dengan hormat,
Sehubungan akan dilaksanakannya AJB – KPR BCA untuk Kawasan….. pada :

Hari : SABTU
Tanggal : 18 SEPTEMBER 2021
Tempat : ECO CLUB – CITRA MAJA RAYA, MAJA – KAB.LEBAK, BANTEN.
Jam : 09.00 – 12.00 WIB (Mohon Tepat Waktu)

Persyaratan yang harus dibawa pada saat Penandatanganan AJB KPR BCA adalah :

  1. A͟s͟l͟i͟ KTP (suami & istri)
  2. A͟s͟l͟i͟ NPWP
  3. A͟s͟l͟i͟ Kartu Keluarga
  4. A͟s͟l͟i͟ Akta Nikah/Buku Nikah
  5. S͟u͟a͟m͟i͟ & I͟s͟t͟r͟i͟ W͟A͟J͟I͟B͟ H͟A͟D͟I͟R͟ J͟i͟k͟a͟ s͟u͟d͟a͟h͟ m͟e͟n͟i͟k͟a͟h͟
  6. Materai 10000, 10 Lembar

Wajib membayar biaya :

  • Hak Tanggungan (APHT + SKMHT) = Rp. 2.000.000,-
  • PNBP = Rp. 250.000,-
  • PBB = Rp. 150.000,- @Per-Tahun
  • Peningkatan Sertifikat Hak Milik = Rp. 2.000.000,-

Biaya dibayarkan ke Notaris saat ttd AJB (Cash/Transfer M – Banking)

Mengingat bpk/ibu sdh terkonfirmasi utk ttd AJB pd tgl 18 September 2021 dan BPHTB (pajak pembeli) sdh terbayarkan maka bpk & ibu wajib hadir, apabila TDK HADIR maka bpk & ibu dianggap secara penuh :

  1. Membebaskan CitraMaja Raya dari segala tuntutan hukum.
  2. Menyetujui utk *dikenakan biaya penyimpanan sertipikat (split an PT) sebesar  Rp. 250.000/bulan.
  3. Menyetujui utk menanggung segala resiko dan biaya yg  timbul sehubungan dengan tertundanya penandatanganan AJB unit.
  4. Citra Maja Raya tdk berttg jawab atas kerusakan/kemusnahan setiap unit.

Atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terima kasih.

O…..
LEGAL CITRA MAJA RAYA

Update 12 Juli 2021

Per tanggal 12 Juli 2021, saya menyatakan sudah memutuskan langganan PDAM Lebak. Tepat hari ini juga tetangga bersuka ria karena air kembali mengalir setelah 4 hari tidak ada setetes pun mengalir sama sekali.

Bagaimana caranya memutus langganan PDAM Lebak yang membuat frustrasi ini?

Pertama, Anda bisa ke kantor PDAM Lebak yang perwakilannya ada di lingkungan perumahan Citra Maja Raya 1 (sederet dengan masjid Al Ikhlas di Citra Maja Raya). Di situ Anda bisa langsung meminta petugas memutus sambungan.

Dalam kasus saya, saya tadi pagi ke kantor PDAM Lebak sekitar pukul 9 lebih dan langsung meminta putus sambungan. Selang beberapa jam (sekitar pukul 11.30) ada petugas datang mengecek dan akhirnya sambungan itu dicabut dan saya disuruh membuat pernyataan. Awalnya saya diharuskan menulis surat pernyataan dan bermaterai yang memuat alasan saya menghentikan langganan (karena sudah ada sumur) tapi karena tidak ada materai ya sudah saya tulis saja di selembar kertas dengan memakai tulisan tangan seadanya. Lalu ditandatangani dan kemudian karena saya tak ada tunggakan ya sudah saya seharusnya sudah bisa dinyatakan tidak menjadi pelanggan. Alhamdulillah (sujud syukur)….

Di YouTube, saya menemukan beberapa konten video yang dibuat sejumlah orang yang juga sudah menghuni rumah mereka di kawasan ini.

Salah satunya yakni vlogger Mamaksien yang tinggal di klaster Tevana. Di kanal YouTube-nya ia banyak menceritakan pahit manisnya tinggal di kawasan yang masih sepi. Dan seperti saya, ia memilih untuk mengambil sisi positifnya, bukan mengeluhkan soal sepinya kawasan ini.

Saya memang sarankan buat Anda yang berniat membeli rumah di sini supaya tahan mental dan berpikiran positif. Karena jika tidak, Anda pasti akan capek mengeluh.

Saya sendiri justru menikmati keseharian di rumah yang tenang dan tak banyak punya tetangga karena saya sudah tinggal lama di Jakarta dan merasa sumpek, sesak dan pengap tinggal di rumah-rumah yang berhimpitan dan jalannya tak teratur. Belum lagi kepadatannya yang mungkin tak begitu masalah sebelum pandemi, tapi begitu pandemi melanda daerah padat manusia menjadi semacam ladang subur buat corona berkembang biak dan menyebar. Ngeri kan?

Di perumahan ini justru kok saya tidak merasa was-was karena merasa jarak antartetangga juga masih sangat terjaga. Kontak dengan tetangga masih ada meski cuma via aplikasi chat. Tapi lumayanlah daripada tidak sama sekali. Dan untungnya tetangga-tetangga ini guyub dan rukun jadi begitu ada yang kena covid langsung ada yang sukarela membantu mengirim makanan atau semacamnya.

Vlogger Lenny Diana yang tinggal di klaster Greenvista, Citra Maja Raya tahap 1 ini menceritakan kawasan rumahnya yang masih sepi dan ia berharap dalam 5 tahun akan ramai.

Ia juga menyampaikan pengalamannya memasang wifi. Saya sendiri sudah memasang wifi dan providernya lain dari Citra Maja Raya tahap 1. Saya memakai jasa Indihome yang meski reputasinya di Jakarta agak miring tapi kok alhamdulillah selama saya memakai sejak 3 bulan lalu rasanya minim gangguan. Sekali ada gangguan koneksi mati pun saya langsung email customer service resminya dan ada respon cepat. Lalu saya pun menceritakan kronologinya dengan lengkap. Pertama mungkin disuruh mematikan dan menghidupkan modemnya lagi tapi jika itu masih gagal berarti memang gangguan dari layanan mereka, bukan salah saya sebagai konsumen.

Dan besoknya saya sudah didatangi teknisi padahal koneksi sudah pulih sejak pagi sebelum kedatangan teknisi. Jadi saya pikir kualitas dan konsistensi layanannya termasuk bagus apalagi saya langganan paket termurahnya: Rp345.000 sebulan. Ya buat apa juga mahal-mahal sebab kebutuhan saya cuma untuk kerja pribadi di rumah selama PPKM saja. Tak lebih.

Di video lain, Lenny mengeluhkan kualitas sinyal ponsel. Memang di sini agak kurang merata cakupan sinyal beberapa operator. Telkomsel terutama. Saya pakai Indosat dan merasa baik-baik saja. Saya baru tahu ada gangguan sinyal ini kalau berbicara dengan tukang-tukang bangunan yang merenovasi. Mereka mengeluhkan kurang meratanya sinyal.

Hal lain yang perlu saya tambahkan di sini ialah pentingnya untuk menengok rumah secara berkala apalagi jika tidak ditinggali. Karena bisa saja bertahun-tahun jadi sarang hewan dan rontok bagian dalamnya. Sejumah rumah di dekat saya saja ada yang sampai rimbun bagian dalamnya dan retak plafon rumahnya akibat tak pernah dijenguk pemiliknya. Sayang sekali kalau sampai roboh.

Karena itu, kalau memang Anda sibuk atau tak sempat, serahkan perawatan rumah kosong Anda ke para agen atau kontraktor perawatan rumah.

Mereka ini sudah banyak yang beriklan di Instagram. Salah satunya adalah @tukangcitramaja yang juga menjadi agen saya dalam merenovasi rumah.

Terus terang untuk renovasi rumah ini bisa sampai lebih dari Rp150 juta. Tipe rumah saya kecil, 12 x 5 meter persegi dan pengembang baru membangun setengahnya. Saya bangun sisa lahan di belakang secara vertikal untuk memaksimalkan daya tampung.

Update 21 Agustus 2021

Area Citra Maja Raya ini sudah terbangun dalam dua tahap. Dan kemungkinan besar akan ada tahap berikutnya. Entah 3 atau 4. Saya sendiri kurang tahu rencana pengembang ke depan.

Seorang tetangga mengatakan di klaster Jimbaran kini sedang dibangun jalan tembus yang akan menembus bukit ke arah selatan. Bisa jadi ini akan jadi pengembangan berikutnya.

Sementara itu, di Citra Maja Raya baik tahap 1 dan 2 saja masih ada banyak unit rumah yang kosong. Statusnya bisa oper kredit atau jual second. Rumah-rumah ini masih belum terjual karena memang oversupply. Unit-unit yang tersedia lebih banyak daripada permintaan dan daya beli masyarakat, sederhananya begitu. Dengan adanya pandemi juga daya beli sedang turun.

Tapi itu bukan berarti pengembang berhenti bekerja memekarkan proyek ini. Diprediksi akan ada jalan tol Serpong-Cilegon yang nantinya membuat akses ke Citra Maja Raya ini jauh lebih mudah.

Kalau kita berpikiran jauh ke depan, setidaknya 10 tahun lagi, harga tanah dan bangunan di Citra Maja Raya pastinya akan naik juga meski faktanya saat ini memang masih segini saja. Tapi sekali lagi, kita jangan lupa bahwa sekarang masih kondisi pandemi dan ekonomi sedang lesu-lesunya.

Update 2 September 2021

Sabtu yang lalu PDAM Lebak ngadat lagi. Meski saya sudah punya sumur sendiri, saya masih bisa mendengar kabar itu dari grup WhatsApp klaster yang selalu memberikan kabar terbaru. Kalau ada yang mau berkunjung ke rumah mereka di sini, warga yang belum menetap biasanya bertanya ke warga yang sudah menetap: “Air lancar nggak?” Seperti itulah rutinitas sebelum berkunjung. Haha sampai bosen saya.

Lalu beredar teks ini:

Selamat pagi

Kemaren sore sya dan pk petrus sdh cek progres antara lain :

1.proses kuras (sdh selesai)
2.proses pemasangan mesin baru
– mesin kapasitas 70liter/detik dan 50liter/detik

Dimana sore mereka lgi proses pemasangan bbrp instalasi dll,

Target yg awal sbt nyala kelihatan ada penambahan waktu buat pekerjaan instalasi tersebut, akan tetapi air tetap mereka nyala dlm wktu kemaren mungkin ada bbrp cluster yg tinggi tdk dpt suplai air sama sekali, sya optimis kesabaran yg selama ini kita semua alami, semoga sept 2021 ini semua warga dll tdk terkendala dgn air pdam lgi. Terima ksh

Tetap semangat

Pak Petrus ini yang bertanggung jawab atas manajemen Citra Maja Raya ini. Sebenarnya agak simalakama ya. Pihak manajemen Citra Maja Raya bukan bagian PDAM tapi dituntut oleh warga dalam mendesak PDAM Multatuli ini agar meningkatkan layanan yang BOBROK. Saya bukan mengada-ada karena layanan mereka memang lebih sering macetnya daripada lancarnya. Anda bisa tanya sendiri kepuasan layanan PDAM Multatuli Lebak ini pada mereka yag tinggal di Citra Maja Raya.

Update 12 September 2021

Rumah-rumah rasanya makin banyak yang dijual atau disewakan tapi juga ada yang dibiarkan terlantar, kosong dan melapuk dari hari ke hari dengan ruangan dalam yang catnya rontok dan lantai yang dipenuhi debu dan tumbuhan rambat. Sad!

Update 20 Oktober 2021

Mulai gencar beriklan

Baru hari ini saya mendapati iklan Citra Maja Raya di Instagram meski sudah sejak lama bercakap soal itu di WhatsApp. Padahal biasanya apa yang dibicarakan di WhatsApp biasanya muncul di iklan Instagram😅.

Update 20 November 2021

Saya baru saja mendapatkan kabar hari ini bahwa bakalan ada perubahan sistem tata cara pembayaran untuk moda transportasi shuttle car atau mobil angkutan umum yang disediakan pengembang untuk warga Citra Maja Raya sini.

Dari awal memang saya sendiri agak janggal dengan mobil angkutan ini, sebab di mobil itu sendiri sudah ada pengumuman untuk tidak memberikan uang tunai ke pengemudi tapi dalam praktiknya kami sebagai warga tidak bisa protes juga kalau ditarik uang sebesar itu. Dikatakan memberatkan ya tidak sih tapi terasa ada yang salah kalau praktiknya berlainan dengan aturan yang tertera jelas.

Pihak manajemen kota CMR akhirnya akan mengubah pembayaran tunai untuk shuttle cars mereka dengan metode nontunai, dalam bentuk tiket. Jadi ternyata usut punya usut ada oknum pengemudi shuttle cars yang ‘nakal’, tidak menyetor duit penumpang/ warga ke pihak manajemen. Akhirnya manajemen pun bertindak tegas deh. Ya meski menurut saya sudah lama banget terjadinya.

Namun, untuk sementara waktu hingga sistem baru tadi bisa diberlakukan, katanya pembayarannya dilakukan seperti ini saja dulu:

  • Penumpang (pengguna jasa) memberikan 1 tiket setiap kali menggunakan jasa.
  • 1 tiket untuk 1 x trip (jalan) bukan pulang pergi.
  • Tiket dijual seharga Rp6.000 dan dapat dibeli hanya di kantor Manajemen Kota yang lokasinya di dekat patung kuda gerbang utama CMR 1 pada hari Selasa – Minggu (hari Senin tutup)

Nah, ini agak merepotkan juga sih karena kalau warga tidak ada tiket itu, masak iya mau jalan kaki ke rumah? Haha. Atau ya udahlah pakai GoJek atau Grab aja.

Jadi memberikan uang tunai pada sopir shuttle cars sudah dilarang secara resmi.

Dan soal kontak orang-orang PDAM Lebak, katanya sudah pada diganti semua. Waduh! Tapi kok nggak diumumkan ke pengguna ya? Kan semua juga berhak tahu. Sama-sama bayar lho. Saya sih bukan pelanggan, cuma menyerukan keprihatinan yang terus saja bermunculan.

Update 23 November 2021

Baru-baru ini terutama setelah level PPKM di Jakarta dan banyak daerah turun, Citra Maja Raya kembali sepi. Ini terasa bagi mereka yang berjualan di daerah perumahan baru ini.

Saya sendiri mendengar keluhan dari para pemilik rumah makan dan bisnis kuliner rumahan yang merasakan dampak dibukanya ‘kran’ mobilisasi penduduk lagi. Pergerakan kembali intens mirip sebelum pandemi bahkan kalau saya katakan.

Dan saat seorang teman bertanya apakah Citra Maja Raya ini sudah lebih ramai atau masih sepi saat ini di bulan November 2021, saya jujur mengatakan masih begini saja. Pertambahan manusia yang menghuni belum begitu signifikan terasa. Ada sih keluarga yang baru saja pindah dan menghuni unit rumahnya di area klaster saya tapi saya juga mengetahui adanya beberapa orang yang memutuskan kembali ke hunian yang lebih dekat dengan tempat kerja mereka di Jakarta dan area sekitarnya karena kepala keluarga sudah dituntut kembali bekerja di kantor lagi. Ya memang perlahan kebijakan WFO penuh diberlakukan lagi seiring tingkat vaksinasi makin membaik (meski 100% baik vaksin 1 dan 2 juga masih lama, hanya Tuhan yang tahu). Ada juga yang menawarkan untuk mengambil alih kredit rumahnya (take over kredit). Ada juga yang karena beragam sebab, memutuskan kembali ke daerah asal, misalnya ada tetangga yang diminta orang tuanya yang sakit-sakitan untuk kembali tinggal di dekat orang tuanya. Mau bagaimana lagi?

