Can Fiction Writing Make You a Good Journalist?

So this girl called Choi Seung-yon is a graduate of a local university. The frustrated reporter works for an online newspaper called “True Story” in Seoul, Korea.
Getting bored for the unclear future of the business and being always at work without breaking some good pieces of news, she pleads to her employer,”I want to reveal true stories and let the world know about them. That’s how we can be reborn as a true newspaper company! And we’ll hire some more reporters and move to a bigger and nicer building downtown!” That’s her plan.
But the boss has another plan in his mind. “You want to do that? Then you have to write an
article revealing the truth,” says he flatly, showing lack of enthusiasm in his facial expression.
The naive Choi answered his boss,”Though I want to break such news, I don’t know how to write it properly. I need to learn how to do it.” Her boss sighs and is about to enter his own room. He knows Choi would once again preach with incredible length of time about how the small newsroom needs more improvement and advancement.
The young gorgeous employer whispered near her left ear,”Choi Seung-yon, why don’t you write a novel? That may become an article.” “A novel..,” he echoes his words.

Really, a novel? A long form of  fictional work? I’m not quite sure whether or not it is a plausible practical advice for an aspiring journalist. But I guess any writing practice would be good for any type of writing-related work.

How about you? Do you think the advice makes sense?

 

Perbandingan Fakta Penggunaan Energi yang Belum Anda Ketahui

English: Spectrum of a Compact fluorescent lamp.
Lampu LED paling hemat energi, bahkan dibandingkan lampu jenis CFL atau Compact Fluorescent Lamp. (Photo credit: Wikipedia)

Perbandingan 1

Jika setiap rumah di Amerika Serikat mengganti 1 bohlam lampu dengan lampu Energy Star yang hemat energi, jumlah energi yang dihemat dapat menerangi lebih dari 3 juta rumah tangga per tahun. (energystar.gov)

Perbandingan 2

Cahaya alami yang optimal di dalam kantor dapat mengurangi tingkat absensi karyawan sebesar 15% dan meningkatkan produktivitas sebanyak 15%. (National Renewable Energy Laboratory)

Perbandingan 3

Sepeda adalah alat transportasi paling efisien. Pengendara sepeda dengan berat 64 kg yang bersepeda dengan kecepatan 16 km/ jam memerlukan energi sebanyak 27 kcal (kalori),, yakni sama dengan 311 km/liter. (wikipedia)

Perbandingan 4

Dibandingkan dengan bohlam lampu tradisinal, bohlam CFL (Compact Fluorescent Lamp – tipe bohlam lampu pengganti lampu pijar tradisional, bersifat lebih efisien dan tahan lama) membutuhkan energi 3-5 kali lebh sedikit dan tahan lama 8 -15 kali lipat.(eartheasy.com)

Perbandingan 5

Perkantoran dan bisnis di AS membuang 20 metrik ton kertas tiap tahunnya, atau sama dengan 80 kg kertas per karyawan, atau lebih dari 350 juta pohon.(University of St. Thomas)

Perbandingan 6

Produksi 1 kg daging sapi menghasilkan lebih banyak gas rumah kaca dibandingkan mengemudi lebih dari 250 km.(Animal Science Journal)

Perbandingan 7

Selain menyelematkan pohon, proses daur ulang kertas memerlukan 64% lebih sedikit energi dibandingkan menghasilkan kertas dari kayu alami.(goinggreentoday.com)

Perbandingan 8

Untuk pencahayaan lebih dari 50.000 jam, Anda akan membutuhkan 42 lampu pijar, 5 lampu CFL atau hanya 1 lampu LED. Jelas sudah mana yang paling hemat kan? (greenliving.about.com)

Perbandingan 9

Sebuah monitor komputer yang dimatikan pada malam hari dapat menghemat  energi setara dengan 6 kali menghangatkan makanan di microwave.(University of East London)

Perbandingan 10

Mesin fotokopi yang lupa dimatikan dalam 1 malam membuang energi listrik yang cukup untuk memfotokopi 5.300 lembar kertas.(Queens University, Belfast)

Perbandingan 11

Diperlukan 20.000 liter air untuk memproduksi 1 kaos dan 1 celana jeans. (WWF)

Perbandingan 12

Energi yang dihabiskan oleh seluruh pencarian di “Google Search” selama 1 bulan dapat menjalankan 1 sepeda selama 5.000 tahun.(wellhome.com)

Perbandingan 13

Umumnya AC mengkonsumsi lebih dari 50% biaya listrik di rumah. (michaelbluejay.com)

 

 

 

Terbaru dari Korea: Seoul Kebanjiran!

