Filosofi Petruk

LAIN dari Semar yang dikisahkan sebagai titisan dewa, Petruk adalah representasi rakyat jelata dan manusia biasa. Ya walaupun sebenarnya juga ia adalah anak seorang raja raksasa dan bermuka tampan tapi kemudian menjadi legam kulitnya dan hidungnya memanjang akibat hobinya berkelahi. Lengannya panjang, tubuhnya tinggi dan kurus.

Namun, karakter Petruk yang menonjol ialah pandai bicara, humoris, cerdas dan punya keberanian. Ia juga piawai dalam kebudayaan. Ia menguasai tembang-tembang yang menghibur dan bermakna dalam secara filosofis.

Petruk juga dikenal memiliki nama lain “kantong bolong”. Secara harafiah, makna frasa itu adalah kantong yang berlubang. Secara kiasan, Petruk memang karakter yang tak suka menyimpan dan menumpuk-numpuk harta benda atau kepunyaan apapun dalam dirinya. Ini mencakup pengetahuan dan hal-hal yang immaterial alias tak berujud.

Nama lain Petruk yang unik ialah Dawala, sebuah kata yang merujuk pada sifat sabar, penurut dan setia.

Nah, bagaimana dengan kita yang saat ini hidup di zaman materialisme dan hedonisme dan konsumerisme yang gila-gilaan?

Apakah filosofi Petruk ini bisa kita terapkan dalam kehidupan kita? Semoga di 2022 harapan ini bisa terlaksana ya. (*/)

Author: akhlis

Writer & yogi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: