Live Blog #HootUpJKT 21 Juni 2014

hootupPagi ini di Rumah Ilmu, Tebet Raya, Jakarta, Andhika Wijaya Kurniawan (@andhikawijaya) berbagi dengan kami mengenai dunia jejaring sosial.

Ada beberapa alasan mengapa kita perlu terjun ke social media:

  • Viral power
  • Komunikasi dua arah antara penjual dan konsumen
  • Promosi produk dan layanan

Ada 3 kunci penting dalam social media management:

  1. listen
  2. engagement
  3. measurement

80% effect comes from 20% cause.

20% of efforts on socmed drives 80% of your ROI.

LISTENING

Untuk membedakan antara “ingin” dan “butuh”? Cobalah lihat dari status hariannya.

Kunci mendengarkan adalah dengan mendengarkan percakapan di social media, menemukan tren terbaru, dan kebutuhan pengguna socmed. Dalam listening harus riset banyak.

Dibandingkan Tweetdeck (bagus untuk monitoring), Hootsuite lebih bagus dalam riset dan scheduling.  Algoritma Tweetdeck disusun per 3 menit. Tweetdeck lebih bagus untuk monitoring real time.

ENGAGEMENT

Respon membuat kehadiran Anda diketahui.

Soft selling is better using your personal account. Mention dengan menggunakan tagar agar teman-temannya tahu.

SPAM? Mention ke tokoh dan teman itu termasuk spam.

Tweet promo di akun jualan lalu meretweet dengan akun pribadi kita. Akun pribadi itu lebih penting dari akun jualan.

Bagaimana cara mendapatkan pengikut? Jangan beli follower. Karena orang Indonesia itu “kepo”, buatlah orang lain selalu ingin tahu. Misalnya Raditya Dika.

Promosi boleh, asal tidak membabi buta alias spamming! Rasio yang ideal adalah 80% tweet pribadi (non-promosi), 20% tweet promosi.

Boleh promosi di komentar Instagram dengan memberikan komentar yang relevan dulu baru mempersilakan untuk mampir ke toko online.

Mau viral? Buat konten kontroversial di laman fanpage (bukan akun pribadi).

Untuk memperkirakan sales dari social media, hitunglah 10% dari jumlah likes. Itulah mengapa banyak akun mengincar 10.000 likes di Facebook.

Agar jumlah likes dan follower Twitter bertambah, pasang di semua blog dan situs.

Cara Merry Riana membesarkan akun, DM semua akun tokoh dan beli follower. Saat Twitter perbarui algoritma, followernya turun.

Apakah ROI dan cara menghitungnya?

Misalnya untuk mempromosikan sebuah event di Twitter, ada 4 tweet, diretweet 40 kali. Biaya dan tenaga yang dihabiskan untuk ngetweet bisakah ditutup dengan pemasukan dari event yang dipromosikan itu. Modal waktu perlu diperhitungkan.

MEASURING

Gunakah analytics di Hootsuite. Bisa digunakan meski gratis.

 

Coba bereksperimen dengan tagar (hashtag)  secara kreatif untuk menarik respon dan diskusi di antara pengikut.

Terapkan etika komunikasi di jejaring sosial. Mention balas dengan mention, DM dengan DM, dan sebagainya.

 

Buffer hanya bisa RSS dan mention, kurang efektif .

Facebook lebih tertutup sementara Google Plus lebih terbuka sehingga bisa di-crawl oleh mesin pencari Google.

Inbound marketing membuat orang tertarik dengan produk sebelum membelinya, tanpa merasa terpaksa. Dan yang terpenting adalah adanya interaksi yang terbangun antara penjual dan konsumen.

 

Ingin bangun personal branding?  Gunakan dan optimalkan Google Plus dan Twitter.

 

Leave a comment

Filed under social media

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s