Berita Jakarta kebanjiran sudah bukan barang aneh. Semua maklum. Bangkok kebanjiran juga sudah pernah kita dengar. Maklum ibukota negara berkembang juga seperti kita. Lalu apa jadinya jika kita mendengar berita banjir di negara-negara maju seperti Singapura atau Korea Selatan? Bisa jadi itu karena tingginya curah hujan. Namun terlepas dari semua itu, ini memberikan bukti yang makin jelas mengenai ketidakpastian iklim global. Dan masih saja sebagian orang berpikir global warming itu mitos belaka yang digunakan untuk mengekang kemajuan ekonomi dunia!

 

Dikutip dari laman Chosun.com hari ini (16/8/2012), kita bisa ketahui bahwa banjir kini melanda sebagian wilayah ibukota Korsel, Seoul. Hujan lebat dikabarkan merendam Korea bagian tengah kemarin dengan curah hujan mencapai 68,5 mm per jam yang turun di Distrik Gwanak di Seoul sepanjang tengah hari di musim panas ini. Hujan ini diprediksi akan terus berlanjut hingga hari ini (Kamis) di beberapa bagian utara Provinsi Jeolla Utara dan Gyeongsang Utara.

 

Menurut Badan Meteorologi Korea, hujan akan kembali turun  di Prov. Gyeonggi dan bagian utara Prov. Gangwon dalam minggu ini.

 

Uap air dalam jumlah besar menguap ke udara di sepanjang tepi laut Pasifik Utara yang dikenal memiliki sistem tekanan udara tinggi membawa hujan lebat ini menuju bagian tengah Korea pada Rabu  kemarin, demikian pernyataan Badan Meteorologi Korea. BMK menyatakan adanya risiko tanah longsor, dinding tanggung yang jebol dan lahan di dataran rendah yang berpotensi terendam air hujan. Peringatan hujan lebat untuk warga Seoul dicabut pukul 3 sore waktu Seoul pada Rabu kemarin.

 

 

Daerah dekat stasiun kereta bawah tanah Gangnam di Seoul, yang dilewati 200 ribu orang per hari, juga tak luput dari genangan. Sejumlah bagian jalan turut terendam antara pukul 12.30 dan 2 siang.

 

Distrik Gangnam dan Seocho di Seoul mengalami curah hujan 88 mm dalam 2 jam. Air hujan merendam daerah itu hingga setinggi pergelangan kaki orang dewasa normal di sepanjang jalan besar Gangnam dan mencapai setinggi lutut di sejumlah bagian jalan yang memiliki bagian menurun atau cekung, ujar seorang pejabat Distrik Seocho.

 

Ini bukan pertama kalinya daerah tersebut terendam banjir karena letaknya yang cekung dibandingkan daerah sekitarnya. Seocho memang telah melakukan perbaikan saluran air bawah tanah tahun lalu tetapi toh masih belum efektif mencegah banjir tahun ini.

 

“Memperluas saluran air bawah tanah membutuhkan konstruksi yang masif dan tak mungkin untuk melakukan itu karena banyak area di sini yang dimiliki oleh pribadi dan harga tanah juga mahal,” kata pejabat setempat.

 

Melihat relatif parahnya banjir yang menimpa kali ini membuat kita berpikir, banjir yang terjadi di Jakarta PASTI akan membutuhkan solusi yang lebih mahal dari sekadar pembangunan saluran air bawah tanah. Banyak sekali faktor pemicu yang berperan di sini; mentalitas dan cara warga memperlakukan dan memandang sumber daya air, kemauan pemerintah untuk memberikan solusi tuntas (bukan tambal sulam), kesediaan pihak swasta untuk turut berinvestasi membangun solusi banjir, dan sebagainya.

 

 

Dari Sejeong dan Nami hingga First Kiss a la Winter Sonata

Nami Island menjual kisah loyalitas Jendral Nami dan kecupan pertama Winter Sonata. Dua-duanya sama-sama tak terlupakan.

Mendengarkan kisah Rose Lee seakan tak ada habisnya. Dan sekarang saya akan tuliskan kisah Jenderal Nami yang legendaris itu, seperti diceritakan oleh Rose Lee pada kami.

 

Tersebutlah seorang jendral besar di Korea semasa dinasti Joseon (Chosun) bernama Nami. Raja Sejeong menyayangi Nami. Begitu sayangnya raja hingga timbul kecemburuan yang mengakibatkan rekan-rekan Nami memfitnahnya dengan keji dengan menyebarkan isu kudeta yang akan dilancarkan untuk menggulingkan kekuasaan Sejeong.

 

Teman Nami menceritakan bahwa Nami akan kudeta dengan mengumpulkan serdadu di kediamannya yang besar dan megah. Raja Sejeong memerintahkan untuk mengirim mata-mata, namun sayangnya sang mata-mata membunuh Nami sebelum kedatangan raja.

 

Raja pun menemukan bahwa kediaman Nami tak ada pembantu, serdadu, bahkan rumahnya dari jerami saja. Hanya istri dan neneknya. Setelah mengetahui kebohongan isu kudeta Nami yang beredar, Raja Sejeong menyesal dan menghadiahkan sebuah pulau kecil yang kini bernama “Nami Island” untuk keluarga dan keturunan Nami. Lokasinya dekat dengan ibukota agar mereka dapat tetap dekat dengan Seoul yang menjadi tempat tinggal raja dan keturunannya.

 

Dulu pulau Nami adalah daratan, sekarang menjadi pulau. Makam Jendral Nami pun masih ada. Keturunan Nami dikabarkan terus menjaga daerah ini. Usai perang (entah apakah yang dimaksud perang dunia atau perang apa), mereka menanam pohon, membuat bendungan dan pulau.

 

Seperti sudah banyak diketahui K-Wave freak, inilah tempat syuting Serial “Winter Sonata” yang dibintangi Choi  Ji-woo dan Baek Yeong-joon. Banyak pasangan muda berkunjung ke Nami Island untuk melakukan first kiss. Dan dari penuturan Rose Lee yang berulang kali mengenai first kiss dan keromantisan tempat ini, Nami Island memang “dijual” sedemikian rupa dengan mengusung “the best place to kiss your BF or GF for the very first time” sebagai sebuah selling point yang tak terkalahkan.

Photo Blog: Korea Summer Excursion 2012

Lee Seung-gi and a faceless female model on an cosmetic ad billboard. It’s quite a rising trend to see more and more Korean males on cosmetic ads. And Korean males are NOT ashamed of pampering themselves with skin care products associated with their female counterparts. My tour leader, who has two sons in their mid twetnties, said the metrosexual sons may spend more time to wear make up and outfits than she does. Later on she explained how Koreans highly value physical appearance, which is why they don’t hesitate to splurge more on fancy and costly clothes and anti-aging skin care products. Really, anything that makes you live longer and look better will sell here.

Continue reading “Photo Blog: Korea Summer Excursion 2012”

Pemimpin Sejati Dibicarakan dengan Bangga oleh Pengikutnya

Terdapat 4 parpol di Korsel. Selain itu, kursi untuk pihak independen juga ada. Kata Rose Lee, di sini para wakil rakyat suka ‘berlatih taekwondo’. You know what she meant.

Lee Kye-suk (이계숙)  terus berbicara dengan pengeras suara di depan bus kami setelah turun dari Seoul Tower sore itu, “Kalau mobil lewat jalur busway padahal tidak berhak, ia akan didenda. Karena ada kamera di sepanjang jalan, pelanggar akan dideteksi dengan mudah. Bisa didenda 50-70 ribu won”. Aku mendengarkan dengan seksama, sambil melihat keluar jendela. Banyak warga Seoul dan pengunjung berjalan sore di jalanan yang menanjak dan menurun tajam itu. Pepohonan di bukit juga rimbun bak hutan. Hanya saja ini di tengah kota.

Kye-suk yang lebih suka dipanggil Rose Lee ini terus bercerita seolah tak peduli kami mendengarnya atau tidak. Bahasa Indonesianya cukup lancar meski ada beberapa pilihan kata dan pengucapan yang kurang pas. Kali ini ia bercerita tentang pemimpinnya,”Ide ini digulirkan Lee Myung-bak. Ia dulu CEO Hyundai selama 24 tahun. Dulunya dia miskin. Saat SMA, ia miskin, sekolahnya malam hari, siang hari berjualan topi di depan sekolah perempuan. Ia pakai topi dan masker saat berjualan. Ibunya baik dan melihat Myung-bak berjualan. Saat melihat Myung-bak memakai masker dan  topi, ibunya menamparnya, “Jangan panggil saya mama, kamu bukan anak saya. Kenapa kamu malu? Kenapa pakai topi? Malu karena apa? Apakah bekerja dengan rajin adalah sesuatu yang memalukan?” Setelah itu Myung-bak muda berpikir , menurutnya ibunya benar. Mencuri adalah sesuatu yang memalukan. Berjualan dengan jujur bukan sesuatu yg memalukan. Hari berikutnya Myung-bak berjualan jepit rambut tanpa masker dan topi. Karena itulah, makin banyak pelanggan karena mereka mengetahui ramah dan tekunnya Myung-bak. Mereka bersimpati pada Myung-bak yang juga sepantaran tapi sudah harus bekerja keras. Penjualannya pun akhirnya meningkat. Saat pertama masuk Hyundai ia diperhatikan oleh atasan karena bekerja lebih rajin dan bersih, kantor lebih cepat bersih saat ia kerja. Oleh karenanya, Myung-bak  diberi beasiswa oleh Hyundai untuk kuliah”.

Cukup seru juga ceritanya. Apalagi saat membayangkan Myung-bak ditampar. Adegan dramatis a la drama Korea di TV pun terlintas. Rose Lee terus berceloteh, “Myung-bak adalah tipe pemimpin yang berpikir entrepreneurial, bukan politis. Ia mengutamakan apa yang terbaik bagi bangsanya bukan golongan atau partainya. Ia juga menyukai tenis, bukan golf. Meski golf adalah olahraga yang biasa disukai orang kaya. Gaya hidupnya juga sederhana. Pakai sepatu hingga 3 tahun. Walau CEO, pakai pakaian pegawai biasa. Itu supaya ia bisa turun tangan di pabrik tanpa takut kotor. Semua pegawai pakaiannya sama. Jam 6 masuk kantor, jam 7 olahraga dan makan bersama. Semua harus bangun pagi meski malamnya lembur atau mabuk. Mobil Hyundai nomor 4 terbaik di dunia. Murah dan bagus. Orang Seoul senang saat Myung-bak menjadi presiden Korea”.

Di kesempatan lain, Rose Lee menyinggung mantan presiden Korsel lain, Park Jeong-hee (박정희) yang katanya “berkuasa hingga belasan tahun (1963-1979) tetapi tidak pernah ada isu korupsi”. Entah benar atau tidak Presiden Park korup atau bersih, tapi kata-kata “tidak ada isu korupsi” begitu ia tekankan, dan ia bangga. Rose Lee mengucapkan itu dengan bangga. Ia seperti membisikkan teguran halus dengan kata-kata itu, “Presiden Park kami lain dengan Soeharto kamu itu“.

