PERHATIAN, IKEA BUKAN TEMPAT TAMASYA!

Tuh baca! Perlengkapan rumah, bukan taman bermain. Dikira Ancol! (Foto: IKEA Indonesia)

KALAU Anda ketinggalan obrolan terbaru di jagat maya Indonesia, sini saya beritahu.

Ada seorang ‘influencer’ (tahulah bagaimana abu-abunya istilah ini) yang mengeluhkan dirinya sudah bersiap membawa 7 orang anggota keluarganya ke IKEA terdekat.

Kejutannya IKEA tak mengizinkan masuk mereka semua kecuali sang ‘influencer’ yang sudah divaksin dua kali.

Di Instagram story-nya, sang ‘influencer’ pun meracau: “Nggak diberitahu harus begini begitu di website dan Instagramnya tapi pas masuk diperiksa.”

Netizen yang jengah dengan tingkahnya langsung menggigit umpan. Ibarat hiu kelaparan dikasih setetes darah saja langsung bisa mendeteksi.

Masalahnya IKEA sudah mengumumkan kewajiban vaksin sebelum masuk tokonya melalui linktree di bio akun Instagramnya. Makin ganaslah para warganet nusantara yang jempolnya terkenal lincah dan tak mengenal ampun ini.

Saat dikonfrontasi netizen, ia langsung defensif dengan mengatakan IKEA seharusnya tak cuma menjelaskan di linktree dong.

“Harus juga dipasang di highlight IG dan website resminya karena dua ini sering dilihat calon pengunjung,” alasan sang ‘influencer’ yang nggak tahu juga pengaruhnya apa ke peradaban masyarakat Indonesia ini.

Dan ternyata dia nggak sendirian. Karena ia mengaku banyak keluarga yang ditolak masuk rame-rame karena kebijakan protokol kesehatan ketit (saking ketatnya) tadi.

Dia segera meminta maaf via Instagram story-nya sih tapi poin yang ingin saya angkat adalah: HARUS BANGET YA IKEA JADI GANTI TEMPAT REKREASI KELUARGA?

Duh rasanya terdengar judgmental ya. Tapi mau gimana lagi, masyarakat kita ini memang unik sih. Toko furnitur dijadikan tempat tamasya keluarga. Ya memang semua orang berhak mengunjungi IKEA sih tapi ini kan masih masa pandemi dan toko IKEA itu ruang tertutup meski segede itu juga ya.

Dan memang benar pendapat sebagian netizen bahwa kalau memang butuhnya beli furnitur atau makanan di sana ya bisa dibeli secara online atau dipesan untuk dibawa pulang (takeaway).

Kalau memang keluarga butuh tamasya, lakukan saja di alam terbuka yang lebih aman.

Memang ada benarnya IKEA bertindak tegas seperti itu karena tahu sendirilah masyarakat kalau dilemesin sedikit jadi ngelunjak. Hahaha. Good move IKEA! (*/)

Author: akhlis

Writer & yogi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: