Pramoedya Ananta Toer: Sastrawan Blora yang Mendunia (Bag 3- Tamat)

SEBELUMNYA di bagian 1 dan di bagian 2, kita sudah tahu bahwa masuk keluar penjara sudah menjadi bagian hidupnya. Bahkan setelah ia masuk Lekra, Pram masih saja tak kapok menulis sesuatu yang riskan alias isu-isu yang rawan. Misalnya di tahun 1960, ia menerbitkan buku “Haokiau di Indonesia” . Tapi kemudian ia dijebloskan ke penjara karenanya.… Read More Pramoedya Ananta Toer: Sastrawan Blora yang Mendunia (Bag 3- Tamat)

Pramoedya Ananta Toer: Sastrawan Blora yang Mendunia (Bag 2)

“Menulis adalah sebuah keberanian.” – Pramoedya Ananta Toer Di tulisan sebelumnya, kita tahu bagaimana Pram menjalani masa kecilnya dan kedekatannya dengan Oemi Saidah sang ibunda. Pada perkembangan kehidupannya berikutnya, didikan ayah Pram makin keras saja. Jauh lebih keras daripada seorang guru yang tidak memiliki pertalian darah dengannya sendiri. Kisahnya begini: usai lulus SD dan ingin… Read More Pramoedya Ananta Toer: Sastrawan Blora yang Mendunia (Bag 2)

Pramoedya Ananta Toer: Sastrawan Blora yang Mendunia (Bag 1)

“Sebagai pengarang saya masih percaya pada kekuatan kata daripada kekuatan peluru yang gaungnya hanya akan berlangsung sekian bagian dari menit”- Pramoedya Ananta Toer ANANTA adalah sebuah kata dalam bahasa Sansekerta yang maknanya “tanpa batas”, “tanpa akhir”. Dalam ajaran yoga, Ananta merupakan makhluk berwujud ular keabadian yang menguping rahasia ajaran yang diberikan oleh Dewi Parwati pada… Read More Pramoedya Ananta Toer: Sastrawan Blora yang Mendunia (Bag 1)

Puisi Indonesia Kembali Menggeliat

Joko Pinurbo, penyair Indonesia, mengatakan bahwa setelah kematian Chairil Anwar, Indonesia mengalami kelangkaan penyair berkualitas. Namun, nyatanya banyak bermunculan penyair-penyair muda. Dan karya-karya mereka sudah bermunculan dan bisa dinikmati khalayak ramai. Beberapa di antaranya adalah Norman Erikson, Ni Made Purnama Sari dan Cyntha Hariadi yang hari ini tampil sebagai para pemenang Sayembara Manuskrip Buku Puisi… Read More Puisi Indonesia Kembali Menggeliat

Penerjemahan Karya Sastra, Pekerjaan Rumah Berlimpah bagi Indonesia

Ada hal yang menggelitik tatkala Wakil Pimpinan Frankfurt Book Fair Claudia Kaiser menyampaikan kritik transparannya mengenai proses kerjasama dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), yang menurutnya berjalan sangat lamban. Kaiser menyatakan dengan nada kritis, yang segera dihentikan oleh editor John H. McGlynn dari Yayasan Lontar yang tampil bersamanya hari itu (22/3/2015) dalam… Read More Penerjemahan Karya Sastra, Pekerjaan Rumah Berlimpah bagi Indonesia