Pewarta Tanpa Kantung Mata

‎Pewarta tanpa kantung mata
Musykil itu namanya
Meski pakai kacamata
Tak jua membantu apa-apa

“Istirahatkan saja”
Saran dia yang memeriksa netra
Di sebuah optik tepercaya
Saat aku sudah putus asa

Tapi bagaimana‎ bisa?
Nasihat yang gila
Bisa-bisa semua kerja tertunda
Karena rehat mata belaka

‎Lalu harus bagaimana?
Protes saya
Dia menggelengkan kepala
Seraya berkata
“Pintu keluar ada di sana…
Sampai jumpa.”

Leave a comment

Filed under miscellaneous

Menyentil Yang Ganjil

Masyarakat dan peradaban tak suka yang ganjil. Mereka menyukai kegenapan, kewarasan, kepatuhan pada keseragaman. Karena dari keseragaman itu tercipta kohesi, daya ikat yang menyatukan – dan mengungkung – semua manusia di dalam lingkarannya, yang penuh sukarela atau terpaksa berada di dalamnya. Keserasian juga akan terbina jika keseragaman dan kepatuhan terjaga senantiasa. Pemberontak-pemberontak akan dibina, dan jikalau tetap liar dan binal, pastinya akan dibinasakan.

Sebagian yang ganjil cukup beruntung untuk bertahan dengan menyamar sedemikian rupa untuk tampak lebih genap di mata masyarakat yang terus menerus menghakimi. Sementara yang sisanya, bisa melejit, mencuat dengan keganjilan mereka.

1 Comment

Filed under miscellaneous

Menolak Teperdaya Lagi

“Halo kak, boleh kita ganggu sebentar?”

“Iya silakan.” (Kita? Harusnya “kami”, kan ya? Ngapain ngajak-ngajak gue.)

“Begini kak…”

“Ya…” (Mimik muka malas.)

“Kami…” (Antusias)

“…” (Bertele-tele nih, anak.)

“Dari Yayasan X…”

“…” (Yayasan apa sih ini? Mungkin gue yang belum pernah denger kali ya. Namanya masih asing.)

“Kita dapat tugas dari kampus. Mau bakti sosial. Tapi kita tidak boleh ngumpulin uang. Boleh ya kak ngomong sebentar?”

“Ya…” (Mau gimana lagi. Boleh deh. Ini anak kok pipinya masih muda sudah bintik-bintik. Pakai pil KB atau IUD ya?)

“Jadi sebagai gantinya kita jual booklet ini.” (Mengeluarkan sebuah buku kecil.)

“Oh…” (Sepertinya familiar dengan booklet-booklet ini. Ah, iya anak muda yang berpura-pura mahasiswa itu beberapa bulan lalu juga pernah menyodorkan benda semacam ini. Tatkala aku juga sedang duduk di depan Seven Eleven dengan benda-benda ini. Mereka membidik orang-orang sepertiku. Sial!)

“Booklet ini kita jual sebagai ganti donasi seratus ribu, kak.”

“Hmm…” (Modus lama.)

“Kakak, kuliah atau kerja?” (Pandangan menyelidik.)

“Kuliah.” (Aku berbohong. Kau semua tahu itu. Dan aku berbohong untuk sesuatu yang tidak penting begini. Sial!)

“Oh, di Universitas B yah?”

“Iya.” (Ya ampun, dia percaya!)

“Di fakultas mana?” (Pandangan makin menyelidik.)

“Hmm…” (Pura-pura sibuk membaca booklet di tangan, berupaya meyakinkan diri bahwa ini benar-benar penipuan berkedok pembagian booklet berisi voucher dari gerai-gerai kafe dan bisnis kuliner yang fiktif belaka. Atau mungkin mereka mengemban misi tulus nan mulia. Gagal juga menemukannya.)

“Fakultas mana, kak?” (Menunduk, masih menunggu jawaban.)

“Hmmm…” (Ini sungguh membuang-buang waktu. Aku akan gelengkan kepala dan semua ini akan berakhir. Semudah itu.)

“Gimana, kak? Seratus ribu aja buat donasi.” (Dengan nada merajuk tetapi tetap santai dan datar.)

“Hmm…” (Menunggu untuk memberi kejutan.)

“Tinggal di mana?”

“Di sekitar sini.” (Ah, aku temukan kejanggalan.)

“Oh, begitu…”

“Ini alamat yayasannya di mana?”

“Bulungan.”

“Tapi di bukunya kok nggak? Jalan Y.” (Ganti aku menyelidik. Asyik.)

“Oh itu alamat EO-nya.” (Nada bicara tenang.)

“Oh gitu.” (Nah, kan janggal.)

“Jadi kak? Seratus ribu ajah.”

“Nggak, maaf ya.” (Mau bilang lebih lengkap:”Nggak, maaf ya, saya sebelumnya juga sudah kena tipu kayak gini. Pakai nama Yayasan Lupus apalah gitu. Sh*t!)

Leave a comment

Filed under miscellaneous

On Hiring a ‘Perfect’ Boss of Your Dream

My friend’s oxymoronic statement last night was quite eye-opening. “When someone says,’S/he is a PERFECT boss’, you’ll know s/he is NOT a good boss,” he remarked. “So that means being a good boss requires one to be a really hateful, mean person,” I asked him. He nodded gently, as he read the lines I typed on my screen. He calls himself an HR consultant, an euphemism for a freelancer of human resource affairs. So to speak.

Yet, I beg to differ. Some bosses are not even considered a good one by their subordinates but still they, in a major way, suck at work. They don’t show their expected performance, they lack professionalism, they fail to let you have a good example to look up to, they hardly ever communicate effectively and create so much misunderstanding and shame in the process of business. And the list goes on, literally.

So what makes a perfect boss? I really want to know, I asked my friend. So this would lead you to a better working environment. And this could be useful too for those who want to become a boss themselves. Because even if you’re a boss, you’re nothing without employees, and employees desire a good boss. Whatever “good” may mean to each of them.

There are many aspects of a good boss, told the so-called expert of human resource to me. He chopped them down into 4 main aspects.

1. Business knowledge: It’s all about the business acumen of a given boss. S/he must have the knowledge about the business aspects, e.g. financial, global situations, macro economics, political development that may affect his/ her business performance. He also mentioned about the significance of business insights.
2. Leadership: This encompasses various competencies of leadership such as establishing direction, coaching (being a coach to
subordinates), having some vision and the ability to sell it, and so forth.
3. Interpersonal: Can your boss show you his/ her skills in
communication, forging strategic partnerships, knack for managing uncertainty? If s/he doesn’t, chances are conflicts owing to miscommunication often arise.
4. Intrapersonal: It’s all about him/ herself, personal growth orientation, executive disposition, passion for results.

Needless to say, there’s no such a human being like this having the entire set of skills and knowledge, expertise, experience and basically all each of us want from a boss. And because we’re not perfect employees ourselves, don’t try to find a perfect boss anyway. You’ll only frustrate yourself.

Leave a comment

Filed under miscellaneous