Mengenal Dompetku+, Paypal dari Indosat Ooredoo (Menuju #indosatdigitalnation)

CUkeA57UYAAojfY.jpgSebagai pengguna kartu IM3 selama 6 tahun terakhir, saya belum tahu dengan rebranding yang dilakukan perusahaan pemilik layanan seluler tersebut:.

Menurut kabar terbaru, setelah Ooredoo (artinya secara literal ialah “ingin”) dari Qatar mengakuisisi sebagian saham operator seluler Indosat, brand Indosat pun berubah menjadi “Indosat Ooredoo” (kunjungi www.indosatooredoo.com). Meski porsi sahamnya cukup signifikan, Ooredoo tidak serta merta menghapus nama Indosat karena dikhawatirkan akan menimbulkan kebingungan di kalangan pengguna dan masyarakat luas.

Indosat Ooredoo (IO) berkeinginan Indonesia menjadi masyarakat digital. IO ingin memudahkan kehidupan pelanggan dengan menyediakan koneksi Internet tercepat dan layanan-layanan terbaru. Demikian kata Benny Hutagalung Pimpinan Divisi Pelibatan Konsumen (Customers Engagement) dari Indosat Ooredoo malam ini (25/11).

Andrini Novi dari Indosat Ooredoo selaku Pimpinan Branding yang juga hadir bersama Benny menandaskan bahwa langkah ini ialah upaya memenuhi tuntutan konsumen. Rata-rata tiga jam dihabiskan untuk menunduk memandangi layar ponsel cerdas. Indosat Ooredoo ingin menghadirkan dunia digital yang lebih baik bagi bangsa.

Tidak asal Rebranding

Logo Indosat Ooredoo punya kisah panjang. Sejak 2 tahun lalu sudah dilakukan survei logo yang pas untuk rebranding atau revamping. Kurang lebih 22 ribu responden disurvei untuk itu, ucap Novi yang berambut keemasan di depan. Sebanyak 100 usulan logo akhirnya disingkirkan sebelum logo yang sekarang dipakai.

Indosat fokus pada pengalaman konsumen dan berambisi menjadi perusahaan digital terkemuka atau the leading digital telco. Kebutuhan pelanggan menjadi prioritas utama.

Langkahnya apa saja? Novi menjelaskan bahwa akan ada 3 stream. Salah satunya pengembangan produk dan layanan. Artinya tidak akan ada produk dengan ketentuan rumit alias “syarat dan ketentuan berlaku”. Nah, ini yang kerap kali membuat pelanggan pusing tujuh keliling. Penyederhanaan layanan itu akan memudahkan kita memilih produk dan jasa yang ditawarkan tanpa harus repot membaca ketentuan dan persyaratan yang ukuran hurufnya halus itu.

Tren ecommerce dan metode pembayaran tanpa uang tunai alias cashless tak dilewatkan Indosat Ooredoo dengan meluncurkan aplikasi pembayaran daring bernama “Dompetku Plus”. Dompetku Plus bisa dipakai di merchant online mitra misalnya Cipika, toko daring (online shop) dari Indosat juga, selain kartu kredit.

Indosat menjadi yang terdepan juga dalam penerapan teknologi 4G. Syaratnya cuma tukar SIM card jadi kartu khusus yang mendukung jaringan tersebut.

Benny mengatakan platform icity juga menyambut masukan dari masyarakat. Sebuah pertemanan yang sangat dekat, demikian ungkapnya dalam menggambarkan hubungan antara konsumen dan Indosat Ooredoo.

Dampak rebranding pada produk Indosat dulu menurut Novi masih sama. Akan ada pilihan produk baru yang memberikan pengalaman lebih baik pada pengguna dengan harga rasional. Liberating product and services, begitu katanya.

Realiabilitas akan makin dijaga menurut Novi. Luas cakupan layanan itu akan Indosat tak mau menyuguhkan janji muluk-muluk tetapi memberikan solusi.

Indosat Ooredoo menjadi satu-satunya yang mempertahankan brand Indosat. Sementara di negara lainnya berubah total saat Ooredo masuk. Itu artinya Indonesia adalah pasar yang relatif unik dan istimewa.

Brand value telco menunjukan tren menurun. Dengan rebranding ini diharapkan akan terjadi kenaikan 20 sampai 30 persen, ungkap Novi.

Terus Siapkan 4G

Kesiapan penerapan teknologi 4G menurut Benny tergantung pada banyak faktor. Misalnya, ketersediaan perangkat 4G di sebuah kota. IO juga harus memikirkan ekosistemnya yang kompleks untuk 4G. SIM card 4G akan diluncurkan lebih luas nantinya terutama soal penukaran kartu SIM di Galeri Indosat. Layanan 4G sudah diluncurkan batch pertamanya di 15 kota. Kota-kota lain akan segera menyusul. Demikian kata Benny.

Ario Dimas yang baru saja masuk ke Indosat Ooredoo menerangkan pada kami bagaimana Indosat Ooredoo akan merevolusi metode pembayaran transaksi daring yang selama ini masih rumit karena menggunakan transfer ATM yang difoto lau dikirim ke pedagang sebagai bukti bayar dan kurangnya akses pada kartu kredit yang menjadi kendala sebagian besar masyarakat kita.

3 Keunggulan Dompet Plus

Platform Dompetku kini juga diubah jadi Dompetku Plus. Bedanya apa?Begitu tanya seorang peserta. Layanan Dompetku Plus dikaitkan ke email bukan nomor telepon, tutur Ario yang memberikan presentasinya dengan lancar malam itu. Ini berbeda dari Dompetku sebelumnya. Layanan baru ini mengedepankan aspek keamanan atau security karena Dompetku Plus tak mewajibkan penyerahan data ke satu pihak bukan pada banyak ecommerce sites yang mungkin bisa menyalahgunakan data rahasia Anda. Nantinya tidak perlu memasukkan data kartu kredit yang rahasia ke situs ecommerce.

Ada dua aspek keunggulan lainnya yang dimiliki Dompetku Plus menurut Ario:

Easy
Karena Dompetku Plus bisa dipakai siapa saja tanpa harus masuk dalam Indosat Ooredoo.

Exciting
Aplikasi ini bisa diunduh di Google Play dan website. Untuk platform iOS akan menyusul.

Simpelnya ditunjukkan dengan tinggal masuk ke Cipika.com atau situs merchant lainnya yang menjadi mitra Dompetku Plus. Tinggal masukkan email dan kata kunci lalu bisa membeli secara daring di Cipika dan Wellcom. “Merchant (penjual -pen) ini jumlahnya masih akan bertambah,” tandas Ario lagi.

Dalam waktu dekat ini Cipika juga akan menebar tawaran menggiurkan berupa diskon akhir tahun. Berminat memanfaatkan peluang belanja daring ini lebih lanjut?

Unduh saja aplikasi Dompetku Plus dan Cipika di Google Play dan manfaatkan penawaran menarik bagi para pengguna pertama.

Leave a comment

Filed under miscellaneous

Bea Cukai Indonesia Bertekad Terus Perbaiki Diri

Kata “bea cukai” lekat dengan rokok dan ‎formulir di benak saya. Rokok, karena saya akrab dengan istilah “cukai rokok” di kota kelahiran saya, Kudus. Formulir? Karena saya biasanya disodori formulir pernyataan kepemilikan barang sebelum mendarat kembali di teritori RI. Digabung dengan suasana bandara dan pintu imigrasi yang kerap membuat frustrasi, bea cukai cukup berhasil memberikan kesan menyeramkan dan kaku.

Namun, siang tadi saya bisa katakan kesan itu tidak sepenuhnya benar juga.‎ Buktinya saya bisa bercakap-cakap dengan nyaman di barisan belakang bersama seorang pria berkumis tipis yang didaulat membuka dan memimpin jalannya acara kami hari ini di gedung Pos ibukota, dekat Lapangan Banteng.

Namanya Muhamad Akhadi Jatmiko. Ia melihat catatan saya dan berseloroh,”Tulis saja Jatmiko.” Tentu saja saya tidak bisa menuruti permintaannya. Saya ingin orang-orang tahu nama asli sang pemangku jabatan Kepala Bidang Analisis dan Tindak Lanjut Kepatuhan Internal PUSKI Kepabeanan dan Cukai.‎ Sementara saya mengobrol dengan pak Jatmiko, Nurtanti Widyasari yang bekerja sebagai Kepala KPPBC Tipe Pratama Kantor Pos Pasar Baru juga tengah asyik menjelaskan prosedur dan alur penerimaan barang, lalu berbagai informasi mengenai bea cukai.

‎Pada saya, Jatmiko mengatakan betapa kurangnya 12 ribu pegawai yang ada saat ini. “Kayaknya banyak tapi kurang.”

Saya kejar lagi,”Lalu idealnya rasionya berapa, pak?” Indonesia negeri yang luar biasa besar sehingga pastinya kekurangan ialah suatu keniscayaan. Itulah masalah utama negeri ini: kurang orang yang berketrampilan.

Jatmiko menyebutkan kondisi ideal itu tercapai bila “setiap perbatasan bisa dijaga petugas bea cukai”. Namun, masalahnya belum komprehensif saat ini. Perkataannya membuat saya seperti hidup di sebuah rumah megah dengan pagar lidi-lidi kecil ala kadarnya dengan sekeliling kami bertumbuh hutan belantara dan margasatwa. Besar tetapi rapuh, hampir tanpa pertahanan. “(Idealnya – pen) ada level pimpinan, staf tapi kenyataannya tidak bisa seperti itu. Bahkan di beberapa tempat cuma diawasi dari satu titik saja,” keluhnya. Ia contohkan perbatasan darat di Kalimantan yang belum jua terjaga dengan rapat oleh jajaran Bea Cukai.

Soal infrastruktur, Bea Cukai kita bisa dibilang merana. Mayoritas kapal patroli mereka sudah berusia 50-40 tahun alias keluaran dekade 60an dan 70an. Bagaimana bisa berkejaran dengan kapal-kapal penyelundup yang lebih anyar itu? “Yang paling modern saja tahun 80an.” Ah, trenyuh. Jatmiko tidak lupa menceritakan kebanggaan baru lembaganya:kapal baru berukuran panjang 60 meter. Itu yang terbesar, ucapnya.

Keterbatasan menjadi kendala Bea Cukai untuk maju menjawab tantangan yang semakin besar. Kapal-kapal tua itu mesti dipacu kencang menjaga teritori dari tindak penyelundupan. Alhasil, Bea Cukai harus cukup puas bekerja layaknya “bermain galasin”, kejar-kejaran seperti Tom and Jerry.

Kondisi makin pelik saja, karena sebagian penyelundup menggunakan warga tak bersalah sebagai perisai manusia. Begitu petugas Bea Cukai mendekat, warga yang telah dipersenjatai bom molotov itu menyerang mereka. “Kalau kami tembak, nanti kami yang dituduh melanggar HAM,” tandas Jatmiko mengenai kondisi penjagaan di lautan kita yang ‎sebetulnya.

“Nanti ada ‘busway’ untuk kontainer‎,” kata Jatmiko soal rencana Bea Cukai ke depan. Nanti dari Tanjung Priok akan ditarik ke Cikarang. Sampai saat ini jumlah kontainer yang tertangani di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta cuma 3 persen, akunya. Sisanya dibuka sebentar lalu dilimpahkan ke pelabuhan lain seperti di Surabaya dan Makassar. Tiga persen itu saja sudah mampu memacetkan pelabuhan seperti itu, apalagi nanti di masa depan saat perdagangan makin intens.

Saat saya tanyakan realisasi busway itu, Jatmiko cuma bisa berkata,”Itu proyek Pelindo. Bukan Bea Cukai.” Kau tahu apa itu artinya, bukan? Ya, sabarlah menunggu.

