Camil-camil di Comal Sampai Comel

“Gus, kamu dah sampe mana?”
“Brebes buk.”
“Kok di tipi katanya macet. Bener tho?”
“Njih buk.”
“Dah makan?”
“Kan kemarin bawa bekel nasik.”
“Alhamdulillah… Tapi sekarang di mana?”
“Macet masih di sini kan jembatannya rubuh.”
“Kamu terus ngapain? Busnya ada ACnya nggak? Oh dimatiin ya?”
“Keluar lah. Dari jam 2 malam kejebak macet di sini.”
“Yo wes kamu ati-ati. Eh, kamu cari orang TV One aja di sekitar situ. Tadi liat tipi kayaknya ada repoter TV One yang mau sampein salam dari orang-orang yang kejebak macet. ”
“Ah malukk..!”

——-@@@——-

“Ya Allah, gimana anakku gak sampe-sampe ini?”
“…. Sabar aja.”
“Padahal mandinya terakhir kemarin. Hhh rasanya kayak gimana ituh??”
“Asal masih bisa makan, beol, bisa kencing, gak papa. Di busnya ada toilet kan?”
“Mana ada!!! Bus Pekalongan cuma berenti di pom-pom bensin aja gak ada toiletnya.”
“Oh…”

————–@@@————–

“Waduh gimana iniii?”
“Kenapa lagi?”
“Mau bales SMS si Agus malah ga bisa..”
“Jangan jangan…”
“Bentar.”
“Yakin?”
“Pulsane enthek! Piye iki?”
“Beli di warung depan gih.”
“Tadi tutup orangnya ke gereja! Duh… Mana minta SMS satu aja.”
“Punyaku abis jugak.”
“Lhah…”

Leave a comment

Filed under writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s