Wikipedia Jadi Sumber Informasi Medis Utama bagi Pasien dan Dokter AS

Berlalu sudah masa-masa saat Wikipedia dianggap hanya seonggok kumpulan artikel konyol dan tidak pantas dikutip untuk urusan ‘serius’. Meski memang sebagian informasi di dalamnya masih membutuhkan upaya penambahan, penyuntingan yang intensif, Wikipedia sudah diakui menjadi sumber informasi pertama dan utama dalam bidang medis bagi para pasien Amerika Serikat dan pekerja profesional dalam bidang perawatan kesehatan, demikian dikutip dari pernyataan perusahaan IMS Health, sebuah perusahaan layanan informasi.

Sebuah laporan yang disusun IMS Health mencermati kondisi terkini perilaku konsumen di jejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan YouTube.

Para peneliti mengembangkan sebuah indeks yang disebut “IMS Health Social Media Engagement Index” yang menilai dan mengukur jangkauan berdasarkan jumlah keseluruhan orang yang terjangkau oleh sebuah pesan melalui ‘suka’, ‘berbagi’ atau retweet; relevansi, tingkat manfaat konten dan banyaknya konten itu dibagikan ke semua jejaring sosial; dan hubungan, tingkat interaksi langsung di konten bertema spesifik.

Ke 100 laman teratas Wikipedia dalam bahasa Inggris yang membahas topik-topik perawatan kesehatan telah diakses rata-rata 1,9 juta kali selama tahun 2013. Penyakit-penyakit langka, yang sering sukar ditemukan informasinya dan lebih susah dipahami oleh pasien dan dokter, menunjukkan frekuensi kunjungan yang lebih tinggi, demikian laporan itu menunjukkan.

Dalam sebuah penilaian terhadap 50 artikel Wikipedia yang bertema khusus penyakit yang populer, institut itu menemukan korelasi kuat antara frekuensi akses laman tersebut dan penggunaan obat-obatan. Konten yang digunakan atau yang diperbarui dalam laman-laman Wikipedia bertema kesehatan itu terus disempurnakan, suatu hal yang seringkali diabaikan oleh kelompok-kelompok kerja formal maupun informal.

Sayangnya, penggunaan jejaring sosial relatif lebih rendah dalam kalangan lansia yang justru paling membutuhkan layanan kesehatan yang lebih baik dan intensif. Usia merupakan salah satu faktor pembeda dalam penggunaan situs-situs jejaring sosial, laporan tersebut menyatakan.

Segmen usia yang lebih muda cenderung melakukan penyelidikan online sebelum memulai terapi kesehatan tetapi para pasien berusia 50 tahun ke atas cenderung memulai perawatan sebelum mencari informasi secara online, demikian hasil laporan itu menunjukkan.

Melihat kenyataan ini, saya teringat dengan para mahasiswa kedokteran di University of California di San Fransisco, yang sudah berkontribusi ke Wikipedia, yang kemudian dimasukkan dalam Grade Point Average (=IPK) mereka. Bukankah lebih baik menyuruh mahasiswa membuat tugas yang berguna untuk kebaikan sebanyak mungkin orang? Andai saja dosen-dosen kita yang mata kuliahnya memungkinkan untuk dimuati dengan pembuatan artikel-artikel di Wikipedia yang relevan dengan bidang atau disiplin ilmu yang mereka, pastinya penyebaran ilmu pengetahuan kita dalam bahasa Indonesia akan lebih baik.

Leave a comment

Filed under writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s