Bea Cukai juga ingin menggeser dominasi cara kerja manual menjadi cara kerja otomatis dengan teknologi terkini agar lebih efisien dan produktif. Apa daya, pemerintah sekarang “uangnya lagi tipis”, ucapnya.

Teringat tema anti korupsi, saya sisipkan pertanyaan yang berkaitan sembari kami menikmati suasana Museum Bea Cukai yang baru dibangun tahun lalu. “Dari sisi normatifnya, kesejahteraan pegawai Bea Cukai lebih tinggi. Ada remunerasi dan sebagainya.”

Jatmiko juga menyinggung soal integritas jajaran staf Bea Cukai. Ia ingin semua staf Bea Cukai bekerja dengan jujur, tak peduli ada atasan atau tidak.

Tak puas, saya coba korek keterangan dari Triyono, pemandu kami siang itu yang bekerja di Kantor Pusat Bea Cukai Rawamangun,‎ tutur bapak satu anak itu:”Sebelumnya ada pelatihan prajabatan yang wajib dijalani CPNS. Ada banyak pelajaran seperti etika. Dari Bea Cukai sendiri, diberikan kedisiplinan.” Urusan satu ini, Kopassus dilibatkan. Di belakang kantor pusat tadi, ucapnya, ada tempat pendidikannya. Sebulan mereka digembleng Kopassus sebelum jadi abdi negara.

‎Bea Cukai ingin lebih bersih dan lebih baik. Namun, itu semua percuma tanpa sokongan rakyat semua. Jadilah kita rakyat yang bersih juga. Caranya? Dengan memberikan saran dan kritik yang membangun pada mereka melalui:

  • Situs resmi Bea Cukai RI http://www.beacukai.go.id
  • Email pengaduan kinerja internal pegawai Bea Cukai ‎:pengaduan.beacukai@gmail.com
  • Layanan Sipuma: 0800-100-3545

Leave a comment

Filed under writing

Festival Desa 2015 untuk Pendamba Perubahan Sektor Pangan dan Pertanian Indonesia

Ternyata Tuhan tidak hanya menciptakan makhluk-makhluk picik yang berorientasi uang, tetapi juga para pembawa perubahan dari kalangan akar rumput. Ya, kalau Anda sudah lelah mengikuti berita bencana nasional asap, Anda tidak sendiri. Jutaan orang lain juga. Namun, lebih baik melakukan hal-hal nyata yang meski kecil bisa berkontribusi bagi kemaslahatan bersama daripada berputus asa.

Mas Tedjo, begitu nama akrab sang pentolan gerakan Locavore ini, adalah salah satu sosok yang mengagumkan. Tidak kenal lelah memperkenalkan konsep makan makanan dan minuman dari sekitar kita sejak bertahun-tahun lalu, lebih lama dari saat saya pertama kali menjumpainya.

Ia juga mengampanyekan perilaku hidup sehat dan perubahan pola perilaku agar kita lebih tanggap perubahan iklim global. ‎Sungguh upaya yang sungguh mulia dan berat bukan main!

Karena itu, mari hadiri event Festival Desa nanti tanggal 24-25 Oktober 2015 di Taman Tebet, Jakarta. Dan yang terpenting, jangan sampai event ini cuma bersifat seremonial tetapi diharapkan hasil yang nyata bisa dicapai dari situ.

Leave a comment

Filed under save our nation

Moving to Akhlis.net

It’s Friday and nothing feels better than a lazy mood of weekend (though now I don’t feel the difference of weekdays and weekends so much). I don’t know if you notice but I’m now moving my blog to another new domain which is more friendly for bloggers in so many ways. I mean, I can freely create and move things I cannot do on this free-of-charge platform. I want something better to accomodate my writeups. So here’s the new URL: http://www.akhlis.net.

It’s my new virtual home and it needs more revamps definitely. I’m trying to finish the moving process gradually because I’m no geek and I need technical assistance from a buddy.

Leave a comment

Filed under blogging