Menjaga Kesehatan Mental dengan Beryoga

Perkembangan teknologi seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, ia membawa banyak manfaat. Dan di sisi lain, ia membuka celah masalah baru. Salah satu masalah yang paling menonjol dalam  kehidupan manusia yang diakibatkan paparan dengan teknologi ialah kesehatan mental yang tak lagi seimbang. “Begitu banyak orang depresi sekarang. Itu karena kita terlalu banyak terfokus pada hal-hal di luar diri kita, termasuk di dalamnya adalah TV, smartphone, dan lain-lain,” kata Rustika Thamrin pagi tadi (14/10/2012) di sesi berbagi Yoga Gembira, Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Topik ini berkaitan erat dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia 10 Oktober 2012 yang baru saja berlalu minggu ini.

Menurut Rustika yang pakar psikologi itu, tak heran kita menjadi melupakan eksistensi atau keberadaan diri kita sebenarnya. Self-awareness atau kesadaran diri menurun. Sebagai konsekuensinya, orang makin sibuk untuk mengisi kekosongan dalam jiwa mereka dengan memburu ‘kebahagiaan’ di luar diri mereka. Sayangnya kebahagiaan eksternal itu tidaklah sejati. Semu dan temporer belaka.

Yoga dapat menjadi satu solusi bagi manusia modern yang telah kehilangan jati diri dan keseimbangan hidup dengan mengajak kembali melihat ke dalam diri. Yoga memberikan jalan bagi kita untuk melihat ke tubuh kita sendiri dan mengamati emosi-emosi yang muncul dan untuk kemudian membiarkan semua itu pergi karena kita tidak perlu menganalisisnya atau menghakiminya, ujar Yudhi Widdyantoro, pendiri Social Yoga Club atau Yoga Gembira. Menelisik kembali ke dalam diri juga menjadi bagian penting dalam mindfulness therapy yang kata Rustika selaras dengan prinsip yoga.

Satu pembahasan yang menarik oleh Rustika ialah ciri utama orang yang bermental sehat yang bisa kita gunakan untuk mengukur kesehatan mental kita masing-masing. Orang yang bermental sehat umumnya memiliki kemampuan untuk menertawakan dirinya sendiri. Mereka yang defensif (yang kurang sehat mentalnya), kurang mampu menertawakan diri sendiri tetapi justru melimpahkan ketidakberesan atau masalah dalam dirinya pada orang lain.

Kita juga diajak untuk tersenyum lebih banyak demi meningkatkan kesehatan mental. Mengapa harus tersenyum? Saat seseorang tersenyum kemungkinan besar ia merasa senang, terang Rustika. Dan saat seseorang merasa gembira tanpa ada tekanan, limbic system dalam tubuh akan terbuka dan saat itulah,informasi akan masuk dan terolah dengan lebih baik. “Pada gilirannya daya ingat jangka panjang kita akan membaik pula. Ini akan mencegah kita lebih mudah lupa dalam kegiatan sehari-hari akibat kebiasaan multi-tasking,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rustika juga menambahkan perlunya biodansa (dansa kehidupan) yang bisa menghubungkan diri kita dengan mereka yang ada di sekitar kita. Digabungkan dengan yoga yang menekankan pengenalan diri sendiri, biodansa menjadi langkah penyempurna berikutnya untuk mengenal dan terhubung dengan lingkungan sosial. Keduanya memungkinkan kita menjaga keseimbangan dan kesehatan mental baik dari sisi internal dan eksternal.

Perayaan Ultah ke 2 Yoga Gembira (Social Yoga Club) + Tips Makan Sehat dari Wied Harry

Halo Yogemers (sebutan untuk mereka yang suka beryoga sambil bergembira di Taman Suropati)!
Tak terasa sudah 2 tahun sejak Yudhi Widyantoro cs pertama kali menggagas klub yoga bertema sosial kita “Yoga Gembira” atau “Social Yoga Club”. Pertama kali Yoga Gembira alias Yogem diadakan di Museum Kebangkitan Nasional atau Gedung STOVIA Jakarta dan kemudian berpindah-pindah ke sejumlah tempat, sebelum akhirnya berlabuh di Taman Suropati seperti sekarang.
Sore hari kemarin (28/7/2012) menjadi momen tak terlupakan bagi semua pegiat yoga di YOGEM karena menandai peringatan hari lahir YOGEM kedua. Dan di dalam momen istimewa yang bertepatan dengan hari ketujuh bulan Ramadhan tahun ini, semua yang hadir seperti biasa latihan yoga bersama dan demo memasak hidangan berbuka puasa yang sehat oleh Pak Wied Harry, pakar makanan sehat nan kreatif, kemudian ditutup dengan buka bersama di Taman Suropati yang sangat hangat dan penuh keakraban.
Sebelum memberikan demo masak sehat hidangan dan minuman berbuka puasa, Wied Harry memberikan sekilas tips untuk memilih hidangan yang sehat bagi tubuh dan kiat makan sehat secara umum yang bisa diterapkan di luar bulan Ramadhan. Berikut ringkasan dan petikan dari paparan beliau:
1. Singkirkan makanan kemasan dan buatan dari lemari makanan kita: Semua bahan makanan dengan kemasan di dalam lemari makanan dapur kita perlu dikurangi karena berpotensi merugikan kesehatan jika dikonsumsi terus menerus dalam jangka panjang. Dan alangkah baiknya jika beralih ke bahan-bahan makanan segar.
2. Bahan makanan terbaik ialah yang ada di dekat kita: Lebih dekat bahan makanan itu dengan kita, lebih baik! Karena kesegarannya akan lebih terjamin. Di samping itu, kita juga akan memberdayakan petani dan perekonomian lokal. Terkait dengan isu pemanasan global, memilih bahan makanan yang ada di dekat tempat tinggal kita menekan emisi karbon yang dikeluarkan dari proses pengangkutan. Bahkan hal ini juga disinggung oleh Nabi Muhammad SAW, bahwa makanan terbaik adalah yang diangkut maksimal 1 malam perjalanan dengan menggunakan unta. Jadi dibayangkan radius/ cakupan asal makanan kita semestinya mendahulukan produk dalam negeri. Terlebih lagi negeri kita ini begitu kaya! Wied Harry juga menyebutkan bahwa bahan pangan misalnya buah impor harus menempuh perjalanan yang lebih panjang dari komoditas lokal sehingga keharusan untuk menjalani proses pengawetan akan lebih tinggi. Ini agar saat sampai di tangan konsumen, komoditas impor itu bisa terlihat tetap segar, padahal tidak demikian.
3. Memasak makanan sendiri: Kunci pola hidup sehat lain yang sering terlupakan ialah pengolahan yang dilakukan oleh orang yang menyantapnya sendiri. Mengolah makanan sendiri lebih menyehatkan, seperti yang dilakukan oleh para biarawan Tao. Mereka menanam, memasak dan mengolah bahan makanan sendiri tanpa mengandalkan pihak luar. Alhasil, kesehatan para biarawan itu lebih terjamin.Tidak semua orang dengan kesibukan tinggi bisa melakukan ini setiap hari tetapi setidaknya luangkan waktu mengolah makanan kita sendiri di rumah. Selain lebih hemat, juga mengeratkan hubungan dengan orang-orang terkasih setelah sekian lama sibuk di luar rumah.
4. Makanan sehat untuk berbuka puasa bukan yang sarat karbohidrat, tinggi gula, bersantan, apalagi berlemak: Saat maghrib tiba, disarankan untuk memakan buah, air putih dan makanan alami lainnya yang bersuhu ruangan yang mendekati suhu badan kita (37-38 derajat Celcius). Makanan dan minuman yang terlalu dingin dan panas kurang baik bagi tubuh. Oleh karenanya, berbuka puasa dengan gorengan, nasi, daging, kolak manis bersantan pekat (dari kelapa tua yang dipanaskan hingga keluar minyaknya), es sirup yang manis sekali, teh hangat manis kurang disarankan jika ingin lebih sehat. Untuk yang suka berbuka dengan teh hangat manis yang pekat/ kental, patut waspada dengan kandungan tanin dalam teh karena itu bisa memicu penyakit maag menjadi lebih buruk, apalagi jika diminum dalam keadaan lambung kosong sama sekali setelah seharian berpuasa. Buah-buahan manis yang matang pohon lebih disarankan karena kandungan gula alaminya lebih ‘jinak’ dari gula di bahan makanan lannya seperti sirup, gula pasir yang bisa membuat kadar gula darah melonjak cepat. Namun, perlu juga mempertimbangkan jumlah konsumsi buah, jangan terlalu banyak. Intinya secukupnya saja. Karena makan buah dengan kadar gula alami dalam jumlah di luar batas juga akan menaikkan gula darah secara signifikan.  Yang patut diperhatikan juga bagi mereka yang menderita diabetes ialah menghindari makan terlalu banyak buah yang manis karena sudah terlalu matang karena kadar gulanya lebih tinggi dari buah yang belum terlalu matang. Wied Harry menyarankan untuk mengunyah lebih banyak buah-buahan dan makanan lainnya saat saur dan berbuka agar kadar gula darah tidak melonjak terlalu cepat dalam waktu singkat.
5. Memperbanyak asupan buah dan sayur segar saat berbuka dan sahur: Banyak orang yang beralasan bahwa mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayur segar saat berpuasa justru membuat tubuh lemas di siang dan sore hari. Wied Harry berpendapat sebaliknya. Menurutnya, saat kita minum air putih tubuh memang akan terhidrasi dengan lebih baik, tetapi dengan makan buah dan sayur yang berair, cairan dalam buah dan sayur itu akan lebih bertahan lama dalam tubuh lebih baik dari air biasa, karena ia mampu masuk dan bertahan lebih lama dalam sel-sel tubuh. Konsekuensinya, tubuh memang masih akan merasa lapar dan haus saat puasa tetapi akan merasa jauh lebih segar dan bertenaga karena kandungan air dalam sel-sel tubuh kita yang berasal dari sayur dan buah masih relatif tinggi. Sehingga bagi yang suka mengantuk saat berpuasa, bisa diteliti kembali makanan apa yang dikonsumsi saat sahur. Bahan makanan sarat karbohidrat dan lemak serta protein tinggi memang membuat perut kenyang lebih lama, tetapi kondisi badan akan lebih berat dan lebih mudah mengantuk sehingga beraktivitas pun terasa lebih berat.  Ini karena tubuh memerlukan lebih banyak waktu dan energi untuk memproses bahan makanan itu. Energi terpusat untuk mencerna makanan berat ini sehingga kita menjadi lebih lemas. Sementara mereka yang mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayur segar akan tetap atau bahkan lebih produktif dari mereka yang lebih banyak makan makanan berat karena buah dan sayur lebih mudah dicerna tubuh. Energi untuk mencerna buah dan sayur lebih rendah dari energi untuk mencerna daging atau nasi goreng dengan minyak goreng. Ia mencontohkan, bayi yang diberikan susu akan lebih banyak diam karena lebih lama kenyang sementara bayi yang diberikan jus alami akan lebih cepat lapar.
Wied Harry juga memberikan sejumlah trik membuat makanan dan minuman berbuka yang lebih sehat untuk tubuh tanpa harus sepenuhnya mengorbankan rasa. Begitu beduk maghrib bertalu, kita bisa menyantap kurma asli (pastikan bukan manisan kurma, yang dicelupkan ke gula supaya lebih manis dan warna coklatnya lebih gelap). Daripada es sirup atau teh manis hangat, kita bisa beralih ke air kelapa muda yang lebih menyegarkan karena mengandung elektrolit alami sehingga tubuh segar lebih cepat. Apalagi asam lemak laurat di air kelapa muda baik untuk otak kita. Bagi yang menyukai rasa manis, bisa mencoba mengganti gula pasir atau pemanis buatan seperti sirup dan minuman ringan dengan bahan  pemanis alami seperti buah kurma dan kismis serta buah-buahan yang dikeringkan lainnya. Penyuka hidangan kolak bisa berhenti menggunakan gula pasir dan berganti menggunakan gula merah dengan porsi ala kadarnya, yang tidak berlebihan. Untuk cincau, Wied menyarankan menghindari cincau yang terlalu kenyal karena berpeluang dicampur bahan aditif yang merugikan kesehatan. Satu trik yang diberikan Wied untuk membuat kolak yang lebih sehat ialah dengan menggunakan air kelapa sebagai bahan dasarnya, bukan air sirup yang manis seperti yang kita banyak jumpai. Penggunaan santan yang dididihkan juga dihindari karena tinggi lemak jahat.
Untuk memantapkan rasa, Wied memberikan alternatif yang lebih sehat daripada menambahkan MSG pada makanan dan minuman kita. Caranya adalah dengan membubuhkan bawang putih dan merah goreng . Itu adalah bahan alami pengganti penyedap masakan. Rasanya tetap gurih, tetapi lebih sehat untuk badan. MSG bayak dikira orang hanya dibubuhkan dalam makanan tetapi minuman juga ternyata banyak yang dibubuhi MSG, terutama yang mengandung santan karena akan membuatnya terasa lebih gurih dan membuat orang terus ingin minum lebih banyak. Untuk minuman, Wied menggunakan biji-biji wijen alami daripada MSG agar rasanya tetap mantap. Wijen juga menjadi sumber lemak alami yang baik.
Satu lagi makanan sehat yang bisa mudah dibuat untuk santapan selama puasa ialah nasi campur. Di sini yang dimaksud bukan nasi yang dicampur daging (meski boleh saja dicampur daging apapun) tetapi nasi yang dimasak di rice cooker bersama dengan potongan buncis, sayur mayur lain seperti wortel, dan jenis polong-polongan (misalnya  kacang hijau, kacang merah, dan sebagainya). Semuanya membuat perut lebih kenyang dengan menambahkan serat lebih banyak dalam makanan kita. Dengan begitu, mencegah konstipasi atau sembelit juga selama berpuasa.
Ditekankan pula oleh Wied Harry bahwa makanan segar dan sehat biasanya lebih mudah basi. Bisa dimengerti karena jika dibandingkan dengan bahan makanan produksi pabrik berpengawet buatan yang biasanya sanggup bertahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, bahan makanan segar cuma bertahan paling maksimal dalam hitungan beberapa hari.
Akhirnya acara pun ditutup dengan berbuka bersama dan tentunya, berfoto bersama!  Yudhi sebagai pendiri YOGEM turut meminta dukungan dan doa agar terwujud program Teacher Training yang berafiliasi dengan Yoga Alliance sehingga kelak lulusan memiliki sertifikasi yang layak untuk mengajar yoga.
Terima kasih untuk Tuhan YME dan semua pihak yang telah memungkinkan YOGEM terus berkembang hingga sekarang, teman-teman yang rajin mengikuti latihan dan meramaikan ruang publik yang makin langka dan mahal di ibukota. Semoga YOGEM akan terus berkembang lebih baik di masa depan! Namaste!

10 Alasan Dukung Pangan Lokal Indonesia (1)


Dalam acara Festival Desa di Bumi Perkemahan Ragunan yang saya hadiri bersama dengan teman-teman Social Yoga Club hari Minggu kemarin (25/3),sekali lagi saya temukan banyak alasan mengapa penduduk kota harus lebih berterima kasih pada saudara setanah air mereka di perdesaan. Tanpa kesediaan mereka yang di desa-desa untuk bercocok tanam, mana mungkin kita yang berada di kota bisa makan hingga kenyang? Jadi saya pikir sungguh tidak pada tempatnya untuk meremehkan peran mereka yang bertani di perdesaan. Petani seperti profesi lain juga memiliki kedudukan dan perannya sendiri dalam kehidupan bangsa. Dan mengutip ucapan Bung Karno, urusan pangan adalah urusan hidup mati suatu bangsa.

Dengan begitu banyaknya impor pangan yang dilakukan pemerintah sekarang, jelas kita menyadari ada sesuatu yang salah dan harus diperbaiki dalam tatanan kehidupan kita. Ada apa dengan Indonesia? Bukankah kita begitu kaya? Iklim kita cuma mengenal 2 musim sehingga kita bisa panen sepanjang tahun. Lautan kita juga luas sehingga kita tak perlu impor garam. Umbi-umbian juga banyak sehingga kita tak perlu makan gandum luar negeri atau beras Vietnam dan Thailand melulu.

Sekali lagi, hampir mustahil untuk mengubah pola kebijakan pemerintah yang sepragmatis sekarang. Saya sebagai bagian dari akar rumput pun sudah apatis sebenarnya dengan pemerintah sekarang.

Namun toh tak ada alasan berputus asa. Mari mulai sadarkan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita mengenai pentingnya memilih bahan pangan setempat dibanding bahan pangan mancanegara.

1. Indonesia kaya rasa, aroma dan nutrisi

Setidaknya ada 77 sumber karbohidrat, 75 sumber lemak, 26 kacang-kacangan; 389 buah-buahan dan 232 sayuran yang bisa dijadikan pilihan menu sehat kita.

2. Jaga kesehatan, kombinasikan karbohidrat, jangan cuma beras

Konsumsi beras (terutama beras putih) dan gula yang tinggi di masyarakat Indonesia membuat angka penderita diabetes tipe 2 makin meningkat.

3. Makanan lebih segar dan bergizi
Produk impor dipanen dan ditangkap lebih lama. Untuk menjaganya tetap segar, penggunaan bahan kimiawi seperti lilin dan pestisida pun tak bisa dihindari. Ongkos kesehatan jangka pendek dan panjang perlu diperhatikan.

4. Mengurangi jejak emisi karbon
Membeli bahan pangan lokal lebih bijak dalam aspek lingkungan hidup. Energi yang digunakan untuk mengangkut dan menyajikan makanan impor yang sedemikian mahal bisa dialokasikan untuk hal lain yang lebih bermanfaat.

5. Mendukung ekonomi lokal
Belanja pangan lokal tingkatkan penghidupan saudara-saudara kita yang membanting tulang mencari nafkah sebagai produsen pangan.

(Bersambung)

Memahami Demam Yoga di Jakarta

Oleh: Yudhi Widdyantoro *

 

Lima tahun terakhir kegandrungan orang Jakarta untuk beryoga menunjukkan grafik yang meningkat. Kalau mau dirunut, perhatian orang pada yoga sudah mulai terlihat ketika krisis ekonomi nasional pada akhir 90-an yang juga berdampak pada sulitnya mendapatkan pelayanan kesehatan. Sakit menjadi sangat mahal. Orang pun mulai berpaling pada sehat alami, antara lain dengan beryoga.

 

Kondisi ini dipupuk oleh para mahasiswa Indonesia di luar negeri, khususnya AS, yang sudah merasakan manfaat yoga dan “menularkannya” ke tanah air. Banyak pula orang Indonesia yang cukupngeh dan terbuka pada perkembangan gaya hidup mondial, turut menjadi amunisi bagi ledakan yoga di kota-kota besar Indonesia. Belum lagi riuhnya publikasi di media soal para pesohor Hollywood berlatih yoga. Sebut saja Madonna, Cyndy Crowford, Sarah Jessica Parker, Britney Spears, sampai Sting sebagai trendsetter beryoga. Di Indonesia, polanya mirip-mirip. Para pesohor Indonesia, selebriti, dan golongan menengah atas, adalah orang-orang yang sangat peduli pada citra diri atau image. Dengan perjuangan ekstra keras, mereka berusaha untuk mendapatkan tubuh permai dan penampilan yang aduhai, termasuk ramai-ramai berlatih yoga. Dan, demam yoga pun menular.

 

Hingga kini, banyak terdapat yoga center dengan beragam konsep ‘jualan’ pula. Dari asongan sampai hypermarket. Ada yang menjual hanya satu ‘dagangan’ saja (yaitu yoga), ada yang bermacam-macam ‘komoditi’, yaitu memfasilitasi beragam aliran atau style yoga. Ada juga yang mengkhususkan mengajar satu style dengan ketat memegang tradisi, lebih mirip seperti agen tunggal pemegang merek (ATPM). Di tempat lain lagi, yoga bisa menjadi sangat compact, dimodifikasi dengan olah fisik lain dengan iringan musik yang dinamis.

 

Yoga yang menentramkan

 

Menarik juga mengamati setiap center menjalankan kegiatannya. Tapi, karena ada juga persaingan yang cenderung mengarah menjadi urusan pribadi, penulis sebagai pecinta dan praktisi yoga, menyayangkan hal ini.

Mungkin juga karena secara kelembagaan belum ada aliansi atau asosiasi yang mewadahi yoga dari berbagai tradisi atau style di Jakarta, seperti yang dilakukan di negara maju. Gairah orang Amerika untuk beryoga memang telah melampaui kebutuhan exercise atau kesehatan fisik. Yoga sudah menjadi gaya hidup. Asosiasi yoga dari berbagai tradisi: Iyengar, Ashtanga, dan sebagainya dibentuk di hampir setiap negara bagian. Ada pula International Yoga Alliance (IYA). Mereka membuat standar sampai kurikulum penyelenggaraan teacher training. Harus diakui, bahwa dalam membuat sistematika, mengemas dan kemudian ‘memasarkannya’, orang Amerika sangat piawai.

 

Memang, pendidikan yoga berhubungan erat dengan pengembangan kepribadian manusia dan menyangkut unsur spiritualitas. Karenanya tidak dapat disamakan dengan produk massal mesin pabrikan. Menilik fakta bahwa profesi pengajar yoga sudah menjadi semacam karier, mungkin perlu juga dipikirkan penjenjangan kepengajaran di sini.

Dan, karena menyangkut wilayah bisnis, perlu ada semacam komisi pengawas persaingan usaha, agar tidak saling sengketa. Pada titik ini, yoga tampaknya perlu dibuat sekuler. Perlu juga mendemistifikasi kehebatan guru, karena sehebat-hebatnya guru dia juga manusia. Bagi penulis, secara pribadi, mungkin diperlukan sikap yang humble, kerendahan hati. Apalagi selama ini merasa, materi yang diajarkan ke kelas hanyalah hasil daur ulang atau mengcopy dari guru-guru yang lebih senior. Jadi persis seperti mengikuti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk, atau seperti dikatakan BKS. Iyengar (Light on Yoga, 1966): “Gentleness of mind is an attribute of a yogi”, karena “power without humility breeds arrogance and tyranny.”

 

 

* Pengecer jasa Yoga

PUBLIC INVITATION: HADIRI SHARING BERSAMA YOGA GEMBIRA DAN KOMUNITAS GENTLE BIRTH

Achtung!

Dalam rangka menyambut hari ibu dan merayakan kemenangan Ibu Robin sebagai CNN Hero 2011, komunitas Social Yoga Club bersama Gentle Birth Untuk Semua menggelar gathering pada:

Minggu, 18 Desember 2011
Pukul 07.00-12.00 WIB
di Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta

Acara:

07.00-09.00: yoga bersama, dipandu Yudhi Widdyantoro (yogamaster, Social Yoga Club)

09.00-selesai: kupas tuntas ttg Gentle Birth ( pengertian, mengapa gentle birth, persiapan, tips-trik dan sharing info dari praktisi) bersama Reza Gunawan, Dewi Lestari, dan Dyah Pratitasari (GBUS)

Puncak acara pengumpulan donasi dan penyerahan dana untuk Bumi Sehat

*) Ibu Robin Lim sedang dlm konfirmasi utk hadir

Mohon membawa alas untuk yoga, makanan dan minuman, serta pakaian yg nyaman.

Ayo serbuuuuuu!!!! Sampai ketemu di sana ya… 😉

Mau Yoga Gratis di Central Park 9 Oktober Nanti? Daftar Sini!!!

Central park, tempat yoga tanggal 9 Oktober 2011.
Berikut pengumuman dari mas Yudhi pagi ini :
Sedulur-sedulur Yoga yang Bergembira,
Komunitas Majelis Yoga Gembira Taman Suropatiyah dapet undangan untuk menghadiri “Yoga In The Park” di Taman Central Park pada Minggu, 9 Okt pkl 7 – 9 pagi. Kata penyelenggara, acara itu terinspirasi oleh kegiatan Yoga Gembira di Taman Suropati. Atas inspirasi itu mereka mengharapkan kehadiran temen2 sebagai “tamu kehormatan” :). Peserta tidak perlu membawa matras, karena panitia akan memberi matras yoga beneran secara cuma-cuma. Karena itu, pergunakanlah kesempatan berlatih yoga bersama di ruang terbuka ini. Sebagai upaya untuk mengisi ruang terbuka hijau.
Bagi teman-teman yang ingin ikut diharapkan mendaftar ke sdr Akhlis Purnomo terlebih dahulu untuk pendaftar 40 orang pertama untuk memudahkan kesiapan panitia menyediakan matras. Mau ya Khlis (bisa juga kemudian diumumkan di twitter @SocialYogaClub ya) Setelah 40 orang, harap mendaftar langsung ke Koko Yoga dengan mencantumkan Nama dan nomer telp yang bisa dihubungi.
Mari kita beryoga sambil menambah banyak teman.
Salam,
Social Yoga Club
Yudhi
Pembantu Umum
Berikut konfirmasi dari Koko Yoga sebagai penyelenggara:
Mohon konfirmasinya sekali lagi teman2 ,jadi saya hanya memberikan 40 matras (travel mat yg tipis) gratis untuk 40 pendaftar pertama (selebihnya harap bawa sendiri yah bagi yg punya, panitia Celebrity Fitness menyediakan 200 matras untuk dipinjamkan di tempat).Terima kasih mas Yudhi atas kesediaannya.
Dengan demikian yoga di Taman Suropati pukul 7 pagi tanggal 9 Oktober akan berpindah ke Central Park, dan sore harinya akan ada Meditasi Bulan Purnama di Jalan Bangka nomor 20
p.s. : Silakan daftar ke saya (Akhlis selaku admin yogagembira.net) dengan kirimkan SMS berisi NAMA LENGKAP dan kesediaan untuk ikut serta ke 085641960955
Untuk  info lebih lanjut silakan kirim email ke yogagembira@gmail.com, atau twitter di @socialyogaclub.com.
DAFTAR PESERTA (akan terus diupdate):
1. Teani Thea
2. Chika
3. Elly
4. Joffa Ochi farra
5. Anggraini Devi
6. Amel
7. Angel
8. Akhlis
9. Lucy Irawan
10. Ay Pieta
11. Mira
12. Intan Kusnadi
13. Muktita suhartono 
14. Yuliana sinaga 
15. Bintang
16. Yuli (ini maksudnya bu yuli atau siapa ya?)
%d bloggers like this: