Pandemic Diary: Mudik ‘Balas Dendam’ Terheboh dalam Sejarah Jadi Akhir Pandemi RI?

DENGAN kemunculan varian baru di AS dan lockdown di Shanghai China akibat merebaknya Covid-19 lagi, Indonesia menikmati keberuntungan dengan diizinkannya masyarakat untuk kembali mudik.

Tak kurang 79 juta orang kembali ke kampung halaman secara gila-gilaan di akhir bulan Puasa dan April 2022 lalu. Jumlah ini konon memecahkan rekor.

Dan memang terjadi kekacauan di berbagai titik jalan yang menjadi rute mudik di Jawa. Terutama memang Jawa sih yang tingkat mobilisasinya sangat tinggi.

Akibat kemacetan yang tak tertahankan di ruas tol Cipularang Bandung-Jakarta, sempat ada pengemudi stres dan mencak-mencak nggak karuan di sana.

Menurut detik.com, tol Cikampek-Bandung macet karena dampak sejumlah pengguna jalan tol yang dari Bandung-Jakarta protes turun ke jalan karena terlalu lama tidak bisa masuk tol Cikampek pada hari Jumat (29/4).

Pemerintah memang menyarankan halal bihalal dilakukan dengan Protokol Kesehatan. Tidak ada makan-makan apalagi mengobrol.

Menurut Medcom.id, aturan halal bihalal Lebaran 2022 adalah sebagai berikut:

  • PPKM level 3: maksimal tamu 50 persen dari kapasitas
  • PPKM level 2: maksimal tamu 75 persen dari kapasitas
  • PPKM level 1: maksimal tamu 100 persen

Untuk acara makan bersama juga diatur. Jumlah tamu dengan jumlah di atas 100 orang, makanan dan minuman harus disediakan dalam kemasan yang bisa dibawa pulang. Serta tidak boleh ada makanan atau minuman yang disajikan di tempat (prasmanan). Intinya buka masker di tempat yang sama tak diperbolehkan.

Tapi pada praktiknya sih ya tidak memungkinkan dilakukan. Masyarakat sudah merasa pandemi ini berakhir karena pemerintah mengendurkan larangan ini itu, masker juga tak dipakai tak masalah menurut mereka, karena vaksin menjadi alasan untuk merasa aman membuka masker. Kalau yang sudah sejak dulu tak percaya Covid sih malah makin membandel.

Lalu arus kembali ke Ibu Kota juga sama puyengnya. Tol Cikampek macet lagi menurut Sindo News.

Itulah kenapa ini bisa dikatakan mudik paling heboh sepanjang sejarah modern. Populasi makin banyak, pemudik beranak pinak, dan semua ingin menghemat biaya mudik dengan menggunakan mobil pribadi (karena cukup bayar bensin saja katanya).

Volume pemudik darat memang menggila karena di bandara kenaikan pemudik tak begitu signifikan sepengetahuan saya. Suasana bandara baik saat saya berangkat dan pulang terlihat sama saja. Arusnya datar. Tidak ada antrean panjang. Yang tentu saja melegakan saya sebagai pengguna moda transportasi ini.

Apakah pandemi sudah usai di bumi Indonesia?

Mungkin saja. Tapi tak menutup kemungkinan juga bakal ada lagi lockdown jika jumlah kasus naik dan varian baru muncul. Ah, memang tiada henti pandemi ini. (*/)

Author: akhlis

Writer & yogi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: