Ketidaktelitian Indosat Oreedo, Kejengkelan Pelanggan

SUDAH sembilan tahun saya menjadi pelanggan operator yang dikenal dahulu sebagai IM3 ini. Saya bukan tipe pelanggan seluler yang gemar berganti nomor atau memiliki nomor lebih dari satu. Sehingga saat ada kebijakan pendaftaran dan pembatasan nomor seluler saya juga tidak keberatan. Beberapa hal yang saya perhatikan dari pelayanan operator yang sekarang dikenal sebagai Indosat Oreedo… Read More Ketidaktelitian Indosat Oreedo, Kejengkelan Pelanggan

Kudus di “Jalan Raya Pos, Jalan Daendels”

DALAM karya-karya yang saya baca dan nikmati, entah itu buku, lukisan, atau apapun, saya selalu berupaya menemukan sesuatu yang memiliki pertalian dengan pribadi saya, masa lalu dan masa kini saya. Sering saya bisa melarutkan diri dalam sebuah buku bila saya berhasil menemukan benang merah tersebut. Seolah saya menemukan kepingan dar diri saya di dalamnya dan… Read More Kudus di “Jalan Raya Pos, Jalan Daendels”

Pramoedya Ananta Toer: Sastrawan Blora yang Mendunia (Bag 3- Tamat)

SEBELUMNYA di bagian 1 dan di bagian 2, kita sudah tahu bahwa masuk keluar penjara sudah menjadi bagian hidupnya. Bahkan setelah ia masuk Lekra, Pram masih saja tak kapok menulis sesuatu yang riskan alias isu-isu yang rawan. Misalnya di tahun 1960, ia menerbitkan buku “Haokiau di Indonesia” . Tapi kemudian ia dijebloskan ke penjara karenanya.… Read More Pramoedya Ananta Toer: Sastrawan Blora yang Mendunia (Bag 3- Tamat)

Pramoedya Ananta Toer: Sastrawan Blora yang Mendunia (Bag 2)

“Menulis adalah sebuah keberanian.” – Pramoedya Ananta Toer Di tulisan sebelumnya, kita tahu bagaimana Pram menjalani masa kecilnya dan kedekatannya dengan Oemi Saidah sang ibunda. Pada perkembangan kehidupannya berikutnya, didikan ayah Pram makin keras saja. Jauh lebih keras daripada seorang guru yang tidak memiliki pertalian darah dengannya sendiri. Kisahnya begini: usai lulus SD dan ingin… Read More Pramoedya Ananta Toer: Sastrawan Blora yang Mendunia (Bag 2)

Pramoedya Ananta Toer: Sastrawan Blora yang Mendunia (Bag 1)

“Sebagai pengarang saya masih percaya pada kekuatan kata daripada kekuatan peluru yang gaungnya hanya akan berlangsung sekian bagian dari menit”- Pramoedya Ananta Toer ANANTA adalah sebuah kata dalam bahasa Sansekerta yang maknanya “tanpa batas”, “tanpa akhir”. Dalam ajaran yoga, Ananta merupakan makhluk berwujud ular keabadian yang menguping rahasia ajaran yang diberikan oleh Dewi Parwati pada… Read More Pramoedya Ananta Toer: Sastrawan Blora yang Mendunia (Bag 1)