SUNGGUH TAK ELOK, Komentar Erick Tohir pada Kehidupan Pribadi Indra Rudiansnyah

ENTAH apakah ini sudah menjadi semacam budaya di masyarakat Indonesia. Bahwa inti hidup seseorang adalah pernikahan.

Memang dengan pernikahan, ada manfaat-manfaat yang bisa dinikmati seorang manusia.

Sains mengatakan menikah membuat seseorang lebih kuat saat dihadapkan pada ancaman depresi saat ekonomi RT jauh dari kata makmur sekalipun.

Hal ini dikukuhkan oleh penelitian dari Georgia State University tahun 2018 lalu. Mereka menemukan bahwa manusia yang menikah dan cuma memiliki pendapatan lebih rendah dari rata-rata pendapatan masyarakat masih bisa waras dan bahagia. Tapi bagi yang menikah dan kondisi mereka tak lagi di bawah garis kemiskinan, pernikahan tak lagi memberikan manfaat positif bagi kesehatan mental.

Lalu ada lagi penelitian sebelumnya soal kebahagiaan orang-orang yang menikah yang dilakukan Michigan State University tahun 2012.

Mereka mengatakan orang yang menikah bisa lebih bahagia dalam jangka panjang dibanding para lajang, demikian simpul peneliti.

Namun demikian, jika pernikahan itu gagal dan berakhir pada perceraian, dampaknya tidak cuma pada kesehatan jiwa pasangan yang bercerai dan anak-anak mereka jika sudah ada tapi juga pada lingkungan.

Sebuah studi tahun 2007 dari Michigan State University menemukan bahwa perceraian yang tren sekarang ini ternyata berdampak pada lingkungan hidup. Makin banyak rumah tangga dengan lebih sedikit orang yang akhirnya memakan lebih banyak ruang dan tempat yang juga mengonsumsi lebih banyak energi dan air bersih yang makin langka.

Begitu ya?! Nggak pernah kita mikir sampai ke situ sih ya.

Oke jadi memang pernikahan itu banyak manfaat tapi juga ada sisi negatifnya.

Tapi kembali ke kasus Erick Tohir dan candaannya pada Indra dalam sesi Instagram Live yang bukan bertema pernikahan atau asmara tapi temanya adalah prestasi Indra sebagai bagian dari tim uji klinis vaksin Covid-19 AstraZeneca di sana, tentu lelucon semacam ini agak kurang…yahhhh. Aneh aja sih.

Kalau orang Jawa bilang: “Ngono yo ngono tapi mbok ojo ngono.”

Yang artinya: “Gitu ya gitu tapi ya jangan gitu juga.”

Boleh sih bercanda tapi ya tahu batas lah pak. Anda seakan mengaburkan prestasi Indra dengan menyelipkan pesan subtil: “Kamu belum lengkap tanpa seorang perempuan di sampingmu.”

Tsahhh!

Ini semacam validasi bahwa bangsa Indonesia memang bangsa yang tergila-gila soal kawin, status pernikahan, dan sejenisnya. (*/)

About akhlis

Writer & yogi
This entry was posted in save our nation and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.