President Park.PNG
Park jeong-hee

Rose Lee mungkin kurang mau menceritakan bagaimana akhir hidup Presiden Roh Moo-hyun (노무현) yang melakukan bunuh diri 23 Mei 2009 karena tuduhan penyuapan. Roh Moo-hyun dikabarkan harus menanggung malu dan rasa bersalah yang demikian berat akibat tuduhan itu sebab penyelidikan juga ikut mengarah ke orang-orang terdekatnya: kakak kandungnya, istrinya, dan yang terpenting para pendukungnya di seluruh Korsel. Wajar saja. Roh mencanangkan tekad untuk membersihkan pemerintahan dari korupsi sebagai janji di masa kampanyenya, dan saat itu justru ia malah menjadi tersangka kasus penyuapan dan korupsi. Sangat berat memang. Meski ia masih hidup pun sudah tidak bisa menegakkan kepala lagi.

Pikiran kembali melayang setelah Rose Lee meletakkan mikrofon dan mengucapkan “gamsahamnida” (terima kasih). Bisakah kita menceritakan kisah  para pemimpin kita saat ini dengan antusiasme dan kebanggaan yang lebih tinggi dari yang Rose Lee miliki terhadap Lee Myung-bak dan Park Jeong-hee? Only time will tell.

OhMyNews.com: Jurnalisme Warga a la Korea

Image

Korsel adalah satu negara di dunia yang memiliki jaringan pita lebar yang paling mengesankan di seluruh dunia. Internet telah menyentuh semua aspek kehidupan dan dengan cepat dan radikal mengubah tatanan dan perilaku masyarakatnya.

Tak terkecuali dalam bidang media baru. Sebuah situs berita muncul di Korsel dengan mengedepankan konsep yang beberapa tahun lalu mungkin masih terdengar asing: citizen journalism. Ohmynews.com, begitu nama situs ini, adalah sebuah situs yang memungkinkan semua orang yang membaca untuk berpartisipasi dalam penciptaan konten berita yang disajikan. Dan yang patut dihargai adalah bagaimana
Ohmynews.com sanggup menyita perhatian pemerintahan yang berkuasa berkat
strateginya yang ampuh dalam memengaruhi masyarakat Korsel.

Mungkin ruangan redaksi Ohmynews terlihat sama dengan kantor berita lainnya tempat sekelompok reporter bergegas untuk memenuhi tenggat waktu untuk menulis laporan, serta sekelompok editor yang bekerja keras memperbaiki draft dari para
reporter. Namun yang berbeda dari situs berita online lainnya, Ohmynews memiliki reporter di luar kantornya yang dipenuhi editor dan wartawan profesional. Continue reading “OhMyNews.com: Jurnalisme Warga a la Korea”

Trik Hadapi Atasan yang Kurang Kompeten

English: The RedBalloon office - an example of...
Image via Wikipedia

Setiap orang mengeluhkan bagaimana beratnya memiliki seorang atasan di tempat kerja mereka dengan berbagai alasan dari waktu ke waktu. Namun menghadapi seorang atasan yang kurang kompeten merupakan sebuah sumber stres dan kelelahan bagi para pegawai. Jika Anda adalah salah satu pegawai yang mengalami hal ini, jangan ragu untuk menerapkan 3 kiat cerdas hadapi atasan yang kurang memenuhi harapan Anda ini.

Miliki empati

Tahanlah diri Anda dari godaan untuk menjelek-jelekkan dna cobalah untuk melihat segala hal dari sudut pandang atasan Anda tersebut. Mungkin ia berada dalam tekanan dari atasannya pula. Atau mungkin ia masih belajar mengenai ketrampilan dalam pekerjaannya sekarang ini.

Ciptakan batasan

Jangan biarkan keadaan menjadi semakin memperburuk semangat kerja dan hidup Anda. Tetapkan sebuah batas psikologis sehingga kekurangan atasan Anda ini tidak berdampak negatif pada kesehatan atau keseimbangan jiwa raga Anda sebagai manusia.

Pindah kerja

Saat semua kemungkinan sudah dicoba dan dilakukan, pertimbangkan untuk mencari tempat kerja dan atasan kerja yang lebih kompeten dalam bidang mereka. Jangan berpangku tangan dan menahan penderitaan itu begitu saja. (Diadaptasi dari “Dealing with Your Incompetent Boss” oleh Amy Gallo/ AP)

%d bloggers like this: