Sirnanya Kerindangan Sunda Kelapa

‎Mendekati arah Masjid Sunda Kelapa di Menteng, mata saya yang biasa disambut teduhnya pepohonan kini silau diterpa sinar matahari. Makin dekat ke sana, makin jelas bahwa pohon terbesar di sana telah tumbang. Peristiwa tumbang itu sungguh terjadi sekonyong-konyong. Di luar dugaan. Karena itu, sejumlah pedagang langganan saya terkena dampaknya. Saya cari ibu penjual jus buah…

Dari Yogfest 2014

Saat saya bertemu dengan Yudhi Widdyantoro di suatu pagi di Taman Suropati pada bulan Desember 2010 yang basah itu, saya masih dilanda flu berat. Alhasil, saat saya diajari teknik pernapasan kapalabhati sambil duduk di taman dan dilihat beberapa anak kecil yang sangat ingin tahu, ingus itu keluar semua. Memalukan memang, tetapi bermula dari situ, saya…

Suatu Pagi di Cikini tentang Jakarta yang Lupa Jati Diri

Saya selalu menemukan keasyikan tersendiri saat mengamati hal-hal dari masa lalu. Misalnya dalam menikmati karya sastra, saya pernah begitu terkesima dengan karya Remy Silado “Cha Bau Khan”. Novelnya berlatar belakang Jakarta dan Semarang di era awal abad ke-20 saat masa kolonial Belanda.  Novel setebal ratusan halaman itu habis saya baca dalam 1-2 hari saja karena…

Suara (= Jeritan) dari Ruang Publik

Dalam diskusi “Suara dari Ruang Publik” yang digelar di Taman Langsat Jakarta beberapa waktu lalu, didiskusikan bagaimana Jakarta sedang berjuang memperluas ruang umum terbuka hijaunya. Saya sendiri yang bukan penduduk Jakarta tetapi merasa memiliki Jakarta (Karena sudah tinggal di sini selama hampir 3 tahun) merasa sumpek karena memang di sini tidak banyak yang bisa dilakukan untuk…

“Yoga Peduli untuk Bumi Sehat”: Mari Kembali pada Mekanisme Alam

Siang ini jika Anda sempat melintas di Epicentrum Walk, kawasan Rasuna Epicentrum, Kuningan Jakarta Selatan, Anda disambut dengan sekelompok orang yang asyik beryoga. Tak hanya itu, sejumlah ibu hamil juga terlihat bersama pasangan mereka ikut beryoga bersama di udara pagi yang masih segar.   Acara “Yoga Peduli untuk Bumi Sehat” ini digagas oleh komunitas Social…

Belajar Pluralisme bersama Prof. Musdah Mulia

Banyak orang tak paham pluralisme. Pluralisme seolah menjadi kata kotor karena Majelis Ulama Indonesia pada 2005 mengharamkan pluralisme. Kesalahpahaman ini berujung dari definisi pluralisme yang dirumuskan oleh Majelis Ulama Indonesia yang menyamakannya dengan relativisme (semua agama dianggap benar), sinkretisme (pencampuradukan agama), dan sebagainya. Padahal pluralisme itu bukan seperti yang didefinisikan oleh MUI. Apa itu pluralisme?…

Undangan Beryoga 25 September 2011

Social Yoga Club A Club for Young at Heart Independen – Terbuka – Toleran – Kultural (www.socialyogaclub.com) M e n g a d a k a n Silaturahmi Yoga Gembira Selagi masih ada Lebaran, lebarkan hati dan pikiran kita sambil peduli pada kesehatan. Kesehatan adalah hak setiap warga negara, karenanya menjaga dan merawat kesehatan lahir…