15 Tipe Orang Indonesia Saat Harus Menghadapi Larangan Mudik 2021

Doodle mudik dari Google

REPUTASI netizen Indonesia sudah tak patut ditanyakan lagi soal keberanian menghujat, merisak, dan memojokkan.

Bahkan pada presiden dan pemerintahannya sendiri! (mringis sinis)

Berbekal keyakinan bahwa dirinya pasti benar, mereka menyuarakan aspirasinya di kolom komentar Instagram RI 1 @jokowi.

Berikut hasil penelusuran dan analisis saya. Awokwokkk…

Tipe 1: BONEK (Bondo Nekat)

tipe 1

Netizen 62 jenis pertama ini mendominasi layar kaca dan media. Kiprahnya mencengangkan karena sampai punya keberanian menerobos barikade petugas kepolisian yang bertugas menyaring lalu lintas di masa penyekatan arus mudik Lebaran 2021 yang ‘meriah’ ini.

Yang ini memang kebangetan karena sudah nggak ada rasa malu dan takut sih. Pakai emoticon segala lhooo! Dan sampai detik ini belum muncul tuh berita pemilik akun ini dicocok polisi siber RI. Ya mau gimana lagi ya, wong pelakunya juga ada puluhan ribu lainnya juga. Kalau dia aja yang dibui, kan nanti jadi masalah lagi. Uh cape dehhhh.

Tipe 2: NELONGSO

Netizen jenis kedua ini memang kasihan. Mirip ama mbak mbak yang kena PHK terus pulang ke Lampung naik motor. Eh di tengah jalan diberhentiin polisi dan disuruh balik lagi. Pecah deh tangisnya. Mbrebes milliii vaniliii… Jahara kamu, pakkk…

Akhirnya polisinya lagi yang mumet. Yo wes, lolosin lah.

Tipe 3: TUKANG NGADU/ WHISTLEBLOWER

Jenis berikutnya adalah netizen dengan panggilan disiplin yang sangat kuat dan teguh. Saking teguhnya dia nggak peduli lewat kanal apa harus menyampaikan lalu koar-koar aja di medsos gini.

Kasihan sih karena nggak dibales JKW juga. Ato cuma dibaca aja juga nggak tahu sih. Nasib jadi plankton.

Tapi setidaknya mari kita apresiasi tipe netizen kayak gini. Mereka masih punya sikap dan tanggung jawab setidaknya di sekitar lingkungan mereka. Bayangkan kalau semua netizen sudah acuh tak acuh pada sekeliling mereka. Makin kaco kan?

Tipe 4: KORBAN HOAKS

Nah, memang sebelum Idulfitri kemarin ada tuh video viral yang merekam mobil RI 1 di sebuah jalan dengan kawalan ketat. Yang merekam ini langsung berteriak: “Wih RI 1 pulang kampongggg!!!”

Yang menyaksikan sekelebat memang langsung percaya aja. Ya namanya juga netizen.

Tapi apakah si perekam ini sudah tanya-tanya dulu. Memang itu RI 1 lagi mudik atau kerja, atau gimana?

Kalau menurut pak Jokowi sendiri sih, itu tidak benar. Dari Kompas.com, dinyatakan bahwa RI 1 memang melintas di Jatim tapi itu dalam rangka kunjungan kerja, cuy. Bukan mau mudik ke Solo.

Jadi, netizen yang korban hoaks ini sebenarnya kasihan. Memalukan diri sendiri di depan umum. Mbok ya dicek ricek dulu sebelum komentar.

Tipe 5: HATER SAMPE UBUN-UBUN

Singkat, padat dan menyengat. Begitulah karakter respon-respon kaum hater yang sudah sampai level sejati dan hakiki. Sudah tak bisa diobati.

Diduga sekeras aspal bahwa oknum ini masih menyimpan dendam kesumat pilpres sebelumnya. Hihihi.

Tipe 6: APATIS

Sikap begini lama-lama memang banyak diadopsi netizen +62 yang sudah bingung dan capek mau protes sama pemerintah dan presiden karena nggak bakal didengar. Lha wong level plankton, jasad renik di tingkatan terbawah rantai makanan sistem tata negara dan politik RI.

Tipe 7: RASIONAL

Netizen yang masuk dalam spesies satu ini terbilang lumayan langka. Mereka masih bisa berpikir relatif jernih dan netral serta nggak emosian.

Nah, mereka ini biasanya yang udah bisa hidup dengan tabungan yang cukup, kesejahteraan terjamin, cash flow aman, THR dapet penuh, rumah nggak ngontrak, makan nggak ngutang tetangga, video call-an nggak pusing mikir kuota paket data karena udah ada wifi di rumah yang kenceng, dan mungkin, mungkin yaaa, sibuk WFH dan main bisnis onlen, investasi crypto ama saham-sahaman. Sedih sih ada pandemi tapi masih bisa ayem karena dapur tetep ngepul.

Tipe 8: RELIJIUS MAMPUS

Ramadan tlah meninggalkan kita. Dan jenis-jenis netizen inilah yang pastinya menangis meraung-raung meratapinya.

Netizen macam ini meresapi pelajaran-pelajaran semasa Ramadan dan merasa harus memelihara ibadah yang mereka sudah tingkatkan intensitasnya itu di 11 bulan berikutnya.

Dengan adanya pertumpahan darah Israel-Palestina lagi di penghujung Ramadan tahun ini, mereka seolah terpanggil, Jiwa syuhada mereka menggelegak. Ingin sekali mereka bergabung dengan pejuang Palestina. Sayangnya untuk gabung tak cuma sekadar berani memanggul senjata. Ternyata harus hapal 17 juz Al Qur’an. Ya udah, mundur aja. Cukup berjuang lewat doa dan ketukan jempol yang membagikan konten-konten penggugah semangat membela kemerdekaan bangsa Palestina dan memperjuangkan masjid Al Aqsa, kiblat pertama umat muslim dulu sebelum Ka’bah di Mekah.

Tipe 9: GROUPIES AKUT

Apakah akun ini masuk dalam jaringan buzzeRp? Entahlah.

Tapi yang membikin curiga memang kata-katanya. Mendukung secara taklid (buta).

Presidennya menggiring dia ke lapangan buat makan rumput, mau. Presidennya menggiring dia ke sumur lalu terjun dan tenggelam, juga mau. Udah persis kayak domba-domba peternakan di gurun perdesaan Aussie.

Tipe 10: KANG GOSIP

Lha wong presiden udah sibuk banget kok ya malah disuruh follow akun gosip?! Nggak sensitif banget kan sarannya ini.

Tipe 11: MALES MIKIR KONTEKS

Nah, jenis ini memang agak bikin gemes ya. Postingan masalah apa, lha kok dia nanggepinya masalah lain.

Nggak nyambung blasss!

Tipe 12: PENGHASUT

Netizen jenis ini amat berbahaya ya, karena opini dan komentarnya dibungkus sedemikian rupa sehingga menggiring pembacanya ke agenda dia.

Ditambah dengan foto akun yang nggak jelas dan tentunya anonim, netizen jenis ini patut dilaporkan akunnya agar diblokir secepatnya.

Jelas jelas pemerintah memberlakukan larangan perayaan hari besar keagamaan apapun yang melibatkan banyak orang. Perayaan imlek tahun ini tak terkecuali dan perayaan Natal juga dilarang pemerintah kok, jeung.

Tipe 13: EMOSIONAL

Terlalu emosional sampai lupa akal sehat. Begitulah sifat netizen jenis ini. Memang bisa sih sebelum mudik rapid test dulu tapi apakah itu bisa 100% mencegah penularan? Rapid test saja tak sepenuhnya akurat kok. PCR itu baru akurat. Rapid test itu cuma formalitas. Toh bisa saja tertular saat kita sedang di tengah perjalanan.

Tipe 14: ABS (Asal Bapak Seneng)

Yha mau gimana lagi? Love aja lahhh.

Komentar macem-macem juga aneh. Nggak komentar nanti dikira nggak mendukung.

Emoticon adalah solusi cerdas dan hemat waktu dan energi intellektual (daripada pusing mikirin kata-kata) di saat-saat awkward di muka atasan kayak begini.

Biasanya jenis netizen ini adalah yang berseragam dan jadi abdi negara ya. Bener atau salah pemerintah, ya aku harus membela.

Tipe 15: PRAKTIS

Berbagi tips menyiasati larangan mudik bukan hal yang tabu. Jadi kenapa malu?

Netizen jenis ini dengan lantangnya membagikan kiat-kiat praktis untuk menerobos penyekatan di media sosial tanpa sejumput pun rasa bersalah.

Justru ia merasa bangga: “Wah aku udah memberikan info yang berguna bagi mereka.”

Intinya memang jadi presiden RI itu mumet ya, guys.

Jadi memang ada benernya itu kalau menerima jabatan itu harusnya bukan sujud syukur dan berucap “alhamdulillah” tapi “innalillahi”. (*/)

About akhlis

Writer & yogi
This entry was posted in pandemic and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.