Ada juga teman yang lain yang bertanya: “Apakah perumahan baru ini aman untuk mereka yang wanita lajang?” Saya jawab dari pengalaman dan pengamatan saya sih aman-aman saja kok. Memang ada beberapa kasus pencurian rumah tapi di klaster saya sendiri alhamdulillah tidak ada. Itu semua kembali ke warga masing-masing juga menurut saya. Kalau kompak dan silaturahmi ke tetangga dan warga sekitar juga solid, risiko keamanan bisa diminimalkan karena ada kepedulian. Lain kalau sudah individualistis, cuma mau mengurus diri sendiri.

Dan kalau pulang malam bagaimana? Apalagi buat para perempuan pekerja di Jakarta? Ya saya sarankan memang tidak pulang melebihi pukul 9. Lampu-lampu penerangan jalan di area perumahan sudah merata dan bagus. Dijamin tidak ada ruas jalan yang gelap terutama di persimpangan. Tapi kalau lalu lintas di jalan di luar perumahan memang kalau malam sudah didominasi oleh truk-truk besar yang bisa membahayakan kalau kita tidak mengendara dengan hati-hati atau sedang kurang konsentrasi. Belum lagi debu yang disebabkan saat truk melintas di sekitar kita. Berkali-kali saya melihat orang yang naik motor tanpa helm dan masker dan menurut saya itu kebodohan karena membuat risiko mata terkena debu dan napas tersengal karena debu dan kotoran lebih tinggi. Kondisi jalan juga tak sepenuhnya mulus, apalagi jembatan di dekat Stasiun Maja yang seolah aspal di sambungan jalan-jembatan dibiarkan terkelupas dan membentuk cekungan yang bisa membahayakan pengendara kendaraan bermotor terutama roda dua. Apalagi makin lama, cekungannya makin dalam saja. Kalau tidak hapal posisi cekungan ini, pasti syok dan ambruk. (*/)

Peluncuran grand avenue

Update 2 Januari 2022

Kabar terbaru soal PDAM yang saya dengar dari seorang teman yang tahu berita-berita seputar manajemen perumahan ini adalah salah seorang anaknya Ir. Ciputra menegur mutu air PDAM yang begitulah. Haha😝

Sebenarnya pengembang memang nggak sepenuhnya salah juga sih karena urusan air kan tanggung jawab PDAM multatuli itu. Pengembang ngurus perumahan dan segala urusannya. Tapi karena PDAM memang kurang … ya pengembang haruslah turun tangan supaya citra perumahan citra maja raya ini nggak jatuh di mata calon penghuni. Soalnya sudah tersohor reputasi buruk layanan air di citra maja raya ini. Bagaimana mau menjual rumah yang pasokan air bersihnya nggak lancar?🤣 Mau seenak apapun lokasinya, semurah apapun harganya juga ogah sih.

Teman saya berkata: “Wah nyesel kamu udah buat sumur bor sendiri karena sekarang PDAM udah nggak ada keluhan. Lancar terus dan jernih.”

Saya sih nggak kecewa karena bagaimanapun juga lebih enak jika punya sumber air yang bisa sepenuhnya di bawah kendali saya. Bukan orang lain. Jadi kalau ada apa-apa ya saya tidak jengkel dan tidak habis energi buat mengeluh.

Nah buat Anda yang baru pakai air PDAM dan masih menemukan air yang kurang baik mutunya (entah itu menguning atau kurang jernih) katanya sih jangan buka kran sampai pol. Harus separuh saja. 😅 Tapi kalau buru-buru gimana dong? Masak iya mau kricik kricik aja? Auk ah gelap.

Update 6 Januari 2022

Sebuah pesan hasil terusan seseorang di luar grup klaster saya cukup menggemparkan.

Assalamualaikum,

selamat sore yth. pelanggan PDAM Kabupaten Lebak, khususnya citra maja raya untuk pelayanan maja , teriring salam dari kami, semoga selalu dalam keadaan sehat wal’afiat.

Dibuatnya group ini, dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi dan menyampaikan informasi mengenai PDAM pelayanan maja , agar lebih mempermudah komunikasi antara pelanggan dan PDAM Kab. Lebak 🙏🏻

Selamat bergabung dan semoga pelayanan kami bisa lebih baik kedepannya.

Salam hangat dari kami 🙏🏻

Management PDAM Cabang Rangkasbitung.

Bersama pesan tersebut ada juga tautan menuju grup WhatsApp pelanggan PDAM: https://chat.whatsapp.com/FATDbPQM6S6BRbx4egoP0G.

Tak cuma ada grup WhatsApp khusus pelanggan, juga diberikan nomor admin yang bertugas mirip customer service officer.

Wah ternyata PDAM Lebak memang mulai membenahi pelayanannya yang seperti kita tahu, kurang memuaskan karena sering macet dan keruh.

Untuk terjalin informasi yg baik dan silaturahmi kami persilahkan untuk bantu share melalui tautan undangan group berikut ini, semoga semuanya bs berjalan lebih baik, segala bentuk informasi dan keluhan bisa disampaikan secara japri melalu nomor kontak admin 0813-6706-2426 🙏🏻

Saya sendiri meski sudah tak jadi pelanggan karena telah memiliki sumur bor sendiri merasa ikut senang. Setidaknya ini pertanda baik untuk perkembangan kawasan kota satelit baru penyangga Ibukota dan sekitarnya di masa depan. Memang harus diakui di luar sana merebak rumor kurang sedap soal ketersediaan air bersih di Citra Maja Raya yang memprihatinkan penghuninya. Dan langkah konkret ini jadi bukti bahwa perubahan sedang terjadi.

Update 9 Januari 2022, Minggu

Dari keterangan bapak Rahmat (ketua DKM Masjid Al Ikhlas, Citra Maja Raya) hari ini dalam rapat yang dihadiri perwakilan warga di semua klaster CMR dan juga ada perwakilan dari Klaster Orion di Permata Maja dinyatakan sudah ada lokasi pemakaman umum bagi semua warga Citra Maja Raya yang meninggal dan ingin dikebumikan di sini daripada pulang jauh ke kampung halaman. Kondisinya sendiri belum diberi pembatas dan belum ada pembagian kapling jadi masih berupa lahan kosong begitu.

Per tanggal 9 Januari menurut Rahmat sudah ada 3 jenazah dikebumikan di sana. Yang pertama warga muslim, kedua nonmuslim dari klaster Springfield dan ketiga muslim dari Bedugul.

Rinci Rahmat lagi, sebenarnya di CMR Tahap 1 juga ada beberapa lahan yang bisa dijadikan pemakaman umum. Yang pertama di belakang klaster Springfield tapi masih belum tuntas perizinannya. Yang satunya ada di dekat pos polisi di CMR Tahap 1. Itu masih juga terkendala oleh perizinan lahan/ status tanah.

Nah, uniknya perumahan Permata Maja itu juga seakan menginduk ke CMR dalam hal pengurusan pemulasaraan jenazah karena mungkin secara ukuran, jumlah penduduk mereka masih lebih sedikit daripada CMR yang jauh lebih masif lahan dan jumlah rumah serta kepala keluarganya. Warga Permata itu juga sebetulnya sudah ada calon lahan pemakaman umum tapi belum jelas juga status tanahnya. Rumit memang kalau mau bicara soal perizinan begini.

Di CMR sendiri sudah ada unit pemulasaraan jenazah yang diketuai pak Sani yang sangat kooperatif. Ia bahkan tak sungkan memberikan nomor ponsel agar bisa dihubungi kapan saja jika ada warga yang meninggal dan perlu diurus jenazahnya segera.

Bagi jenazah selain muslim, bisa juga dibantu pemulasaraannya karena sudah ada Paguyuban Kerukunan Umat Beragama wilayah Maja dengan memasukkan perwakilan 6 agama yang diakui di Indonesia. Jadi nantinya akan diserahkan ke pengurus masing-masing agama.

Lalu bagaimana prosedur pemulasaraan jenazah di Citra Maja Raya ini?

Begini penjelasannya:

  1. Urus surat pernyataan kematian dari unit kesehatan terdekat. Karena dalam kasus kematian, harus ada pihak berwenang misalnya dokter atau mantri di Puskesmas terdekat yang bisa menyatakan kematian itu benar-benar terjadi.
  2. Urus surat kematian di kantor desa. Di sini bagi CMR Tahap 2 karena masuk ke wilayah desa Maja Baru, maka mengurusnya di kantor desa Maja Baru. Sementara klaster lain bisa di kantor pemerintah desa masing-masing.
  3. Jika butuh ambulan, bisa menghubungi Puskesmas Maja (hotline 081280816880), atau dari Cibeureum, atau dari Rumah Sakit Rangkasbitung (0252-2011014).

Besaran ‘paket’ pemulasaraan jenazah di bawah ini didasarkan dari pengalaman warga CMR yang mengurus jenazah selama beberapa tahun belakangan, bukan dari penetapan secara resmi pihak Unit Pertamanan dan Pemakaman di Kab. Lebak karena masih harus diurus lagi birokrasinya.

‘Paket’ pemakaman muslim Rp 1.500.000

  • Biaya penggalian dan penimbunan liang lahat
  • Biaya kain kafan (350.000 untuk pria, 400.000 untuk wanita – lebih mahal karena lapisannya lebih banyak)
  • Kompensasi untuk memandikan dan mensalat jenazah
  • Biaya talkin atau kayu dan papan di liang lahat dan batu nisan

‘Paket’ pemakaman nonmuslim Rp1.300.000

  • Biaya peti tidak termasuk paket ini
  • Jasa penggalian dan penimbunan liang lahat

Jika warga kurang mampu, akan dibebaskan. Tidak wajib membayar sesuai paket di atas.

Jika ada warga CMR yang meninggal dan ingin diurus jenazahnya segera, kita bisa menghubung pak M. Sani (085810302948) atau pak Bahar (081113105859).

Nantinya juga bakal ada semacam iuran rutin untuk dana pemulasaraan jenazah ini dan keluarga yang berduka akan bisa menerima uang pemulasaraan (sebesar Rp1,3 atau Rp1,5 juta) dengan syarat sudah membayar rutin iuran Perkumpulan Kedukaan warga CMR. Besaran iuran belum ditentukan.

Agar dana yang terkumpul bisa dipertanggungjawabkan, pihak masjid akan mengedarkan surat resmi terkait penetapan iuran pemulasaraan jenazah ini baik untuk yang warga tetap maupun pengontrak. Alasannya karena pengontrak pun kalau meninggal di CMR juga pasti harus diurus. Tak bisa dibiarkan begitu saja.

Nah bagaimana jika yang meninggal tidak ikut beriuran? Dari kesepakatan bersama, warga yang tak beriuran uang pemulasaraan akan dibantu mencarikan dana dari sumber lain sebab dana yang terkumpul di kas hasil iuran pemulasaraan hanya diperuntukkan bagi mereka warga yang membayar secara rutin. Tentu ini agar adil.

Update 12 Januari 2022

Tidak berurusan dengan bank soal KPR adalah sebuah rahmat dan berkah. Karena memang mengurusnya itu sangat capek sekali. Membayarnya juga lebih menguras energi karena secara akmulatif, biaya yang kita tebus demi sebuah rumah impian juga lebih tinggi daripada jika kita beli secara tunai. Inilah kenapa saya merasa sangat beruntung bisa mendapat rumah tanpa melalui mekanisme KPR. Sungguh rasanya tak sanggup kalau harus mengurus ini semua sendiri. (*/)

Update 14 Januari 2022

Tadi sore pukul 4 lebih 5 menit saya masih bekerja di rumah. Kebetulan sedang mewawancarai orang via Google Meet. Sedang asyik mulai mengobrol lho kok terasa ada sensasi limbung dan goyang. Padahal saya kan diam saja duduk di sini? Sontak saya sadar terjadi gempa. Memang katanya ‘cuma’ 5 atau 6 skala richter sih jadi belum sampai parah dan membuat rumah-rumah ambruk. Cuma memang syok banget pas itu karena ya namanya gempa kan tidak terjadi tiap hari dan bisa mendadak terjadi dan menimbulkan luka-luka atau jiwa melayang seketika.

