Feminisme ala Ulfa Dwiyanti

“SPONTAN” adalah acara komedi yang dulu saya sangat sukai di SCTV. Setiap Sabtu malam saya ingat saya sering duduk di depan TV untuk menyaksikan orang-orang terkena kejahilan Ulfa dan Komeng yang menjadi sosok sentral di program fenomenal ini.

Konsepnya sih bukan sama sekali baru. Ya namanya di kolong langit memang ada yang sama sekali baru? Kan semuanya juga salinan saja.

“Spontan” sebetulnya mirip acara “Just for Laughs Gags” yang diproduksi di Quebec, Kanada sana.

Tapi Spontan memiliki nuansa dan elemen lokal yang tak bisa dibandingkan dengan acara Kanada itu.

Dan karena itu saya jadi merasa “Spontan” bukan jiplakan. Ia saduran cerdas dan kreatif yang diolah sedemikian rupa. Jadi bukannya tanpa kerja keras juga membuatnya.

Saya masih ingat juga dengan gaya kocak Ulfa Dwiyanti saat itu dan Ulfa saat ini jelang usia ke-50 masih juga segar dan kerap membuat tertawa.

Padahal kehidupannya juga bukan tanpa nestapa.

Ya bagaimana tidak? Dia menjanda tiga kali. Perih pastinya ya. Satu kali bercerai saja traumatis apalagi harus mengalami hingga tiga kali. Ia pernah menikah dengan 2 pria Indonesia lalu seorang pria Belanda. Dan semuanya karam. Pastilah perceraian sebanyak tiga kali itu bukan fase hidup yang mudah dilalui.

Dalam wawancara dengan penyair radio Kis FM beberapa waktu lalu, saya sempat mendengar kini Ulfa memilih untuk ‘tenggelam’ dalam keluarganya dan memilih tidak menjalani kariernya sebagai komedian lagi padahal sebetulnya ia juga masih memiliki aura entertainer yang tidak akan luntur. Ulfa, saya yakin, memiliki jiwa entertainer sejati. Tiap tindak tanduknya sudah membuat kita tergelak.

Kini wanita yang memilih berhijab dan tinggal di Tangerang Selatan ini mengatakan dirinya memang tidak lagi berniat mencari duit di dunia hiburan dan pertelevisian.

“Hidup itu pilihan, ya nggak? Ternyata yang gue lalui selama ini. Kita sudah berkarya 20 tahun lah, ternyata gue harus memilih mana yang gue pengen raih. Ternyata nggak gampang. Kalo separo separo, gue nggak nyangkut. Begitu lagi begitu lagi. Lalu gue pilihlah keluarga sebagai prioritas gue,” terang Ulfa.

Lalu ia juga menyinggung pernikahannya: “Lalu ketika wanita sudah ‘dilengkapi’, lo mau ngapain? Haha…”

Yang agak aneh ialah bagaimana publik masih ada yang bertanya kenapa ia tidak lagi muncul di layar televisi. Sekadar pegang acara apalah. Tapi memang Ulfa benar-benar stop muncul sama sekali.

Meski ada kerinduan dalam masyarakat terhadap kehadiran sosok Ulfa, ia mengakui tak bisa lagi terus muncul di televisi karena sudah memiliki prioritas hidup lain.

Di sini saya merasa bahwa Ulfa adalah perempuan pekerja keras yang sudah feminis dari dulu mungkin ya. Ia tampil di mana-mana, menjalani proses sampai di posisi puncak industri hiburan di zamannya. Ia bukan tipe wanita yang bisa diam di rumah dan memasak di dapur saya pikir. Ia pribadi yang aktif dan sangat suka berinteraksi dengan banyak orang di luar. Aura alaminya adalah penghibur dan penampil.

Namun, ia kini memiliki pilihan hidup dan merasa tidak terpaksa dalam menjalani kehidupan sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga.

Jadi please, ‘masyarakat’ juga seharusnya memahami dan menghormati pilihan hidup Ulfa.

Feminisme mungkin banyak dimaknai perempuan abad digital ini sebagai sebuah gerakan untuk membebaskan diri dari kungkungan norma-norma masyarakat yang membelenggu mereka di rumah dan dapur.

Tapi bagaimana jika mereka memang memilih untuk di rumah dan dapur? Apakah mereka juga perlu diselamatkan?

Saya rasa itu sangat konyol. Kenapa harus mempermasalahkan pilihan hidup seseorang yang memang sudah secara sadar memilih jalan tersebut.

Kini Ulfa lebih memilih untuk menyalurkan semangatnya menghibur orang dengan membuka akun Instagramnya sendiri. Di sana ia mulai mendapatkan pengikut yang rindu dengan banyolan dan celetukan segarnya.

Ulfa selain tetap membanyol ternyata juga mulau tertarik dengan dunia essential oil. Lho kok kayak teman-teman yogaku yaa… Haha. (*/)

About akhlis

Writer & yogi
This entry was posted in miscellaneous and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.