Sirnanya Kerindangan Sunda Kelapa

‎Mendekati arah Masjid Sunda Kelapa di Menteng, mata saya yang biasa disambut teduhnya pepohonan kini silau diterpa sinar matahari. Makin dekat ke sana, makin jelas bahwa pohon terbesar di sana telah tumbang. Peristiwa tumbang itu sungguh terjadi sekonyong-konyong. Di luar dugaan. Karena itu, sejumlah pedagang langganan saya terkena dampaknya. Saya cari ibu penjual jus buah…

34 Menteri Perkuat Kabinet Kerja Jokowi-JK. What’s Next?

Setelah hampir sepekan kita lelah menyaksikan pemberitaan dan spekulasi di media mengenai kabinet baru Jokowi-JK, akhirnya petang tadi rasa ingin tahu itu terpuaskan. Tentunya, susunan kabinet ini tidak mungkin memuaskan semua pihak termasuk rakyat tetapi inilah yang terbaik yang bisa dilakukan mengingat tarik ulur yang alot dan menguras pikiran antara berbagai pihak yang berkepentingan. Berikut…

Kuda dan Jokowi

“Lama banget nggak dateng-dateng nih.” “Hhhh…” (mata melekat ke smartphone) “Eh, ngapain itu?” (Dua orang membawa patung kuda warna emas ke panggung) “Kuda?” “Kenapa harus kuda?” “Mana mau Jokowi naik kuda? Kalau Prabowo mau.” “Iya ya…” “….” (kembali melihat smartphone) “Lama sekali ya…” “Hoahmmm…” (mengucek mata) “….” (memutar video “Sakitnya Tuh Di Sini”)

Tentang Zuckerberg

“Bacanya zukerbeg atau zakerbeg?” “Hmm.. fakerbeg?” “Zakar…” “Haha…” “Atau zakar buruk.” “Itu kan nama keluarga di Jerman.” “Oh gitu…” “Kalau bahasa Jerman dibaca apa adanya.” “Zukerbeg ya…” “Jadi TV One salah nih!” “Haha. as usual.” “Liputan enam betul nih. Zukerbeg.” “…..” (hening, menunggu Jokowi-JK) Prok prok prok… (orang-orang di meja depan bertepuk tangan tiba-tiba) “Hahaha….

Jokowi is Unfashionably Late…

‎They said he’d come around 9. Well, it’d be ten I guess considering the traffic. But I never thought he could be this late for the talks. It’s 2 minutes to 11 am. We journalists and newsroom leaders of Jawa Pos are awaiting like morons. UPDATE: The event was over minutes ago at 13.40. And…

Diskusi Politik di Kantor

Terus terang saya lumayan anti berdiskusi politik. Bukan karena saya tidak peduli masa depan bangsa, tetapi karena saya terlalu sayang dengan waktu dan tenaga saya untuk mengikuti semua manuver keji dan menggelikan para oknum badut politik. Go to hell with those fucking politicians! Sayangnya, para politisilah yang menggerakkan negara dan bangsa ini. Saya sangat berharap…

Tetap Waras di Tengah Keriuhan Politik Indonesia

Mengikuti dunia politik Indonesia, seakan tidak ada habisnya. Capai saya dibuatnya. Drama, manuver, kepicikan, sakit hati, rasa tidak tahu malu, semangat menjadi lebih baik, skeptisisme, arogansi, apatisme, semuanya bercampur aduk membentuk anyaman intrik yang mengasyikkan untuk diliput, didokumentasikan, dan diabadikan bagi generasi mendatang. Entah apakah nanti anak cucu kita mengabaikan, menertawakan, mencemooh atau membacanya dengan…