Monthly Archives: August 2014

7 Hari Tanpa Shampoo

Tanpa shampoo selama seminggu bukan artinya rambut saya berbau tak sedap, atau berketombe, atau kusam. Justru malah terasa lebih seimbang – tidak terlalu kering atau berminyak. Itu yang saya rasakan selama sepekan bereksperimen. Semuanya berawal saat saya kemarin iseng membaca … Continue reading

Posted in health | Tagged , , , | 7 Comments

Menulis Itu Harus Egois

‎Menulis untuk orang lain itu susah, dan memang tidak seharusnya begitu. Apalagi kalau masih dalam tahap belajar. Makin terfokus pada pembaca, penulis biasanya makin stres. Dan meski stres itu bagus untuk memacu konsentrasi dan kinerja, jika berlebihan tentu dampaknya pada … Continue reading

Posted in writing | Tagged , , , , , , , | 2 Comments

Menggugat Definisi Ibukota

‎Hidup di Jakarta tidak sekejam yang banyak orang bayangkan. Malah pada dasarnya mengasyikkan. Asal Anda memilih gaya hidup yang masuk akal, lingkaran sosial yang tepat, tempat tinggal yang aman, nyaman, bersih dan bekerja sesuai dengan passion disertai kerja keras dan … Continue reading

Posted in miscellaneous | Tagged , | Leave a comment

Keunggulan Wartawati Dibanding Wartawan

Salah satu cara agar mudah mengeruk informasi berharga dari narasumber ialah menghadapi mereka dengan sikap yang menyenangkan, terlepas dari tulus atau tidaknya sikap itu. Namun, bila Anda masih jurnalis baru dan berkelamin laki-laki, lalu Anda harus mencari informasi dari narasumber … Continue reading

Posted in journalism | Tagged , , | Leave a comment

Menyoal Alasan Hatta Rajasa Tak Hadir Lagi Bersama Prabowo

Kara Swisher dari blog teknologi Recode pernah mengkritik bahwa para wartawan sering menulis hal-hal yang membosankan ‎untuk para pembacanya. Namun ironisnya, diskusi dan debat mereka di ruang redaksi (newsroom) yang justru lebih menarik dan tajam malah tidak disajikan pada audiens … Continue reading

Posted in journalism | Tagged , , , , | Leave a comment

Kantor Transisi yang Sunyi hingga Celoteh Wartawati Jilboobs

Alhamdulillah semua kisruh Mahkamah Konstitusi itu berlalu. Sekarang Indonesia ibarat membuka lembaran baru. Season baru, begitu istilahnya kalau kita merujuk ke dunia sinetron atau serial televisi semacam Tersanjung atau Grey’s Anatomy. Kali ini tokoh antagonisnya sudah tenggelam, tetapi mungkin disimpan … Continue reading

Posted in journalism | Tagged , , | Leave a comment

Live Blogging for Dummies

Live blogging could be distraction to some. Take Steve Jobs as an example. He once made all of the journalists in the room covering the launch of the product ‎put their laptops down, and even better, switch them off. Poor … Continue reading

Posted in blogging | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

LinkedIn Buktikan Blogging Tidak Akan Pernah Mati

‎Saya benci judul yang terlalu bombastis, tetapi untuk kali ini saja, saya pikir saya HARUS. Kalau diedit menjadi lebih lunak, judul di atas akan berbunyi:”LinkedIn Buktikan Blogging Masih Perlu”. Seperti itulah. Hari ini saya resmi menulis blog di sini selama … Continue reading

Posted in blogging | Tagged , , | Leave a comment

Overwork or Underwork? You Decide

‎I read the other day an article endorsing the idea of “work harder, fellows!” and days before that, I happened to see someone – a serial entrepreneur – with a suggestion of less work, more productivity in order to achieve … Continue reading

Posted in entrepreneurship | Tagged , , | Leave a comment

Happy Birthday to This Blog!

  If I didn’t have this blog, I might have gone mad, psychologically troubled. It helps a lot when I need to shout but my mouth cannot say a word. It aids me to handle the influx of ideas, which … Continue reading

Posted in blogging | Tagged , | Leave a comment

Korea dalam Realita

Seperti gading, tiada bos yang tak retak… Begitu peribahasa modifikasinya. Pokok bahasan yang satu itu tidak pernah kering sampai akhir zaman nanti, saya yakin. Selalu saja ada yang bisa diperbincangkan, dikritisi, dicela, dicaci, dan jika ada, dipuji, dari seorang bos. … Continue reading

Posted in Korea | Tagged , , , | 1 Comment

Enaknya Tua

‎Salah satu sisi enaknya jadi tua adalah tidak perlu pusing dengan urusan sekolah. Masa bodoh dengan perubahan kurikulum. Lebih enak belajar sendiri. Sekolah menyediakan guru, tetapi guru yang menyenangkan dan membuat kita pintar sekaligus susah juga. ‎Tetapi itu kalau Anda … Continue reading

Posted in miscellaneous | Tagged , | Leave a comment