Category Archives: poetry

Hanya untuk Hiburan dan Silaturahmi

BEGITU pernyataan resmi Disdukbud Banten tentang pemberian hadiah yang berupa dua lembar serbet untuk seorang pemenang lomba baca puisi di sebuah acara yang mereka selenggarakan beberapa waktu lalu.

Alasan lainnya ialah bahwa lomba itu untuk kalangan internal saja.

Lalu kenapa ada orang lain di luar instansi yang bisa masuk dan ikut serta? Tidak masuk akal. Kalau begitu diumumkan secara terbuka sebelum lomba dan ada pemberitahuan hadiahnya berupa apa.

Ditambahkan bahwa hadiah yang ada bersifat spontan karena tak ada anggarannya.

TIDAK ADA ANGGARAN???!

Banten nasibmu.

Jika ada hal yang bisa dilakukan oleh mereka untuk memperbaiki situasi ini adalah memberikan hadiah yang lebih layak bagi pemenang yang mahasiswa itu.

Kenapa?

Agar ia tak patah arang jika di masa datang memang ingin merintis ‘karier’ sebagai sastrawan. Dan agar tak ada orang-orang muda yang menyaksikan ini dan bergumam:”Sastra memang tidak ada harganya dan tidak bisa menghidupi manusia. Cuma bisa sebagai pembersih kotoran layaknya selembar serbet.”

Padahal manusia-manusia dengan pemikiran dan nurani yang tak bisa diperbaiki lagi semacam birokrat-birokrat itulah yang lebih tidak berguna daripada serbet yang setidaknya bisa memberikan faedah.

Dan jangan tersinggung juga kalau ada yang membaca ini. Kan cuma untuk hiburan dan silaturahmi? (*/)

 

Yang Terkurung Tapi Terlindung

Si Cantik (15)

Terus mencoba dan gagal melayang

Berulang-ulang hingga rasanya mau patah arang

Burung-burung yang belum matang

Sayap mereka lemah saat terkembang

Hingga satu saat mereka hendak pasrah

Karena otot terasa lelah melemah

Tak mereka nyana sayap bukannya patah

Malah membuat terbang makin terarah

“Bebas itu di atas!”

Cuit mereka lepas

Enaknya bergerak tanpa alas

Mengepak di lapisan udara dingin dan panas

Ah lihat, itu si Burung Emas!

Sangkar emas tak jua membuatnya lemas

Terkurung tetapi tak tampak murung

Terkungkung tetapi tak tampak linglung

“Aku terlindung!”