Dan si orang yang saya ajak teleconference juga sejurus kemudian baru sadar gempa itu terjadi dan panik. Sementara saya sudah sedetik dua detik sebelumnya. Kebetulan ia berada di lokasi yang jauh dari saya, di Bogor.

Apakah ada rumah di Citra Maja Raya yang ambruk? Sejauh ini saya belum ada kabar. Sementara itu di klaster saya sendiri saja belum ada yang dikabarkan ambruk kok. Semuanya alhamdulillah sekali aman dan tidak ada kerusakan.

Tapi di wilayah Lebak yang lebih dekat dengan sumber gempa di lepas pantai Selatan memang ada kabar rumah yang runtuh karena gempa tadi sore itu. Tapi itu dari fotonya saya lihat di grup WhatsApp memang rumah yang semi permanen dan dibangun bukan oleh kontraktor profesional. Rumah-rumah itu dibangun oleh warga kampung yang terkesan seadanya dan tentu tak memakai konsep ilmu konstruksi yang modern.

Sementara itu di Jakarta dan sekitarnya, langsung hangat perbincangan gempa ini. Soalnya di Jakarta meski agak jauh dari sumbernya, tapi karena banyak yang menghuni gedung bertingkat jadi getaran sedikit pun terasa. Itulah kelemahan tinggal di gedung bertingkat dan apartemen. Kalau panik gempa atau bencana alam, tak bisa langsung keluar rumah tapi pasrah mengantre dan turun dengan tangga darurat. Bagi anak muda sih silakan saja. Tapi bagi yang sudah tua, turun tangga berpuluh-puluh lantai adalah suatu latihan intensitas tinggi yang berisiko merusak sendi lutut seketika itu juga. Apalagi kalau orangnya menderita obesitas. Karena saat turun tangga, beban tubuh cuma disangga satu lutut dengan ditambah benturan ke lantai. Klop sudah.

Jadi kalau saya boleh bilang sih inilah kelebihan tinggal di rumah tapak sebagaimana rumah-rumah di Citra Maja Raya. Tak perlu paranoid bakal ada gempa susulan malam-malam dan tidur di pengungsian. Anda bisa tidur saja di depan jalan sekitar rumah kalau memang terpaksa dan takut ada gempa susulan.

Kenapa ini saya katakan kelebihan? Karena saya paham ada orang yang mati-matian menghindari hunian tinggi karena tak sanggup membayangkan susah payahnya diri saat menyelamatkan dari gempa. Dan mereka sanggup mengeluarkan uang dan energi lebih agar bisa tidur nyenyak di rumah tapak. (*/)

About akhlis

Writer & yogi
This entry was posted in miscellaneous and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Pengalaman Membeli Rumah Pertama secara Tunai di Citra Maja Raya

  1. Pankponk says:

    Sabar ya kak,

    Sumur bor nya mesti yg satelit. Legian dataran tinggi kak. Min 50meter baru air nya bagus, klo
    6,5jt dapat nya air keruh, nanggung spt nya.

    Cheers.

  2. risca says:

    Hai mas akhlis, salam kenal ya. mau tanya untuk sumur bor nya habis biaya brp? sumur bor jenis apa? kualitas airnya gmn ya? thanks info nya..

  3. tari says:

    tinggal di cluster apa ka? boleh share ka kontak untuk jasa sumur bor ke email saya lestaritari2442@gmail.com. Terima kasih

  4. Hamdan says:

    Saya sangat senang membaca pengalaman Bapak tinggal di CMR. Semoga kedepannya terus ada update selanjutnya. Saya rencana mau survey ke Permata Mutiara Maja, kira-kira kondisi lingkungannya sama lah ya dengan CMR ya pak? 😀

    • akhlis says:

      Sama-sama pak Hamdan. Makasih sudah mampir membaca. PMM dan CMR berbeda pengembang jadi pastinya ada banyak perbedaan terkait mutu bangunan, perencanaan dan tata ruangnya. Saya sendiri pernah melewati PMM dan gaya bangunannya sendiri memang berbeda dari CMR. Dan CMR skalanya lebih luas karena memang akan jadi kota mandiri. PMM lebih kecil setahu saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.